<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652</id><updated>2012-02-21T11:49:03.910+08:00</updated><category term='breathe'/><category term='&apos;lyric&apos;'/><category term='&apos;aNggReK&apos;'/><category term='e book'/><category term='&apos;mELatI&apos;'/><category term='vampire diaries'/><category term='&apos;kULiaH&apos;'/><category term='watch'/><category term='shadow kiss'/><category term='ost Dream High 2'/><category term='kamera'/><category term='&apos;dream&apos;'/><category term='&apos;something&apos;'/><category term='games'/><category term='&apos;sAkUrA&apos;'/><category term='&apos;LavEnDeR&apos;'/><category term='vampire academy'/><category term='Movie'/><category term='analisis novel'/><category term='Resep'/><category term='Artis Korea Selatan'/><category term='&apos;soundtrack&apos;'/><category term='&apos;enoey photograph&apos;'/><category term='White : The Melody of Curse'/><category term='&apos;movie&apos;'/><category term='breaking dawn'/><category term='Biodata'/><category term='download'/><category term='book preview'/><category term='&apos;book&apos;'/><category term='skripsi'/><category term='cerpen'/><category term='Spiderman'/><category term='Fenomena'/><category term='&apos;manga freak&apos;'/><category term='&apos;app&apos;'/><category term='blood promise'/><category term='Spirit Bound'/><category term='review'/><category term='&apos;jAsMinE&apos;'/><category term='subtitle'/><category term='korean'/><category term='&apos;twilght saga&apos;'/><category term='News'/><category term='dear God'/><category term='car'/><title type='text'>tersesat dalam kabut?</title><subtitle type='html'>,,,just want to breathe,,,</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>134</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-3512168107474311368</id><published>2012-02-19T13:09:00.001+08:00</published><updated>2012-02-19T13:09:42.773+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bound'/><title type='text'>Spirit Bound ~ Bahasa Indonesia (Chapter 2) part I</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EAAZ11fSq9o/T0CCo1Crk-I/AAAAAAAAAsY/3xVkAxI3-ss/s1600/41o2vJWxcYL.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-EAAZ11fSq9o/T0CCo1Crk-I/AAAAAAAAAsY/3xVkAxI3-ss/s320/41o2vJWxcYL.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; U  &lt;/span&gt;JIANKU TERASA TERLIHAT SAMAR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kau pasti berpikir, mengingat  ujian ini merupakan bagian paling penting dalan kehidupan pendidikanku di ST. Vladimir, sehingga aku harusnya mengingat segalanya dalam kesempurnaan, detil yang mengagumkan. Namun pikiran terbaruku sepertinya menyadarkanku. Bagaimana bisa  semua ukuran ini sebanding dengan apa yang pernah aku alami? Bagaimana bisa pertempuran pura-pura ini dibandingkan dengan kepungan Strigoi yang menyerbu sekolah kami? Aku harus berdiri memunggungi perasaan aneh yang melimpah, tidak mengetahui jika dia yang kucintai masih hidup atau telah mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan bagaimana bisa aku takut pada pertarungan dengan satu dari instruktur sekolahku setelah mengalami perkelahian dengan Dimitri? Dia sangan mematikan saat menjadi dhampir dan tambah parah saat menjadi Strigoi. Tidak satupun dari semua yag aku maksudkan itu bisa menerangi ujian ini. Ujian ini serius. Banyak novis yang gagal dalam ujian ini selama ini, dan aku menolak untuk menjadi salah satu dari mereka. Aku telah diserang dari segala sisi, oleh para pengawal yang telah bertarung dan melindungi Moroi sejak sebelum aku nlahir.  Arena pertarungan tidak datar,  yang artinya begitu rumit di segala bagian. Mereka memenuhi arena dengan alat-alat aneh dan banyak rintangan, balok dan pijakan yang menguji keseimbanganku – termasuk sebuah jembatan yang telah mengingatkanku secara menyakitkan tentang malam terakhir aku melihat Dimitri. Aku mendorongnya setalh menancapkan sebuah pasah perak ke jantungnya – sebuah pasak yang jatuh  saat ia terjerembab ke dalam sungai di bawah jembatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jembatan di arena sedikit berbeda dengan jembatan kayu yang kuat seperti tempat dimana Dimitri dan aku berkelahi di Siberia. Jembatan yang ini reyot, jalan kecil dengan konstruksi yang buruk yang terbuat dari potongan kayu dengan hanya ada tali yang memagari sebagi dukungan terhadap jembatan itu.n Setiap langakh membuat seluruh jembatan bergoyang dan mengayun, dan lubang-lubang di papan menunjukkan padaku dimana tempat  para mantan teman sekelasku (dengan tidak beruntung bagi mereka) menemui titik kelemahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujian yang mereka tugaskan untuku di jemabatn mungkin adalah yang paling burung diantara semuanya. Tujuanku adalah unutk mendapatkan “Moroi” dan menjauhkannya dari kelompok “Strigoi” yang sedang mengejar. Moroi sedang diperankan oleh Daniel, pengawal baru yang datang bersama pengawal lai ke sekolah untuk menggantikan para pengawal yang terbunuh dalam penyerangan. Aku tidak terlalu mengenalnya, tapi untuk ujian kali ini, dia berperan sungguh sangat jinak dan tidak berguna – bahakn sedikit ketakutan, sama seeprti Moroi manapun yang mungkin akan ku kawal kelak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia memberiku sedikit perlawanan saat menginjak jembatan itu, dan aku menggunakan keahlian ketenanganku,  lebih banyak menggunakan suara membujuk agar membuatnyapada akhirnya mau berjalan di depanku. Sebenarnya mereka sedang menguji keahlian orang-orang sama baiknya dengan keahlian bertarung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak jauh di belakang kami di jalan itu, aku telah tahu para pengawal yang berperan sebagai Strigoi akan datang. Danial melangkah dan aku membayanginya, masih memberikan jamina kemanan saat semua inderaku terus dalam kondisi waspada. Jembatan berayun menggila, mengatakan padaku dengan sebuah sentakan kalau para pengejar kami sudah bergabung. Aku melirik ke belakang dan melihat tiga “Strigoi” mendatangi kami. Para pengawal yang memainkan peran Strigoi telah melakukan pekerjaan yang mengagumkan – bergerak dengan ketangkasan dan kecepatan yang sama dengan Strigoi asli bisa lakukan. Mereka akan menyusul kami jika kami tidak bergerak maju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau mekakukannya dengan bagus sekali,” kataku pada Daniel. Sangat sulit untuk tetap menjaga nada suaraku dengan tepat. Berteriak kepada Moroi mungkin akan membuat mereka syok. Terlalu benayak kelembutan membuat mereka berpikir kalau in tidak seirus. “Dan aku tahu kau bisa bergerak lebih cepat lagi. Kita perlu mendahului mereka – mereka semakin dekat. Aku tahu kau pasti bisa melakukannya. Ayolah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku harus melewati bagian membujuk dari ujian ini karena dia jelas mempercepat langkahnya – tidak cukup cepat untuk menandingi kecepatan empat pengejar kami, tapi itu hanyalah awalnya. Jembatan bergerak menggila lagi. Daniel memekik dengan meyakinkan dan membeku, mencengkarm sisi tali dengan kuat. Di depan dia, aku melihat pengawal lai – sebagai- Strigoi menunggu di sisi berlawanan dari jembatan. Aku yakin namanya adalah Randall, instruktur baru yang lain. Aku seperti roti lapis diantara dia dan gerombolan di belakangku. Tapi Randall tetap diam, menunggu di kayu pertama jembatan sehingga dia bisa menggoyangkan jembatan ini dan membuatnya semakin sulit bagi kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terus berjalan,” aku mendorongnya, pikiranku berputar. “Kau bisa melakukannya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi ada Strigoi disana! Kita terjebak,” Daniel berteriak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan khawatir. Aku akan melawannya. Bergerak saja.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suaraku terdengar hebat kali ini, dan Daniel merangkak maju, terdorong oleh perintahku. Saat-saat berikutnya aku memerlukan perhitungan waktu yang tepat. Aku harus mewaspadai “Strigoi” di kedua sisi kami dan tetap membuat Daniel bergerak, semua itu dilakukan saat aku memperhitungkan dimana kami berada di jembatan. Ketika kami sudah berada hampir di tiga per lima jalan menyebrang, aku mendesis, “Berhenti di langkah keempat sekarang! cepat!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menurut, bersiap berhenti. Aku berlutut, masih berbicara dengan nada rendah: “Aku akan berteriak padamu. Acuhkan saja.” dengan suara keras, agar mendapatkan keuntungan dari mereka yang mengejar kami, aku berseru, “Apa yang kau lakukan? Kita tidak bisa berhenti!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daniel tidak peduli, dan aku kembali berbicara dengan suara kecil. “Bagus. Lihat dimana tali itu terhubung dengan dasar pagar? Pegang tali-tali itu. Pegang sekuat yang kau bisa, dan jangan lepaskan, apapun yang terjadi. Belitkan di tanganmu jika itu perlu. Lakukan sekarang!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menurut. Jam terus berdetik dan aku tidak ingin membuang waktu lagi. Dalam satu gerakan, ketika masih dalam posisi membungkuk, aku berbalik dan memotong tali dengan sebuah pisau yang diberikan sepaket dengan pasakku. Mata pisaunya begitu tajam, terima kasih Tuhan. Para pengawal yang bertugas dalam ujian ini tidak pernah mengacaukannya. Pisau ini tidak serta merta mengiris talinya, tetapi aku memotongnya dengan cepat sehingga si “Strigoi” di sisi kami yang lain tidak punya waktu untuk bereaksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Talinya bergemertaak saat aku kembali mengingatkan daniel untuk terus berpegangan. Jembatan yang membagi dua berayun menuju sisi dari tangga kayu, terbawa oleh beratnya orang-orang yang berada di atasnya. Sebenarnya, berat kami lah yang paling tidak membuat keadaannya jadi begitu. Daniel dan aku telah bersiap-siap. Ketiga pengejar di belakang kami tampaknya belum siap. Dua dari mereka jatuh. Satu hanya berusaha memegang sebuah papan, tergelincir sedikit sebelum memperbaiki pegangannya. Jarak jatuhnya sebenarnya setinggi enam kaki, tapi aku sudah di peringatkan untuk tetap menganggapnya berjarak 50 kaki – sebuah jarak yang mungkin akan membunuhku dan Daniel jika kami terjatuh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengesampingkan semua keanehan, daniel masih berpegangan pada tali. Aku juga berpegangan sebaik mungkin, dan sekali tali dan kayu itu rebah datar memunggungi sisi tangga-tangga itu, aku mulai berjuang mnaikinya seolah yang kuinjak itu tangga. Tidak mudah untuk memanjat dengan menggunakan daniel, tapi aku melakukannya, memberiku satu kesempatan lagi untuk mengatakan padanya agar terus bertahan. Randall, yang menunggu di depan kami, belum terjatuh. Dia berhasil memijakkan kakinya saat aku memotong jembatannya, dan cukup kaget saat ia kehilangan keseimbangannya. Pulih dengan cepat, dia bergoyang-goyang di tali, mencoba menaiki permukaan yang aman di atas. Dia lebih dekat dengan permukaan itu ketimbang aku, tapi aku menangkap kakinya dan menghentikannya. Aku menyentak dirinya ke arahku. Dia mencoba memperbaiki pegangannya pada jembatan, dan kami sama-sama berjuang. Aku tahu kecil kemungkinan aku bisa menjatuhkannya, tapi aku mampu untuk memperdekat jarak kami. Akhirnya, aku melepaskan pisau yang terus kupegang dan berusaha mengambil pasak dari ikat pinggangku – sesuatu menguji keseimbanganku. Posisi Randall yang canggung memberiku kesempatan untuk menusuk jantungnya, dan aku melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk ujian, kami diberikan pasak yang tumpul, tidak akan melukai kulit tetapi saat digunakan, pasak ini cukup kuat untuk meyakinkan lawan kita kalau kita tahu apa yang sedang kita lakukan. Posisiku sangat  sempurna, dan Randall, mengakui kali ini merupakan pukulan yang membunuhnya, melepaskan pegangannya dan jatuh dari jembatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meninggalkan tugas yang menyakitkan untuk membujuk daniel naik. Butuh waktu yang cukup lama, tapi lagi-lagi, tingkahnya tidak mirip dengan karakter bagaimana seorang Moroi yang ketakutan berperilaku. Aku hanya bersyukur karena dia tidak memutuskan kalau Moroi yang sesungguhnya mungkin tidak akan bertahan untuk bertahan dan akan jatuh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah semua rintangan yang datang semakin banyak, tetapi aku terus melawan, tidak pernah memperlambat seranganku atau membiarkan rasa lelah menggangguku. Aku masuk dalam tipe siap berperang, semua inderaku fokus terhadap insting terdasarku: lawan, menghindar, bunuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saat terus mendengarkan insting itu, aku masih harus berinovasi dan untuk tidak dalam ketenangan. Sebaliknya, aku tidak akan mampu untuk bereaksi terhadapa sebuah kejutan seperti di jembatan tadi. Aku mengatur semuanya, melawan dengan satu-satunya pikiran untuk terus mendahulukan tugasku daripada diriku sendiri. Aku mencoba untuk tidak berpikir kalau para instrukturku adalh orang-orang yang sduah aku kenal. Aku memperlakukan mereka seperti aku memperlakukan Strigoi. Aku menark tanpa memukul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ujian ini akhirnya berakhir, aku hampir tidak menyadarinya sama sekali. Aku terus saja berdiri di tengah-tengah arena tanpa adanya penyerang yang mendatangiku. Aku sendirian. Perlahan, aku menjadi lebih waspada dengan setiap detilnya. Para penonton di pinggir arena bersorak. Beberapa instruktur saling menganggukkan kepala saat mereka bergabung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jantungku berdetak keras.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Detakannya ridak berhenti sampai Alberta dengan seringaiannya menyentuh tanganku yang akhirnya menyadarkanku kalau ujian ini sudah selesai. Ujian yang akku tunggu selama ini, berakhir serasa dalam sekejap mata saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayo,” katanya, merangkulkan tangannya di bahuku dan membimbingku ke arah pintu keluar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau perlu minum dan duduk.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bingung, aku membiarkannya membimbingku keluar dari arena, orang-orang di sekeliling kami masih bersorak dan meneriakkan namaku. Di belakang kami, aku mendengar orang-orang berkata kalau mereka harus istirahat dan memperbaiki jembatannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alberta membawaku kembali ke ruang tunggu dan dengan lembut mendorongku ke sebuah kursi panjang. Seseorang duduk di sampingku dan menyerahkan sebotol air. Aku berpaling dan aku menemukan ibuku disampingku. Wajahnya mengekspresikan sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya: tulus, kebanggan yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hanya itu?” tanyaku akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengejutkanku lagi dengan tawa gelinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hanya itu?” dia mengulangi perkataanku. “Rose, kau ada di sana hampir selama satu jam. Kau melewati ujian ini dengan warna berbeda – mungkin satu dari ujian terbaik yang pernah diperlihatkan di sekolah ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Benarkah? Hanya saja ini terasa ...” mudah bukanlah kata yang cukup tepat. “ Terasa membingungkan, hanya itu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibuku meremas tanganku. “Kau luar biasa. Aku sangat sangat bangga padamu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua kenyataan ini benar-benar, benar-benar menyadarkanku kemudia, dan aku merasakan sebuah senyuman mekar di bibirku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sekarang apa yang akan terjadi?” tanyaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sekarang kau menjadi pengawal.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sudah sering kali ditato, tapi tidak satupun dari acara itu bisa disamakan dengan upacara dan keriuhan yang terjadi saat mendapatkan tanda sumpahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum aku mendapatkan tanda molinja karena telah melakukan pembunuhan yang tidak kuharapkan, kekacauan yang targis: bertarung dengan Strigoi di Spokane, penyerangan sekolah, dan misi penyelamatan yang mneyebabkan duka cita, bukan perayaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah semua pembunuhan itu, kami tidak lagi bisa menghitung jumlahnya, dan saat pelukis tato masih mencoba untuk menghitung setiap orang yang dibunuh, mereka akhirnya memberiku sebuah  tanda berbentuk bintang yang dengan cara hebat menyatakan kalau kami tidak lagi bisa menghitung berapa Strigoi yang sudah kubunuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membubuhkan Tato bukan proses yang cepat, meskipu kau hanya mendapatkan ukuran yang kecil, dan seluruh teman sekelasku yang lulus mendapatkannya. Upacaranya berlokasi dia gedung yang biasanya menjadi ruang makan Akademi, sebuah ruangan yang mampu dengan mengagumkan diubah menjadi sesuatu yang semewah dan seluas ruangan yang pernah kami temukan di istana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para undangan – teman-teman, keluarga, dan para pengawal – memenuhi ruangan saat Alberta memanggil nama kami satu persatu dan membacakan nilai kami saat kami mendekati penato. Nilai ini sangat penting. Nilai ini diumumkan dan bersamaan dengan keselurahan peringkat kami, jumlah nilainya akan mempengaruhi penugasan kami selanjutnya. Moroi bisa meminta nilai khusus agar bisa menjadi pengawalnya. Lissa sudah memintaku, tentu saja, tapi meski dengan nilai terbaik di dunia sekalipun, nilai itu  tidak akan bisa dibandingkan dengan semua nilai kelakuan buruk di dalam catatanku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada Moroi dalam upacara ini, meskipun begitu ruangan ini dipenuhi oleh orang-orang yang diundang sebagai tamu oleh para lulusan baru. Kelompok lain yang berkumpul adalah para dhampir: baik yang sudah menjadi pengawal maupun yang akan menjadi pengawal seperti aku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para tamu duduk di bagian belakang, dan para pengawal senior duduk di depan. Teman-teman sekelasku dan aku berdiri sepanjang acara, mungkin sebagai ujian terakhir dalam hal daya tahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak keberatan. Aku sudah mengganti pakaianku yang sobek dan kotor menjadi pakaian kedur dan sebuah sweater, pakaian yang terlihat resmi saat masih merasakan perasaan khidmat.  Pakaian ini cukup enak dikenakan karena udara di dalam ruangan dipenuhi ketegangan, semua ekspresiwajah merupakan campucaran dan kebahagian karena keberhasilan kami tap juga rasa khawatir tentang peran baru dan mematikan kami di dunia. Aku menonton dengan mata bersinar saat teman-temanku dipanggil naik, terkejut dan terkesan dengan beberapa nilai temanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eddi Castile, seorang teman dekatku, mendapatkan sebuah nilai tingi khusu dalam perlindungan Moroi satu lawan satu. Aku tidak bisa menahan senyum saat melihat penato memberikan Eddie tatonya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku penasaran bagaimana ia menangani Moroinya di atas jembatan,” aku berbisik dengan nada rendaj. Eddie cukup cerdik biasanya. Disampingku, temanku yang lain, Meredith, menatapku bingung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang sedang kau bicarakan?” Suaranya juga sama rendahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Saat kita kejar di jemabatan dengan Moroi kita. Moroiku adalah Daniel.” Dia masih terlihat bingung, dan aku menambahkan. “Dan mereka menempatkan Strigoi di masing-masing sisinya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku melintasi jembatan,” dia berbisik, “Tapi hanya aku sendiri yang dikejar. Aku menempatkan Moroiku melalu jalan memutar.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah tatapan dari teman sekelas di dekat kami membuat kami diam, aku menyembunyikan ekspresi ketidaksukaanku. Munkin bukan aku satu-satunya yang kebingungan melewati ujian ini. Meredith mendapatkan kenyataan kalau ia mengacau dalam tesnya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat namaku dipanggil, aku mendengar beberapa suara decak kagum saat Alberta membacakan nilaiku. Aku mendapakan nilai tertinggi sejauh ini. Aku senang dia tidak menyebutkan nilai akademikku. Mereka pasti akan menarik kembali kekaguman di sisa penampilanku. Aku selalu menyelesaikan kelas bertarungku dengan baik, tapi matematika dan sejarah ... sebenarnya, kedua hal itu sangat memprihatinkan, khususnya sejak aku keluar masuk dari sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rambutku digelung ketat,  dengans etiap helainya dijepit sehingga penato tidak akan menemukan gangguan saat ia bekerja. I membungkukkan tubuhku dan memberinya pemandangan bagus dan mendengar sungutan keterkejutan. Leher belakangku telah ditutupi banyak sekali tanda, dia harus lebih cerdik menempatkan tanda baruku. Biasanya, pengawal baru memberikan kanvas kosong. Pria ini cukup pintar dan pada akhirnya menempatkan tandaku dengan hati-hati di tengah-tengah leherku. Tanda sumpah itu terlihat berbentuk huruf S yang memanjang dan renggang dengan bentuk ikal diujungnya. Dia menemppatkannya diantara tanda molinja, membiarkannya terlihat seperti dikelilingi seolah seperti depeluk. Proses tatonya menyakitkan, tapi aku tetap menjaga wajahku agar tetap tanpa ekspresi, tidak membiarkan wajahku mengerutkan dahi. Hasil akhirnya ditunjukkan padaku dari sebuah kaca sebelum dia menutupnya dengan perban sehingga luka tato ini bisa sembuh dengan bersih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, aku bergabung kembali dengan teman-teman sekelasku dan menonton sisa dari mereka yang akan menerima tato. Ini artinya berdiri untuk dua jam lagi, tapi aku tidak keberataan. Otakku masih berputar mengingat semua yang terjadi hari ini. Aku telah menjadi pengawal. Pengawal yang akan membaw kebaikan yang tulus sungguhan.  Dan bersamaan dengan pemikiran tentang itu munculah banyak pertanyaan, Apa yang akan terjadi sekarang? Akankah nilaiku cuku baik untuk menghapus catatan kelakuan burukku? Akankah aku menjadi pengawal Lissa? Dan bagaimana tentang Viktor? Bagaimana dengan Dimitri?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perasaanku berubah menjadi ttidak nyaman saat efek penuh dari upacara pengawal ini menimpaku. Semua ini bukan hanya tentang Dimitri dan Viktor. Ini tentang aku – tentang sisa hidupku. Kehidupan sekolah telah berakhir. Aku tidak akan lagi memiliki guru yang mengikuti setiap gerakanku atau memperbaiki saat aku melakukan kesalahan. Semua keputusan akan bergantung pada diriku sendiri saat aku melindungi seseorang. Moroi dan dhampir yang lebih muda akan menganggapku memiliki kekuasaan. Dan aku tidak lagi mendapakan kemewahan dari latihan bertarung satu meit dan bersantai di kamarku setelah itu. Tidak ada lagi jeda istirahat saat kelas berlangsung. Aku akan bertugas sepanjang waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;To be continue ...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-3512168107474311368?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/3512168107474311368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/02/spirit-bound-bahasa-indonesia-chapter-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/3512168107474311368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/3512168107474311368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/02/spirit-bound-bahasa-indonesia-chapter-2.html' title='Spirit Bound ~ Bahasa Indonesia (Chapter 2) part I'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EAAZ11fSq9o/T0CCo1Crk-I/AAAAAAAAAsY/3xVkAxI3-ss/s72-c/41o2vJWxcYL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-5987095509735447382</id><published>2012-02-16T15:41:00.007+08:00</published><updated>2012-02-20T11:18:15.129+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ost Dream High 2'/><title type='text'>OST Dream High season 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fKHvoRZl7oQ/TzyPpnHCcGI/AAAAAAAAAsE/3yPHahXRpNU/s1600/Ost+Dream+High+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-fKHvoRZl7oQ/TzyPpnHCcGI/AAAAAAAAAsE/3yPHahXRpNU/s320/Ost+Dream+High+2.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  D &lt;/span&gt;ream High 2 (Korean: 드림하이 2) adalah drama TV serial terbaru di Korea Selatan yang di rilis KBS di tahun 2012 ini. Film ini merupakan sekuel dari Dream High yang pernah dibintangi oleh Kim Soo Hyun, Suzy 'Miss A', Taecyeon '2PM', Ham Eun Jung 'T-ara', Wooyoung '2PM', dan IU. Sekarang, Dream High musim kedua ini akan dibintangi oleh Kang Sora, Jin Woon '2AM', Ji-yeon 'T-ara', Hyorin 'Sistar',  dan memperkenalkan para trainee dari JYP Entertainment yakni Im Jae Bum, dan trainee dari KeyEast Entertainment Park Seo Joon. Film ini akan dijadwalkan main sebanyak 16 episode yang mulai tayang pada 30 Januari 2012 di Korea Selatan dan dijadwalkan selesai pada 20 Maret 2012.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Berikut nih daftar pemain di Dream High season 2:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Pemain Utama"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kang Sora sebagai Shin Hae Sung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jung Jin Woon sebagai Jin Yoo Jin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Park Ji Yeon sebagai Lian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;JB sebagai JB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hyo Rin sebagai Nana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Park Seo Joon sebagai Si Woo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Pengajar di Sekolah Kirin"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Park Jin-young sebagai Yang Jin Man (Guru Bahasa Inggris)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Choi Yeo Jin sebagai Ahn Tae Yeon (Guru Vokal)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kahi 'After School'  sebagai Hyun Ji Soo (Guru Tari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kwon Hae Hyo sebagai Joo Jung Wan (Kepala Sekolah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kim Jung Tae sebagai Lee Kang Chul (Direktur Kirin dan Oz Entertainment)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Siswa Kirin"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ailee sebagai Ailee&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yoo So Young sebagai Park Soon Dong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kim Ji Soo sebagai Park Hong Joo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Park Jin-young (Jr) sebagai Jung Wi Bong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jung Yeon Joo sebagai Yi Seule&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Cameo"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;IU (ep 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kim Soo Hyun (ep 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;TOXIC (ep 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;MYNAME (ep 2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ham Eun Jung (ep 3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;PSY (ep 5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Suzy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Taecyeon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Wooyoung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;OST Dream High season 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: yellow; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;((Click the title to download))&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/download.php?dmd5dxq198lcqvk"&gt;1. Park Jin Young ~ Falling&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?ka1mm3an1myzj92"&gt;2. Suzy ~ You are My Star&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/download.php?el15sp75ebqjc8c"&gt;3. Park Ye Eun ~ Hello to Myself&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Lagu Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;HerShe: Superstar (EP 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Eden: Dreaming - TOXIC (EP 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?02z22brw4u93sxg"&gt;Hong Joo: Tell Me Your Wish - Girls' Generation (EP 1)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?20dvy7rpddxnbyt"&gt;Jung Ui Bong: Trouble Maker - Trouble Maker (EP 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?e9hvflsv30kfvac"&gt;All Cast: Roly Poly - T-ara (EP 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?5d7s2nml1bv03pw"&gt;All Cast: I Am The Best - 2NE1 (EP 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?mm36ew8fwpam737"&gt;All Cast: Try to Follow Me - 2NE1 (EP 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?6jr6h6rczehipe6"&gt;Nana &amp;amp; Ailee: Top Girl - G.NA (EP 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?l0zqq8tf9phxl86"&gt;JB &amp;amp; Ui Bong: Heartbreaker - G-Dragon (EP 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?14wnbz21xau49d4"&gt;Nana &amp;amp; &amp;nbsp;Hong Joo: Destiny (EP 3)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?lu868b8bfwl9i19"&gt;Yoo Jin:&amp;nbsp;걸어온다&amp;nbsp;- Jinwoon (EP 3)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hyun Ji Soo &amp;amp; Jin Man: The DJ is Mine - Wonder Girls (EP 4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?uc7dke1ahjno7eo"&gt;Hae Sung &amp;amp; JB: I Need a Girl - Taeyang (EP 4)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jin Man: Mm Mm Mm - Park Jin Young (EP 4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?9t82752t9t95t05"&gt;Hae Sung: Wishing On A Star - Wonder Girls (EP 4)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ailee &amp;amp; Soon Dong (EP 5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?9t82752t9t95t05"&gt;Rian: Wishing On A Star - Wonder Girls (EP 5)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?9t82752t9t95t05"&gt;Nana &amp;amp; &amp;nbsp;Hong Joo: Because I Love You - Yoo Jae Ha (EP 5)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?9t82752t9t95t05"&gt;Yoo Jin &amp;amp; JB: Beautiful Dance - Bye Bye Sea (EP 5)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?9t82752t9t95t05"&gt;Yoo Jin: Starlight is Falling - Bye Bye Sea﻿ (EP 5)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yoo Jin,Rian,Hong Joo and the bands: Superstar - Lee Han Chul (EP 6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/download.php?el15sp75ebqjc8c"&gt;Hae Sung: Hello to Myself - Yeeun (EP 6)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-5987095509735447382?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/5987095509735447382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/02/ost-dream-high-season-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/5987095509735447382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/5987095509735447382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/02/ost-dream-high-season-2.html' title='OST Dream High season 2'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fKHvoRZl7oQ/TzyPpnHCcGI/AAAAAAAAAsE/3yPHahXRpNU/s72-c/Ost+Dream+High+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-5829141274570361418</id><published>2012-01-06T12:45:00.000+08:00</published><updated>2012-01-06T12:45:38.143+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;lyric&apos;'/><title type='text'>OST Nobita and Dinosaur : Sukima Switch ~ ボクノート (Boku Note)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/grk2kioaeFQ/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/grk2kioaeFQ&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/grk2kioaeFQ&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;G &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;ara-gara tadi pagi nonton Doraemon: Nobita and Dinosaur - The best Doraemon's movie I ever see meski udah nonta berkali-kali - aku sukaaa banget sama soundtracknya. Jadi kali ini mw posting Lirik and link buat downloadnya HUHUHUHUHU  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;ボクノート (Boku Note)&lt;br /&gt;Artist  : Sukima Switch&lt;br /&gt;Album/Single: Yuukaze Blend&lt;br /&gt;Lyrics: Oohashi Takuya, Shintaro Tokita&lt;br /&gt;Music: Oohashi Takuya, Shintaro Tokita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimi wo sumasuto kasukani &lt;br /&gt;kikoeru ame no oto&lt;br /&gt;Omoi wo tsuzurou to koko ni suwatte&lt;br /&gt;kotoba sagashite iru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangaete kaite tsumazuite &lt;br /&gt;keshitara moto douri&lt;br /&gt;12 jikan tatte narabeta mon wa kami kuzu datta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimi ni tsutaetakute umaku wa ikanakute&lt;br /&gt;Tsunori tsumoru kanjou wa fukurete yuku dake&lt;br /&gt;Hakidasu koto mo dekizuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ima boku no naka ni aru kotoba no kakera&lt;br /&gt;Nodo no oku, surudoku togatte tsukisasaru&lt;br /&gt;Kirei janakuttate &lt;br /&gt;sukoshizutsu datte iinda&lt;br /&gt;Kono itami wo tada katachini surunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naniwo shitemo tsuzukanai kodomo no korono bokuwa&lt;br /&gt;"Korezotte mono" te kikaretemo &lt;br /&gt;kotae ni komatteta&lt;br /&gt;Sonna boku ni demo &lt;br /&gt;ataerareta mono ga aruto iyuunara&lt;br /&gt;Mayoi tachidomatta jibun jishin mo &lt;br /&gt;shinjite itaina&lt;br /&gt;Find More lyrics at www.sweetslyrics.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boku ga iru kono basho wa &lt;br /&gt;sukoshi kyuukutsu dakedo&lt;br /&gt;Ai ni michita hyoujyou de &lt;br /&gt;nukumori afurete&lt;br /&gt;Soshite kimi no koe ga suru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashimoto ni nagesuteta &lt;br /&gt;agaita ato mo&lt;br /&gt;Mogaiteru jibun mo zenbu boku dakara&lt;br /&gt;Kakaeteru omoi wo hitasura ni sakebunda&lt;br /&gt;Sono koe no saki ni kimi ga irunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimi wo sumasuto tashikani kikoeru boku no oto&lt;br /&gt;Sora wa nakiyande kumo ga kireteku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ima boku ga tsumuideiku kotoba no kakera&lt;br /&gt;Hitozutsu orikasanatte uta ni naru&lt;br /&gt;Kirei janakutatte sukoshizutsu datte iinda&lt;br /&gt;Hikari ga sashikomu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kono koe ga kareru made utai tsuzukete&lt;br /&gt;Kimi ni furu kanashimi nanka &lt;br /&gt;harasereba ii&lt;br /&gt;Arinomama no boku wo kimi ni todoketainda&lt;br /&gt;Sagashiteta mono wa, menomae ni atta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;English&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I listen closely, I can faintly hear the sound of rain&lt;br /&gt;I sit here and try to compose my memories, searching for the words&lt;br /&gt;I think about it and write it down, I fumble with it, and it disappears, as always&lt;br /&gt;12 hours pass, and the things that I had all set become trash&lt;br /&gt;I want to tell you, but I can’t do it very well&lt;br /&gt;The emotions that I’ve built up just swell up&lt;br /&gt;I can’t manage to spit anything out&lt;br /&gt;Now, the pieces of words inside of me&lt;br /&gt;In my throat, they pierce me sharply&lt;br /&gt;They’re not pretty, but little by little, they’ll be alright&lt;br /&gt;This pain will take shape&lt;br /&gt;When I was a kid who couldn’t continue on, no matter what I did&lt;br /&gt;I was worried about being asked about “being a man”&lt;br /&gt;If I say that I’ve been given things even though I’m like this&lt;br /&gt;Then I’d like to believe that I’ve stopped being confused&lt;br /&gt;This place that I’m in is a little confined&lt;br /&gt;But your expression that’s full of love overflows with warmth&lt;br /&gt;And then you speak&lt;br /&gt;The prints that struggled underfoot, having been cast aside&lt;br /&gt;And my impatient self, all of that is me&lt;br /&gt;So I do nothing but cry out the feelings that I carry with me&lt;br /&gt;Up ahead of that voice, is you&lt;br /&gt;If you listen closely, you can most certainly hear the sound of me&lt;br /&gt;The sky cries itself out of tears, and the clouds break apart&lt;br /&gt;Now, the pieces of the words that I’m spinning&lt;br /&gt;Are piling up one by one, they’ll become a song&lt;br /&gt;They’re not pretty, but little by little, they’ll be alright&lt;br /&gt;The light shines in&lt;br /&gt;I’ll keep singing until I lose my voice&lt;br /&gt;I hope the sadness that rains onto you clears up&lt;br /&gt;I want to show myself to you as I am&lt;br /&gt;The thing that I was searching for, was right before my eyes &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/xrWS7uIn/07_-_Boku_Note.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Download Boku Note by Sukima Switch&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-5829141274570361418?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/5829141274570361418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/01/ost-nobita-and-dinosaur-sukima-switch.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/5829141274570361418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/5829141274570361418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/01/ost-nobita-and-dinosaur-sukima-switch.html' title='OST Nobita and Dinosaur : Sukima Switch ~ ボクノート (Boku Note)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-9180940092904638023</id><published>2012-01-03T10:27:00.000+08:00</published><updated>2012-01-03T10:27:14.206+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bound'/><title type='text'>Spirit Bound ~ Bahasa Indonesia (Chapter 1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lZBc_W5Qibk/TwJmukWx9DI/AAAAAAAAAr0/JkitVepXaH4/s1600/%257E5+Spirit+Bound.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-lZBc_W5Qibk/TwJmukWx9DI/AAAAAAAAAr0/JkitVepXaH4/s320/%257E5+Spirit+Bound.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  A &lt;/span&gt;DA SEBUAH PERBEDAAN BESAR ANTARA  surat ancaman kematian dengan surat cinta – meskipun orang yang menulis surat ancaman kematian ini masih menyatakan kalau ia sesungguhnya mencintaimu. Tentu saja, mempertimbangkan satu kali upaya pembunuhan yang pernah kucoba lakukan kepada orang yang kucintai, mungkin aku tidak berhak untuk menghakiminya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Surat hari ini sangatlah tepat waktu, bukanlah sesuatu yang harusnya tidak terlalu kuharapkan. Aku sudah membacanya sebanyak empat kali sejauh ini, dan meskipun aku akan terlambat, aku tidak bisa menolak membaca untuk yang kelima kalinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Roseku tersayang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Satu dari beberapa sisi yang tidak menguntungkan dari menjadi yang dibangkitkan adalah kami tidak lagi membutuhkan tidur; karena itulah kami juga tidak lagi bermimpi.  Ini memalukan, karena jika aku bisa tidur, aku tahu aku akan memimpikanmu. Aku akan memimpikan bagaimana aroma tubuhmu dan bagaimana rambutmu yang hitam terasa seperti sutra diantara jemariku. Aku akan memimpikan bagimana halusnya kulitmu dan buasnya bibirmu saat kita berciuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tanpa mimpi-mimpi itu, aku harus mengisi diriku dengan imajinasiku sendiri – yang rasanya hampir sama menyenangkannya. Aku bisa membayangkan semua hal itu dengan sempurna, sesempurna saat semua ini terjadi ketika aku mengambil hidupmu dari dunia ini. Sesuatu yang kusesali untuk dilakukan, tapi kau membuatku tidak lagi meiliki pilihan. Penolakkanmu untuk bergabung denganku dalam kehidupan abadi dan cinta tidak meninggalkan jalan lain, dan aku tidak bisa mengizinkan seseorang sebahaya dirimu untuk hidup. Lagipula, meskipun aku memaksamu untuk bangkit, kau sekarang terlalu banyak memiliki musuh diantara para Strigoi yang satu diantaranya akan membunuhmu. Jika kau harus mati, maka kematianmu haruslah ditanganku. Bukan orang lain. Meskipun demikian, aku harap kau akan bertindak hebat saat kau menjalani ujianmu – bukan karena kau perlu keberuntungan. Jika mereka benar-benar membuatmu melawan mereka, itu hanya akan membuang waktu setiap orang. Kau yang terbaik dalam tim, dan mulai malam ini kau akan mengenakan tanda janjimu. Tentu saja, itu berarti kau akan menjadi lebih menantang saat kita bertemu lagi – yang nantinya akan sangat kunikmati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan kita akan bertemu lagi. Dengan kelulusan, kau akan keluar dari Akademi, dan sekali kau berada di luar ruangan, aku akan menemukanmu. Tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang bisa menyembunyikanmu dariku. Aku mengawasimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dengan cinta,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dimitri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sekalipun dalam “doanya yang hangat”, aku tidak menemukan surat ini bisa mengispirasiku saat aku melemparkannya ke tempat tidur dan dengan mengantuk meninggalkan ruangan. Aku mencoba untuk tidak membiarkan kata-katanya merasuki diriku, meskipun sangat tidak mungkin untuk tidak takut terhadap hal seperti itu. Tidak ada satu pun tempat di dunia ini yang bisa menyembunyikanmu dariku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tidak meragukannya. Aku sudah tahu Dimitri memiliki mata-mata. Sejak mantan instruktur-sekaligus kekasihku itu telah berubah menjadi sesosok iblis, vampir yang tidak bisa mati, dia juga menjadi semacam pemimpin di antara mereka -  sesuatu yang merupakan hasil dari campur tanganku ketika aku membunuh mantan bosnya, Aku menduga banyak dari mata-matanya adalah manusia, mengintaiku saat aku melangkah keluar dari batas sekolahku. Tidak ada Strigoi yang bisa tinggal mengintai selama 24 jam. Manusia bisa, dan aku baru-baru saja mempelajari kalau sebagian manusia bersedia untuk mengabdi kepada Strigoi dengan imbalan dijanjikan akan diubah suatu hari nanti. Manusia-manusia itu menganggap hidup abadi itu setimpal dengan menjual jiwa mereka dan membunuh manusia lain untuk tetap bisa bertahan hidup. Manusia-manusia seperti itu membuatku mual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tapi bukan manusia-manusia itu yang membuat langkah ku terputus-putus ketika aku berjalan melalui rerumputan yang berubah warna menjadi hijau cerah dengan sentuhan musim panas. Dimitrilah yang bisa melakukannya. Selalu Dimitri. Dimitri, lelaki yang kucintai. Dimitri, sesosok Strigoi yang ingin kuselamatkan. Dimitri, seekor monster yang harus kubunuh. Cinta yang kami bagi selalu membara dalam tubuhku, tidak peduli seberapa sering aku mengingatkan diriku untuk melupakannya, tidak peduli seberapa banyak dunia berpikir kalau aku harus melupakannya. Dia selalu bersamaku, selalu dalam pikiranku, selalu membuatku menanyakan diriku sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau terlihat seolah siap menghadapi satu pasukan tempur.” Aku mengalihkan pikiran kelamku. Aku terlalu dalam memikirkan Dimitri dan suratnya saat aku berjalan menyebrangi kampus, terlupa pada dunia, dan tidak menyadari keberadaan sahabatku, Lissa, mensejajarkan langkahnya denganku, sebuah senyuman menggoda di wajahnya. Sangat jarang sekali ia menangkap basah aku yang terkejut karena dirinya, karena kami berbagi ikatan batin, yang selalu membuatku waspada dengan kedatangannya dan perasaannya. Pikiranku pastilah sedang terganggu sehingga tidak menyadari kehadirannya, dan jika pernah ada sebuah gangguan yang terjadi dalam hidupku, itu pastilah seseorang yang ingin membunuhku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku memberikan Lissa sebuah senyuman yang kuharap bisa meyakinkan dirinya. Dia sudah tahu apa yang telah terjadi pada Dimitri dan bagaimana dia menunggu untuk membunuhku sekarang setelah aku pernah gagal – membunuhnya. Meskipun begitu, surat-surat yang aku terima dari Dimitri setiap minggu membuat Lissa khawatir, dan dia sudah cukup berat menghadapi hidupnya sendiri tanpa ditambah lagi dengan penguntitku-yang-tidak-bisa-mati dalam daftarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku memang sedang bersiap menghadapi satu pasukan,” aku menunjuk. Malam masih belum larut, tapi musim panas yang terlambat masih menemukan sang matahari di atas langit Montana, memandikan kami dengan cahaya emas saat kami berjalan. Aku suka ini, tapi sebagai Moroi – seorang vampir hidup yang damai – Lissa biasanya menjadi lemah dan tidak nyaman dengan semua ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia tertawa dan menyampirkan rambut pirang-platinanya ke  bahunya. Matahari menyinari warna pucat menjadi warna cemerlang sang bidadari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kurasa. Aku tidak berpikir kau akan menjadi sangat khawatir.” Aku bisa memahami alasannya. Bahkan Dimitri sudah pernah mengatakan kalau hal ini hanya menghabiskan waktuku. Tapi tetap saja, aku menghilang ke Rusia untuk mencarinya dan telah bertemu Strigoi asli – membunuh sebagian dari mareka sendirian. Mungkin aku tidak seharusnya takut dengan test yang akan segera kuhadapi ini, namun semua keriuhan dan harapan mendadak menekan diriku. Detak jantungku meningkat. Bagaimana jika aku tidak bisa melakukannya? Bagaimana jika aku ternyata tidak sebagus yang aku kira? Para penjaga yang akan menantangku disini mungkin bukanlah Strigoi yang sebenarnya, tapi mereka semua terlatih dan sudah pernah bertarung lebih lama dari diriku. Kesombongan bisa membawaku dalam banyak masalah, dan jika aku gagal, aku akan melakukannya di depan semua orang yang peduli padaku. Semua orang yang percaya padaku. Satu hal yang juga menjadi pikiranku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku khawatir kalau nilai tes ini akan berdampak pada masa depanku.” kataku. Itu yang sebenarnya. Ujian adalah tes terakhir untuk seorang novis pengawal seperti aku. Mereka yakin kalau aku bisa lulus dari Akademi Vladimir dan mengambil posisiku dengan para penjaga yang sebenarnya yang melindungi Moroi dari Strigoi. Ujiannya benar-benar mempengaruhi pilihan  Moroi mana yang akan ditugaskan untuk para pengawal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Melalui ikatan batin kami, aku merasakan rasa kasihan Lissa – dan kekhawatirannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Alberta  pikir kalau kita punya kemungkinan besar untuk bisa tetap bersama – kalau kau masih akan menjadi pengawalku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menyeringai. “Kurasa Alberta mengatakan kalau ia ingin menahanku di sekolah.” Aku keluar dari sekolah untuk memburu Dimitri beberapa bulan yang lalu dan kemudian kembali – sesuatu yang tidak terlihat bagus dalam catatan akademisku.  Ada juga kenyataan kecil kalau sang ratu Moroi,  Tatiana, membenciku dan mungkin akan melakukan segala cara yang ia bisa untuk mempengaruhi penugasanku – tapi itu cerita lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kurasa Alberta tahu kalau satu-satunya cara mereka untuk melindungimu adalah jika aku merupakan pengawal terakhir di bumi ini. Dan saat itu tiba, rintanganku sudah semakin sedikit.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dihadapan kami, gemuruh suara kerumunan semakin nyaring. Satu dari lapangan olahraga sekolah sudah berubah menjadi sebuah arena yang sama dengan sesuatu yang berasal dari zaman gladiator Roma. Tempat duduk di stadion sudah di bangun, diubah dari tempat duduk kayu sederhana menjadi bangku dengan sofa mewah dan dengan tenda untuk melindungi Moroi dari matahari. Bendera-bendera mengelilingi lapangan, warna mereka yang cerah terlihat dari sini saat mereka melambai. Aku belum melihatnya, tapi aku sudah tahu bahwa ada sejenis barak yang dibangun di dekat pintu masuk stadion, tempat dimana para novis menunggu, gelisah. Lapangan sendiri sudah dirubah menjadi sebuah rangkaian rintangan tes berbahaya. Dan dari suara semangat yang memekakan telinga, sebagian besar sudah berada disana untuk menyaksikan acara ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Harapanku tidak akan menyerah,” kata Lissa. Melalui ikatan kami, aku tahu dia bersungguh-sungguh. Itulah satu hal yang mengagumkan dari dirinya – sebuah kesetiaan untuk percaya dan rasa optimis yang ia berikan di saat-saat cobaan terburuk. Sangat bertolak belakang dengan sikap sinisku. “Dan aku punya sesuatu yang bisa membantumu hari ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia mendekatiku kemudian berhenti dan meraih sesuatu ke dalam kantung jeans nya, mengambil sebuah cincin perak kecil dengan batu-batu kecil yang tersebar di sekitarnya sehingga terlihat seperti peridot. Aku tidak butuh ikatan apapun untuk mengetahui apa yang ia berikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Oh Liss... Aku tidak tahu. Aku tidak ingin hal semacam , um, keuntungan yang tidak adil.” Lissa memutar bola  matanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Itu bukan masalah, dan kau tahu itu. Yang ini aman, aku bersumpah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Cincin yang ia berikan adalah sebuah jimat, yang telah dimasukkan tipe sihir langka yang ia punya. Semua Moroi mengontrol satu dari lima elemen: tanah, udara, air, atau roh.  Roh adalah elemen yang paling langka – sangat langka, yang sudah terlupakan selama berabad-abad. Lalu kemudian Lissa dan beberapa orang muncul dengan kemampuan ini. Tidak seperti elemen yang lain, yang lebih condong bersifat alami dan fisik, roh terikat dengan pikiran dan semua fenomena gaib. Tidak satupun orang mereka yang benar-benar bisa memahaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Membuat jimat dengan roh adalah sesuatu yang baru-baru ini Lissa coba – dan dia tidak terlalu bagus dalam hal ini. Kemampuan roh terbaiknya adalah menyembuhkan, jadi dia terus mencoba untuk membuat jimat penyembuh. Yang terakhir adalah sebuah gelang yang tergantung di tanganku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Yang satu ini bekerja. Hanya sedikit, tapi benda ini akan menolong untuk menjauhkan kegelapan selama tes.” Dia berbicara dengan ringan, tapi kami berdua tahu keseriusan dari makna kata-katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dengan semua anugerah yang diberikan sihir roh, maka ada harga yang harus dibayarkan: kegelapan yang ditunjukkan sekarang dengan kemarahan dan kebingungan, dan bahkan terkadang mengarah ke arah kegilaan. Kegelapan yang terkadang mengalir kepadaku melalui ikatan kami. Lissa dan aku pernah membicarakan tentang jimat dan kekuatan penyembuhnya, kami bisa melawan ini semua. Yang juga merupakan sesuatu yang harus kami kuasai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku memberinya senyuman yang lemah, bergerak demi menanggapi perhatiannya, dan menerima cincin itu. Benda ini tidak membakar tanganku yang berarti tanda-tanda yang menjanjikan. Cincin ini kecil dan hanya muat untuk jari kelingkingku. Aku tidak merasakaan hal apapun saat aku memakainya.  Terkadang hal itu terjadi  dengan jimat penyembuh.  Atau ini berarti cincin ini benar-benar tidak ada gunanya. Sepanjang ini tidak ada hal yang menyakiti terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Trims,” kataku. Aku merasa kebahagian menyapu diriku melalui pikirannya dan kami melanjutkan perjalanan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mengangkat tanganku, mengagumi bagaimana batu-batu hijau berkerlap-kerlip. Perhiasan bukanlah ide yang bagus untuk dilibatkan dalam aktivitas fisik yang akan kuhadapi, tapi aku bisa memakai sarung tangan untuk menutupinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sulit rasanya mempercayai setelah semua ini, kita akan berakhir disini dan akan segera keluar ke dunia nyata,” aku merenung terlalu keras, tidak terlalu mempertimbangkan kata-kataku sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Di sampingku, tubuh Lissa mengeras, dan aku mendadak menyesali ucapanku. ‘Keluar ke dunia nyata’ maksudnya Lissa dan aku akan berada di bawah kendali sebuah tugas yang pernah dia -- dengan berat hati – janjikan untuk menolongku  beberapa bulan yang lalu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saat di Siberia, aku mempelajari kalau ada kemungkinan untuk mengembalikan Dimitri menjadi seorang dhampir lagi seperti aku. Kesempatannya kecil – mungkin hanya sebuah kebohongan – dan mempertimbangkan bagaimana dia mencoba untuk membunuhku, aku tidak memiliki ilusi kalau aku memiliki pilihan lain selain membunuh dia jika kematian menimpanya atau diriku. Tapi jika ada sebuah cara yang memungkinkan diriku untuk menyelamatkannya sebelum hal tersebut terjadi, aku harus menemukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sayangnya, satu-satunya cara bagi kami untuk membuat keajaiban ini menjadi nyata harus lah melalui tindak kriminal. Tidak hanya melalui orang kriminal juga: Victor Dashkov, seorang Moroi bangsawan yang telah menyiksa Lissa dan melakukan segala tindak kekejaman yang membuat kehidupan kami terasa seperti di neraka. Keadilan sudah ditegakkan dan Victor telah terkunci jauh di penjara, namun  sebenarnya merupakan hal yang rumit. Kami menyadari sepanjang keberadaannya yang ditakdirkan untuk hidup di belakang jeruji tahanan, dia merasa tidak memliki alasan untuk berbagi apa yang dia tahu tentang saudara laki-laki tirinya –seseorang yang pernah diduga menyelamatkan seorang Strigoi. Aku memutuskan – mungkin secara tidak logis – kalau Victor mungkin akan menyerahkan informasi itu jika kami menawarkan kepadanya satu hal yang tidak bisa diberikan orang lain: kebebasan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ide ini bukanlah sesuatu yang konyol untuk bisa dilakukan dengan banyak alasan. Pertama, aku tidak yakin kalau rencana itu bisa berhasil. Hal ini sejenis sebuah rencana yang besar. Kedua, aku sama sekali tidak tahu bagaimana cara mementaskan adegan sebuah pembobolan penjara, bahkan kami tidak tahu dimana penjaranya. Dan terakhir, sebuah fakta kalau kami harus melepaskan musuh abadi kami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hal in cukup menghancurkanku, membiarkan Lissa sendirian. Apalagi ada banyak masalah yang dihadirkan ide ini untuknya – dan percayai aku, memang begitu – dia telah bersumpah akan menolongku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku sudah menawarkan untuk membebaskannya dari sumpahnya itu berlusin-lusin kali di beberapa bulan terakhir ini, tapi dia tetap bersikeras. Tentu saja, mempertimbangkan kami bahkan tidak memiliki cara untuk menemukan penjaranya, sumpahnya mungkin tidak akan menjadi masalah pada akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mencoba mengisi keheningan yang canggung diantara kami, langsung menjelaskan kalau aku bersungguh-sungguh untuk bisa merayakan ulang tahunnya dengan gaya minggu depan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Usahaku itu diinterupsi oleh Stan, satu dari instruktur lamaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Hathaway!” Dia menyalak, datang dari arah lapangan. “Senang melihat kau bergabung dengan kami. Masuk kau sekarang!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pikiran tentang Victor menghilang dari pikiran Lissa. Lissa memberikan pelukan kilat untukku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Semoga berhasil,” dia berbisik. “Tapi kamu tidak memerlukannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ekspresi Stan mengatakan padaku kalau ucapan perpisahan-sepuluh-detik ini lebih lama dari kenyataannya. Aku menyeringai pada Lissa sebagai ucapan terimakasih, dan kemudian dia pergi untuk mencari teman-teman kami yang berada di tempat penonton saat aku mengekori Stan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau beruntung karena tidak menjadi salah satu yang mendapat giliran pertama,” dia menggeram. “Orang-orang bahkan membuat taruhan apakah kau muncul atau tidak.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Benarkah?” aku bertanya senang. “Rintangan apa yang ada disana? Karena aku bisa saja merubah pikiranku dan mengambil uang taruhanku. Untuk menambah sedikit uang saku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Matanya yang tajam mengarah padaku, memperingatkan kalau tidak ada lagi kata-kata yang dibutuhkan saat kami memasuki  area tempat menunggu untuk ke lapangan, berseberangan dari tempat penonton. Hal ini selalu membuatku terkagum-kagum di masa lalu tentang bagaimana jerih upaya untuk bisa sampai ke ujian ini, aku rasa kagumku tidak berkurang sekarang saat aku menatapnya lebih dekat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Barak tempat para novis menunggu dibangun dari kayu, lengkap dengan atapnya. Bentuknya terlihat seolah merupakan bagian dari stadion in sejak lama. Bangunan ini dibangun dengan sangat cepat and juga akan dengan sangat cepat di hancurkan sesaat setelah ujian ini selesai. Sebuah pintu masuk seluas tiga orang berjajar memberikan celah untuk melihat ke lapangan, dimana satu dari teman sekelasku tengah menunggu dengan cemas, menunggu namanya dipanggil. Segala rintangan sudah diatur disini, tantangan tes keseimbangan dan koordinasi saat tengah bertarung dan menghindari para pengawal dewasa yang bisa saja bersembunyi di sekitar benda-benda dan sudut.  Dinding kayu telah dibangun di sisi lapangan, menciptakan jalan-jalan yang memusingkan. Jaring-jaring dan panggung yang bergoyang-goyang menggantung di sepanjang area, dirancang untuk mengetes seberapa baik kami bertarung di bawah kondisi yang sulit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Beberapa novis lain berkerumun di pintu masuk, berharap mendapat keuntungan dengan menonton yang sudah lebih dulu masuk dari mereka. Tidak termasuk aku. Aku akan masuk kesana dengan kondisi buta, yakin untuk menghadapi apa pun yang mereka lempar padaku. Mempelajari lapangan sekarang hanya akan membuatku terlalu banyak berpikir dan panik. Tenang adalah satu-satunya hal yang aku butuhkan sekarang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jadi aku bersandar di satu dari dinding barak dan memperhatikan sekelilingku. Kelihatannya aku benar-benar akan muncul paling terakhir dan aku menduga-duga berapa banyak orang yang kehilangan uangnya karena bertaruh atas kehadiranku. Beberapa teman sekelasku berbisik-bisik dalam kelompok. Beberapa sedang melakukan latihan pemanasan dan perenggangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yang lain berdiri dengan para instruktur yang menjadi mentor. Guru-guru itu berbicara dengan sungguh-sungguh kepada murid-murid mereka, memberikan kata-kata nasihat terakhir. aku terus mendengar kata fokus dan tenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Melihat para instruktur itu membuat jantungku sesak. Begitulah yang kubayangkan dulu tentang hari ini. Aku membayangkan Dimitri dan aku berdiri bersama, bersamanya yang terus mengatakan padaku untuk menganggap hal ini serius dan tidak kehilangan ketenanganku saat aku berada di lapangan. Alberta telah memberikan latihan yang lumayan untukku sejak aku kembali dari Rusia, tapi sebagai kapten, dia berada di lapangan sekarang, sibuk dengan segala macam hal yang berbau tanggung jawab. Dia tidak punya waktu untuk datang kesini dan menggenggam tanganku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Teman-temanku yang mungkin menawarkan kehangatan – Eddie, Meredith, dan yang lainnya – tengah berpegangan dalam ketakutan mereka bersama. Aku sendirian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tanpa Lissa atau dimitri – atau, siapapun – aku merasakan rasa sakit yang mengejutkan dari kesendirian yang membanjiri tubuhku. Ini tidak benar. Aku tidak seharusnya sendirian. Dimitri harusnya disini bersamaku. Itulah yang seharusnya terjadi. Aku menutup mataku, membiarkan diriku sendiri berpura-pura kalau dia ada disini, hanya beberapa inci saat kami berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Jangan khawatir, komrad. Aku bisa melakukan semua ini dengan menutup mata. Hei, mungkin aku benar-benar bisa melakukannya. Apa kau punya sesuatu yang bisa aku gunakan? Jika kau baik padaku, aku bahkan akan membiarkanmu mengikatkannya sendiri padaku.” Mengingat fantasi ini terjadi setelah kami tidur bersama, ada kemungkinan  besar dia mau membantu membukakan penutup mataku – daripada hal yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku bisa dengan jelas membayangkan gelengan jengkel kepalanya yang kupuroleh oleh ulahku. “Rose, aku bersumpah, terkadang setiap hari bersamamu terasa seperti ujian personal bagi diriku sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tapi aku tahu dia tersenyum dan ada rasa bangga yang ia perlihatkan serta dorongan yang ia berikan padaku saat aku melangkah ke lapangan adalah satu-satunya hal yang aku perlukan untuk melalui ujian itu –&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa kau sedang meditasi?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku membuka mataku, heran dengan suara itu. “Ibu? Apa yang kau lakukan disini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibuku, Janine Hathway, berdiri di depanku. Dia hanya beberapa inci lebih pendek dariku tapi sudah cukup memiliki pengalaman bertarung untuk seseorang yang ukurannya dua kali lipat dari badanku.  Tampilan berbahaya dari wajah kecokelatannya berani mengahadapi  siapapun yang membawa tantangan. Dia memberikanku senyuman masam dan meletakkan satu tangannya ke pinggulnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sejujurnya, apa kau merasa aku tidak akan datang melihatmu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak tahu,” aku mengakui, merasa sedikit bersalah karena meragukan kehadirannya. Dia dan aku tidak terlalu sering berhubungan selama beberapa tahun, dan tes ini adalah kesempatan terbaru kami --- sebagian besar merupakan kesempatan yang buruk – untuk memulai membangun kembali hubungan kami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Selama sebagian besar hidupku, aku masih tidak tahu bagaimana perasaanku mengenai dirinya. Aku terombang-ambing diantara gadis kecil yang membutuhkan kehadirannya sebagi seorang ibu yang selalu tidak ada dan kemarahan seorang remaja karena merasa dibuang. Aku juga tidak benar-benar yakin apakah aku sudah memaafkannya pada saat secara ‘tidak sengaja’ ia memukulku dalam sebuah pertarungan pura-pura.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku pikir kau punya, kau tahu kan, banyak hal penting yang harus dilakukan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak mungkin aku melewatkan acara ini.” Dia mencondongkan kepalanya ke arah barisan penonton, membuat rambut pirang keritingnya bergoyang. “Begitu juga ayahmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“APA?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku segera menuju ke arah pintu masuk dan mengintip ke arah lapangan. Pandanganku ke arah penonton tidaklah sangat bagus, terima kasih kepada semua rintangan di lapangan, tapi cukup baik.  Disanalah dia: Abe Mazur. Dia mudah terlihat, dengan janggut dan kumis hitamnya, sebagus skarf  rajut hijau jamrud berpadu padan dengan kemejanya. Aku bahkan bisa melihat kilauan dari anting emasnya. Dia mungkin akan meleleh dengan hawa panas disini, tapi aku menduga dia membutuhkan lebih dari sekedar keringat untuk menjinakkan selera dandanan nya yang mewah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika hubunganku dengan ibuku cukup sederhana, hubunganku dengan ayahku kenyataannya tidak pernah ada. Aku pernah bertemu dengannya di bulan Mei dan bahkan setelah itu aku tidak tahu, tidak sampai aku kembali dan mengetahui kalau aku adalah putrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Semua dhampir memiliki satu orang tua Moroi, dan dia adalah orang tuaku. Aku masih tidak yakin bagaimana perasaanku padanya. Kebanyakan dari latar belakangnya masih merupakan misteri, tapi ada banyak gosip yang mengatakan kalau ia terlibat bisnis ilegal. Orang-orang juga bertingkah seolah dia adalah tipe pematah lutut seseorang. Di Rusia, mereka memanggilnya Zmey: sang ular.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saat aku menatapnya dengan heran, ibuku berjalan kesampingku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dia akan senang kau melakukannya tepat waktu,” katanya. “Dia bertaruh banyak kalau kau akan muncul. Dia bertaruh uang untukmu, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mengerang “Tentu saja. Tentu saja dia akan menjadi bandar dari semua itu. Harusnya aku sudah tahu sesegera –“ rahangku terasa jatuh. “Apa dia sedang berbicara dengan Adrian?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yup. Seseorang yang sedang duduk di samping Abe, Adrian Ivashkov – pacar lebih atau kurangku. Adrian adalah seorang Royal bangsawan – dan pengguna sihir roh seperti Lissa. Dia tergila-gila padaku (Dan seringnya hanya gila) sejak pertama kali kami bertemu, tapi mataku hanya untuk Dimitri. Setelah kegagalanku di Rusia, aku kembali dan berjanji memberikan Adrian sebuah kesempatan. Yang mengagetkanku, segala hal ... berjalan dengan baik diantara kami. Bahkan sangat baik. Dia telah menuliskan sebuah proposal mengapa mengencaninya terdengar sebagai keputusan. Proposal itu termasuk hal-hal seperti ‘aku akan berhenti merokok, kecuali aku benar-benar, sungguh-sungguh membutuhkannya’ dan ‘aku akan memberikan kejutan romantis setiap minggu, seperti: sebuah piknik mendadak, mawar-mawar, atau sebuah perjalanan ke Paris – tapi bukan satu dari beberapa hal tersebut karena mereka tidak lagi merupakan kejutan sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bersamanya  tidak seperti saat aku bersama Dimitri, tapi kemudian, aku menduga kalau tidak ada dua hubungan yang bisa-bisa terasa sama. Ada dua laki-laki berbeda. Aku masih terbangun sepanjang waktu, kesakitan atas hilangnya Dimitri dan cinta kami. Aku menyikasa diriku sendiri atas kegagalanku membunuhnya di Siberia dan membebaskannya dari kondisi tidak-bisa-mati. Meskipun begitu, rasa kehilangan itu tidak mengartikan kalau kehidupan romantisku telah berakhir – terkadang aku membutuhkan waktu untuk menerimanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Melupakan sangatlah sulit, tapi Adrian telah membuatku bahagia. Dan untuk sekarang, semua yang ia berikan cukup bagiku. Tapi itu bukan berarti aku ingin dia bersantai-santai dengan ayah mafiaku juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dia itu pengaruh buruk!” Aku protes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibuku mendengus. “Aku ragu Adrian akan bisa banyak mempengaruhi Abe.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bukan Adrian! ABE! Adrian sedang belajar berperilaku baik. Abe akan mengacaukan semaunya.” Bersamaan dengan merokok, Adrian sudah bersumpah untuk berhenti minum dan semua sifat buruk lain dalam proposal berkencannya. Aku mengerling ke arah Adrian dan Abe di seberang padatnya penonton, mencoba menduga topik apa yang bisa menjadi sangat menarik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa yang sedang mereka bicarakan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kurasa topiknya paling tidak masalah-masalahmu sekarang.” Janine Hathway bukan siapa-siapa dalan hal yang tidak berhubungan dengan yang berbau praktek. “Jangan terlalu mengkhawatirkan mereka dan lebih khawatirkan ujiannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa kau rasa mereka sedang membicarakan aku?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Rose!” Ibuku memberikan pukulan ringan dilenganku dan aku kembali menarik fokus mataku ke arahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau harus menganggap hal ini seirus. Tetaplah tenang dan fokusmu jangan teralihkan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kata-katanya sangat mirip dengan apa yang dikatakan Dimitri dalam imajinasiku, membuat sebuah senyuman perlahan muncul di wajahku. Aku tidak sendirian disini ternyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa yang lucu?” dia bertanya khawatir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bukan apa-apa,” kataku, memeluknya. Dia menegang awalnya dan kemudian badanya terasa santai, sebenarnya memelukku balik sebentar dan melepaskannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku senang kau ada disini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibuku bukanlah seseorang yang bisa menunjukkan rasa kasih sayangnya dan aku mendapatkannya lengah. “Baiklah,” katanya, jelas sekali terlihat bingung, “Aku sudah bilang padamu kalau aku tidak akan melewatkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku melirik kembali ke arah penonton. “Abe, sebaliknya, aku tidak terlalu yakin.” Atau ... tunggu. Sebuah ide aneh datang padaku. Tidak, sebenarnya tidak terlalu aneh. Curang atau tidak, Abe memiliki koneksi – seseorang yang cukup berkuasa untuk menyelipkan sebuah pesan ke Victor Dashkov di penjara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Abe adalah seseorang yang pernah dimintai informasi tentang Robert Doru, Saudara laki-laki Victor yang menguasai roh, sebagai kebaikan hatinya untukku. Ketika Victor sudah mengirim balik suratnya dan mengatakan kalau dia tidak memiliki alasan untuk menolong Abe untuk apa yang ia butuhkan, aku dengan cepat mengubah pemikiran dari meminta bantuan ayaku dan melompat ke ide membobol penjara. Tapi sekarang –&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Rosemarie Hathaway!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Alberta yang memanggilku, suaranya memekik dan kencang. Terdengar seperti terompet, sebuah panggilan untuk bertarung. Semua pikiran tentang Abe dan Adrian – dan ya, bahkan Dimitri – menghilang dari pikiranku. Kurasa ibuku mengharapkan agar aku berhasil, tapi kata-kata tepatnya sudah tidak terdengar lagi saat aku berdiri menghadapi Alberta dan lapangan. Gelombang adrenalin menggelora dalam diriku.  Semua perhatianku sudah berada pada apa yang ditempatkan di depanku: Ujian yang akhirnya akan menjadikanku seorang pengawal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;(Diterjemahkan langsung dari Spirit Bound by Richelle Mead)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-9180940092904638023?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/9180940092904638023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/01/spirit-bound-bahasa-indonesia-chapter-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/9180940092904638023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/9180940092904638023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2012/01/spirit-bound-bahasa-indonesia-chapter-1.html' title='Spirit Bound ~ Bahasa Indonesia (Chapter 1)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lZBc_W5Qibk/TwJmukWx9DI/AAAAAAAAAr0/JkitVepXaH4/s72-c/%257E5+Spirit+Bound.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-2611658191205508201</id><published>2011-11-09T13:22:00.000+08:00</published><updated>2011-11-09T13:22:58.106+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biodata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artis Korea Selatan'/><title type='text'>Biodata Ham Eun-Jeung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JY0LEfPI1Ow/TroM5mk-JcI/AAAAAAAAAqg/kpTGG2jN7dQ/s1600/Ham+Eunjeong+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://1.bp.blogspot.com/-JY0LEfPI1Ow/TroM5mk-JcI/AAAAAAAAAqg/kpTGG2jN7dQ/s320/Ham+Eunjeong+copy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;  H &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;am Eun-jeong (Hangul: 함은정) (terkadang ditulis Ham Eun Jung; lahir 12 Desember 1988) adalah seorang penyanyi idola dari Korea Selatan, penyanyi rap, dan aktris. Dia lebih terkenal sebagai salah satu anggota grup penyanyi wanita bergenre K-pop, T-ara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Eun-jeong lahir di Seoul, Korea Selatan. Ibunya yang merupakan lulusan Universitas Ewha Womans, merupakan guru piano senior yang bekerja sebagai agen Eun-jeong. Saat berada di kelas tujuh, Eun-jeong mulai belajar taekwondo dan memenangkan tiga kompetisi yang berbeda. Ibunya memutuskan untuk berhenti mengajar dan memanajemen karier Eun-jeong pada saat kelulusannya di sekolah menengah atas pada tahun 2007. Setelah itu, Eun-jeong mendaftar di Universitas Dongguk saat dia mengambil kursus akting. Eun-jeong adalah anak tunggal dan pernah menjelaskannya pada media, “Ibuku mengandung diriku setelah menikah selama hampir 10 tahun dengan ayahku, sehingga rasanya terasa semakin menyakitkan. Setelah menonton beberapa artis terkenal di masa lalu, dia ingin menjadi artis. Sekarang aku menjadi artis, dia sangat senang karena aku memprioritaskan aktingku. Dia percaya kalau doa lamanya telah terkabul.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pada tahun 1995, saat Eun-jeong berusia tujuh tahun, dia mengikuti pertunjukkan “Little Miss Korea” (Miss Korea Cilik)  dan memenangkannya. Di tahun yang sama, dia muncul pada drama remaja "신세대 보고서 어른들은 몰라요" ("Sinsedae Bogoseo Eoreundeureun Mollayo"), yang ditayangkan di televisi. Setelah itu, dia mendapatkan beberapa peran kecil di beberapa film dan drama korea, sambil menjalani beberapa film iklan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Karir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;T-ara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dari debut grup T-ara pada tanggal 29 July 2009 hingga September 2010, dia menjadi pemimpin grup kedua di T-ara. Hanya dia dan Jiyeon yang merupakan anggota grup yang dilatih berakting. Namun mereka berdua malahan lebih memilih menyanyi dari pada menekuni keinginan lama mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Akting&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia muncul di video musik SG Wannabe berjudul "Gasiri" ("가시리") dari album mereka yang bertajuk   Story In New York pada tahun 2007. Kemudian, dia juga muncul di video musik FT. Island berjudul "Thunder" ("천둥"), "Only One Person" ("한사람만"), dan "A Man's First Love Follow Him To The Grave" ("남자의 첫사랑은 무덤까지 간다"). Dia juga membintangi video musik Davichi berjudul "Time, Please Stop" ("시간아 멈춰라"; "Sigana Meomchwora") yang rilis pada tanggal 6 Mei 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Eunjung memainkan peran drama pertamanya di Coffe House yang ditayangkan di SBS dari 17 Mei 2010 hingga 17 Juli 2010. Pada bulan Juli 2010, Eunjung didaulat sebuah peran utama dalam film pertamanya yang bergenre horor,  White (화이트) yang disutradarai oleh Kim Gok dan Kim Sun.  Syuting film ini dimulai pada bulan November 2010. Film ini rilis di bioskop-bioskop di Korea Selatan pada tanggal 9 Juni 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*Artikel ini akan ku posting di Wikipedia di laman &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eunjung"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Eunjung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;. MOhon kritik dan sarannya yaa. Plus mohon diperbaiki apabila masih ada yang salah. Hehehe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-2611658191205508201?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/2611658191205508201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/11/biodata-ham-eun-jeung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2611658191205508201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2611658191205508201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/11/biodata-ham-eun-jeung.html' title='Biodata Ham Eun-Jeung'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JY0LEfPI1Ow/TroM5mk-JcI/AAAAAAAAAqg/kpTGG2jN7dQ/s72-c/Ham+Eunjeong+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-4002107506443946982</id><published>2011-10-21T10:01:00.000+08:00</published><updated>2011-10-21T10:01:02.697+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='book preview'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bound'/><title type='text'>Spirit Bound ~ Bahasa Indonesia (Teaser ~ Love Letter-Death Treats form Dimka)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qOCWVt93N5U/TqDR-OFav6I/AAAAAAAAApQ/6UDk5Dh6PII/s1600/41o2vJWxcYL.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-qOCWVt93N5U/TqDR-OFav6I/AAAAAAAAApQ/6UDk5Dh6PII/s320/41o2vJWxcYL.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;  A &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; DA SEBUAH PERBEDAAN BESAR ANTARA  surat ancaman kematian dengan surat cinta – meskipun orang yang menulis surat ancaman kematian ini masih menyatakan kalau ia sesungguhnya mencintaimu. Tentu saja, mempertimbangkan satu kali upaya pembunuhan yang pernah kucoba lakukan kepada orang yang kucintai, mungkin aku tidak berhak untuk menghakiminya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Surat hari ini sangatlah tepat waktu, bukanlah sesuatu yang harusnya tidak terlalu kuharapkan. Aku sudah mebacanya sebanyak empat kali sejauh ini, dan meskipun aku akan terlambat, aku tidak bisa menolak membaca untuk yang kelima kalinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Roseku tersayang, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Satu dari beberapa sisi yang tidak menguntungkan dari menjadi yang dibangkitkan adalah kami tidak lagi membutuhkan tidur; karena itulah kami juga tidak lagi bermimpi.  Ini memalukan, karena jika aku bisa tidur, aku tahu aku akan memimpikanmu. Aku akan memimpikan bagaimana aroma tubuhmu dan bagaimana rambutmu yang hitam terasa seperti sutra diantara jemariku. Aku akan memimpikan bagimana halusnya kulitmu dan buasnya bibirmu saat kita berciuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tanpa mimpi-mimpi itu, aku harus mengisi diriku dengan imajinasiku sendiri – yang rasanya hampir sama menyenangkannya. Aku bisa membayangkan semua hal itu dengan sempurna, sesempurna saat semua ini terjadi ketika aku mengambil hidupmu dari dunia ini. Sesuatu yang kusesali untuk dilakukan, tapi kau membuatku tidak lagi meiliki pilihan. Penolakkanmu untuk bergabung denganku dalam kehidupan abadi dan cinta tidak meninggalkan jalan lain, dan aku tidak bisa mengizinkan seseorang sebahaya dirimu untuk hidup. Lagipula, meskipun aku memaksamu untuk bangkit, kau sekarang terlalu banyak memiliki musuh diantara para Strigoi yang satu diantaranya akan membunuhmu. Jika kau harus mati, maka kematianmu haruslah ditanganku. Bukan orang lain. Meskipun demikian, aku harap kau akan bertindak hebat saat kau menjalani ujianmu – bukan karena kau perlu keberuntungan. Jika mereka benar-benar membuatmu melawan mereka, itu hanya akan membuang waktu setiap orang. Kau yang terbaik dalam tim, dan mulai malam ini kau akan mengenakan tanda janjimu. Tentu saja, itu berarti kau akan menjadi lebih menantang saat kita bertemu lagi – yang nantinya akan sangat kunikmati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan kita akan bertemu lagi. Dengan kelulusan, kau akan keluar dari Akademi, dan sekali kau berada di luar ruangan, aku akan menemukanmu. Tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang bisa menyembunyikanmu dariku. Aku mengawasimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dengan cinta,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dimitri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*Kelanjutannya? Tunggu minggu depan ^.^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-4002107506443946982?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/4002107506443946982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/spirit-bound-bahasa-indonesia-teaser.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/4002107506443946982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/4002107506443946982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/spirit-bound-bahasa-indonesia-teaser.html' title='Spirit Bound ~ Bahasa Indonesia (Teaser ~ Love Letter-Death Treats form Dimka)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qOCWVt93N5U/TqDR-OFav6I/AAAAAAAAApQ/6UDk5Dh6PII/s72-c/41o2vJWxcYL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-8209723347078665122</id><published>2011-10-21T09:56:00.000+08:00</published><updated>2011-10-21T09:56:07.439+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blood promise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><title type='text'>Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 12)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5u859lR8gRk/TqDQManWa6I/AAAAAAAAApI/5ugIE6zn7Jk/s1600/%257E4+Blood+Promise.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-5u859lR8gRk/TqDQManWa6I/AAAAAAAAApI/5ugIE6zn7Jk/s320/%257E4+Blood+Promise.JPG" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;  M &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; ERASA DITINGGALKAN LISSA dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, dan tanpa adanya rencana aksi selanjutnya, aku praktis melanjutkan hidup dengan tetap tinggal bersama keluarga Belikov untuk beberapa hari berikutnya. Aku jatuh dalam rutinitas normal mereka, lagi-lagi aku kaget dengan bagaimana mudahnya aku melakukannya. Aku berusaha keras untuk membuat diriku berguna, melakukan tugas sehari-hari yang mereka izinkan untuk kulakukan dan bahkan sampai melakukan hal yang begitu jauh dari bayanganku dengan menjaga bayi (sesuatu yang tidak membuatku nyaman, mengingat sebagai calon penjaga, aku tidak memiliki waktu lebih untuk melakukan perkejaan paruh waktu selesai sekolah sebagai pengasuh bayi). Yeva mengawasiku sepanjang waktu, tidak pernah mengatakan apapun tapi selalu terlihat seolah dia tidak setuju. Aku tidak yakin apakah ia menginginkan aku pergi atau apakah memang begitu ia selalu terlihat. Namun yang lain tidak pernah menanyaiku sama sekali. Mereka terlihat senang memiliku di sekitar mereka dan membuatnya semaki tampak jelas di setiap kali mereka melakukan sesuatu. Viktoria khususnya, yang merasa bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku berharap kau bisa kembali ke sekolah bersama kami,” kata Viktoria suatu malam. Dia dan aku sudah menghabiskan banyak waktu bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kapan kau akan pulang?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Senin, tepat setelah hari Paskah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mersakan sedikit kesedihan menggolara dalam diriku. Apakah aku masih berada disini atau tidak aku akan merindukan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Oh, Tuhan. Aku tidak menyangka akan secepat itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Keheningan kecil jatuh diantara kami; kemudian dia menatapku lama. “Pernahkan kau berpikir ... well, pernahkan mungkin kau berpikir tentang kembali ke St. Basil dengan kami?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menatap. “St. Basil? Sekolah mu namanya menggunakan saint juga?” Tidak semuanya seperti itu. Adrian berasala dari sebuah sekolah di Timur Pasifik bernama Alder.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kepala sekolah kami seorang pendeta dari manusia,” katanya sambil menyeringai. “Kau bisa mendaftar disana. Kau bisa menyelesaikan tahun terakhirmu – aku yakin mereka akan menerimamu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dari semua pilihan gila yang pernah aku pertimbangkan dalam perjalanan ini – dan percaya padaku, aku sudah mempertimbangkan banyak sekali hal gila – ada satu yang tidak pernah melintas dalam pikiranku. Aku masuk sekolah lagi. Aku sangat yakin tidak ada apapun lagi yang bisa aku pelajari – well, setelah bertemu Sydney dan Mark, sangat jelas memang ada beberapa hal lain yang masih perlu dipelajari. Namun, mempertimbangkan apa yang aku inginkan untuk kulakukan dengan hidupku, aku tidak terpikir kalau menjalani  semester lain dengan Matematika dan IPA bisa berarti lebih buatku. Dan selama latihan menjadi penjaga yang kuterima selama ini, aku lebih banyak melakukan persiapan untuk ujian di akhir tahun. Entah bagaimana, aku meragukan ujian-ujian itu dan tantangan-tantangan yang akan datang akan sangat jauh dari apa yang sudah aku alami dengan Strigoi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menggelengkan kepalaku. “Kurasa tidak. Kupikir aku sudha cukup berurusan dengan sekolah. Lagipula, sekolahnya pasti dalam bahasa Rusia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mereka akan menerjemahkannya untukmu,” sebuah seringaian nakal menyala di wajahnya. “Selain, bahasa menendang dan memukul.” Senyumnya memudar menjadi ekspresi yang terlihat lebih bijaksana. “Tapi serius, jika kau tidak menyelesaikan sekolah dan kau tidak ingin menjadi pengawal ... mengapa kau tidak tinggal disini saja? Maksudku, tinggalah di Baia. Kau bisa tinggal bersama kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak akan menjadi pelacur darah,” jawabku spontan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sebuah tatapan aneh melintasi wajahnya. “Bukan itu yang aku maksudkan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Seharusnya aku tidak mengatakannya. Maaf.” Aku merasa jahat dengan jawaban spontan itu. Saat aku terus mendengar gosip tentang pelacur darah di kota, aku hanya melihat satu atau dua, dan  jelas sekali wanita di keluarga bukan termasuk jjenis itu. Kehamilan Sonya memang sesuatu yang masih misteri, namun bekerja di toko obat tidak menunjukkan aktivitas mesum. Aku sudah sedikit mempelajari mengenai situasi Karolina. Ayah dari anak-anaknya adalah seorang Moroi yang jelas sekali merupakan hubungan yang sungguh-sungguh. Dia tidak merendahkan dirinya dengan bersama pria itu, dan pria itu pun tidak memanfaatkannya. Setelah bayinya lahir, mereka berdua memutuskan berpisah, tapi dengan jalan persahabatan. Sekarang Karolina tengah menjalani hubungan dengan seorang penjaga yang berkunjung setiap kali ia harus pergi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Beberapa pelcaur darah yang pernah kulhat di sekitar kota sangat mirip dengan gambaran yang ada di kepalaku. Pakaian dan dandanan mereka meneriakkan seks. Memar di leher mereka jelas sekali menunjukkan kalau mereka tidak masalah membiarkan pasangan mereka meminum darah selama bercinta, yang jelas merupakan hal paling rendah yang bisa dilakukan para dhampir. Hanya manusia yang boleh memberikan darahnya kepada Moroi. Jenisku tidak. Membiarkan hal ini terjadi – khusunya selama aktivitas bercinta – seperti yang sudah kubilang, sangat rendah. Haling paling kotor dari yang kotor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ibu akan senang kalau kau tetap tinggal. Kau bisa mendapatkan pekerjaan juga. Jadilah bagian dari keluarga kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak bisa menggantikan tempat Dimitri, Viktoria,” jawabku lembut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia meraih dan meremas hangat tanganku. “Aku tahu. Tidak ada satupun orang yang mengharapkanmu untuk jadi dia. Kami menyukaimu karena dirimu, Rose. Keberadaanmu disini terasa sangat benar – ada alasan mengapa Dimka memilih bersamamu. Kau cocok disini. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mencoba untuk membayangkan kehidupan yang ia gambarkan. Terdengar ... mudah. Nyaman. Tidak ada kekhawatiran. Cukup tinggal bersama sebuah keluarga bahagia, tertawa dan keluar bersama setiap malam. Aku bisa melanjutkan hidupku sendiri, tidak perlu membuntutiorang lain sepanjang waktu. Aku akan mempunyai saudara perempuan. Tidak akan ada pertempuran – kecuali untuk bertahan. Aku bisa menyerah untuk melanjutkan rencana membunuh Dimitri – yang aku tahu akan membunuhku juga, secara fisik maupun jiwa. Aku bisa memilih jalur yang logis, membiarkannya pergi dan menerima kenyataan kalau dia sudah mati. Namun, .... jika aku melakukannya, mengapa tidak kembali saja ke Montana? Kembali ke Lissa dan Akademi?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak tahu,” sahutku pada Viktoria akhirnya. “Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.” Obrolan ini terjadi tepat setelah makan malam dan dia melirik ke arah jam ragu-ragu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak ingin meninggalkanmu, terutama karena kita tidak punya banyak waktu bersama, tapi ... aku harus segera menemui seseorang ...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Nikolai?” godaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia menggelengkan kepalanya, dan aku mencoba menyembunyikan rasa kekecewaanku. Aku pernah melihatnya beberpaa kali dan dia tumbuh menjadi sangat pantas untuk dicintai sekarang. Sayang sekali Viktoria tidak bisa menumbuhkan perasaan kepadanya. Meskipun, aku pernah  bertanya-tanya apa ada sesuatu yang mungkin menahannya  - atau seseorang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Oh, bukan,” jawabku sambil menyeringai. “Siapa dia?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia tetap menjaga agar wajahnya terlihat datar, imitasi ekspresi Dimitri. “Seorang teman,” jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Seseorang dari sekolah?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak.” desahnya. “Dan itulah masalahnya. Aku akan sangat merindukannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Senyumku memudar. “Aku bisa membayangkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Oh,” dia terlihat malu. “Bodohnya aku. Maksudku, aku mungkin tidak akan melihatanya untuk sementara waktu ... tapi aku akan bertemu dengannya lgi. Tapi Dimitri telah tiada. Kau tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. sebenarnya, kata-katanya itu tidak semuanya benar. Tapi, aku tidak mengatakan itu padanya. Malah aku hanya berkata, “Ya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku terkejut, dia memelukku. “Aku tahu seperti apa rasanya cinta itu. Dan kehilangan ... aku tidak tahu. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Yang hanya bisa kuucapkan adalah kami ada disini untukmu. Kami semua, Oke? Kau tidak bisa menggantikan Dimitri, tapi kau terasa seperti saudara perempuan kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia menganggapku saudaranya sehingga membuatku tegang dan hangat pada saay bersamaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia harus pergi setelah itu untuk bersiap-siap menemui kencannya. Segera dia mengganti pakaian dan berdandan – jeals lebih dari sekedar teman biasa – dan segera melangkah ke arah pintu. Aku merasa senang karena aku tidak ingin ia melihat air mata yang dibawa oleh kata-katanya ke mataku. Aku menhabiskan waktukku sebagai anak tunggal. Lissa adalah seseeorang yang hampir terasa seperti saudara bagiku. Aku selalu berpikir kalau Lissa adalah satu-satunya yang bisa kuanggap begitu; satu-satunya  yang telah aku hilangkan sekarang. Mendengar Viktoria memanggilku sebagai saudaranya... menggerakkan sesuatu di dalam diriku. Sesuatu yang menagtakan padaku kalau aku punya teman dan tidak sendirian. Aku melangkah turun ke arah dapur setelah itu dan segera Olena menemaniku. Aku tengah mengobrak-abrik makananku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apakah aku mendengar Viktoria yang pergi?” tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya, dia pergi menemui seorang teman.” Sebagai bentuk menjagaan kepercayaan seseorang, aku menjaga ekspresiku agar tetap terlihat netral. Tidak mungkin aku menjelaskan alasan Viktoria keluar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Olena mendesah, “Padahal aku ingin dia membantuku berbelanja sesuatu di kota.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku akan melakukannya,” kataku dengan senang hati, “Setelah aku mendapatkan sesuatu untuk dimakan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia memberiku senyuman menenangkan dan membelai pipiku. “Kau punya hati yang baik, Rose. Aku bisa mengerti mengapa Dimka mencintaimu.” Rasanya sangat mengagumkan, betapa diterimanya hubunganku dengan Dimitri disini. Tidak satupun dari mereka mempermasalahkan perbedaan usia kami atau hubungan guru-murid. Seperti yang pernah kukatakan pada Sydney, seolah aku adalah jandanya atau sejenisnya dan kata-kata Viktoria tentang aku yang seharusnya tinggal disini kembali berputar dalam kepalaku. Cara Olena menatapku membuatku merasa kalau aku benar-benar putrinya, dan sekali lagi aku merasa sudah mengkhianati ibuku sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibuku mungkin akan menghina aku dan Dimitri. Dia mungkin akan menganggapku tidak pantas dan berkata kalau aku terlalu muda. Atau mungkinkah seperti itu? Mungkin aku lan yang terlalu kasar membayangkannya. melihatku berdiri di depan lemari yang terbuka, Olena menggelengkan kepalanya sambil menyalahkan diori sendiri, “Tapi kau harus makan dulu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Cemilan saja,” aku meyakinkannya. “Jangan repot-repot.” Dia akhirnya mengiriskan sepotong besar roti hitam yag dia buat sebelumnya hari ini dan meletakkan semangkuk mentega karena dia tahu betapa aku senang sekali mengolesi tiap potongan  rotiku.Karolina pernah menggodaku kalau orang Amerika mungkin akan kaget jika tahu apa yang ada di dalam kandungan roti itu, jadi aku tidak pernah menanyakan apapun. Entah bagaimana, rasanya manis dan asam di saat yang bersamaan, dan aku menyukainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Olena duduk di hadapanku dan melihatku makan. “Ini adalah makanan favoritnya ketika ia masih kecil.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dimitri?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia mengangguk. “Kapanpun dia istirahat dari sekolah, hal pertama yang ia lakukan adalah meminta roti itu. Aku  harus membuat satu loyang roti untuk dirinya sendiri hampir setiap kali ia makan. Anak-anak perempuan tidak [ernah  begitu banyak memakannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Cowok selalu makan lebih banyak,” sejujurnya, aku hamp[ir bisa menyaingi nafsu makan mereka semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Benar,” katanya geli. “Tapi aku bahkan mencapai tujuanku ketika aku membuatnya mulai membuat roti itu untuk dirinya sendiri. Kukatakan padanya, jika dia akan memakan semua masakanku, dia lebih baik tahu seberapa banyaknya hal yang harus dilakukan untuk membuatnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tertawa, “Aku tidak bisa bayangkan Dimitri membuat roti.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan akhirnya, segera setelah kata-kata itu keluar, aku berpikir ulang. Asosiasi instanku tentang Dimitri bahwa dia selalu kuuat dan sengit; itu adalah daya tariknya yang seksii, individu yang bertempur seperti seorang dewa datang dalam pikiranku. Namun, sekarang  kelembutan dan kebijaksanaan Dimitri bercampur dengan garis mematikan itu sehingga membuatnya begitu sangat menaggumkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tangan yang sama yang memegang psak dan menggunakannya dengan tepat dan dengan hati-hati menyisiri rambutku  agar tidak menutupi wajahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Matanya yang lihai mengenali bahaya apapun di suatu tempat ternyata bisa menghormatiku dengan tatappan kagum dan memuja, seolah aku adalah wanita tercantik dan terhebat di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mendesah, termakan oleh rasa sakit yang pahit dalam dadaku yang terasa menajdi hal biasa bagiku sekarang.  Hal yang rasanya begitu bodoh, membuat satu loyang roti dari semua hal lain. Tapi begitulah yang pernah terjadi. Aku selalu emosional setiap kali memikirkan Dimitri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mata Olena menatapku, manis dan menghibur. “Aku paham,” katanya, menebak pikiranku. “Aku tahu jelas apa yang tengah kau rasakan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apakah semakin lama akan terasa semakin mudah?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tidak seperti Sydney, Olena punya jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya. Tapi kau tidak akan pernah menjadi orang yang sama.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tidak tahu apakah aku harus merasa nyaman dengan kata-kata itu atau tidak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah aku menyelesaikan makananku, dia memberiku daftar belanjaan, aku melangkah bebas menuju pusat kota, senag berada di luar dan bergerak. Tidak melakukan apapun sangat tidak cocok denganku. Saat aku berada di dalam toko bahan makanan,  aku kaget melihat Mark. Aku mengira dia dan Olenna tidak terlalu sering mengunjungi kota. Aku tidak akan melakukannya jika jadi mereka, menginat mereka menanam sendiri makanan mereka dan hidup dari ladang.  Dia memberiku senyuman yang hangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku bertanya-tanya sebelumnya apakah kau masih berada di sini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya,” aku memegang keranjangku. “Hanya berbelanja untuk keperluan Olena.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku senang kau masih disini,” katanya. “Kau terlihat lebih ... damai.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kurasa cincinmu membantuku. Paling tidak dengan kedamaiannya. Benda ini tidak bisa menyelesaikan banyak hal sejauh  keputusan yang harus diambil.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia mengerutkan dahi, memindahkan susu kaleng yang ia pegang dari satu tangan ke tangan yang lain. “Keputusan apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa yang harus aku lakukan sekarang. Kemana akan pergi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kenapa tidak tinggal disini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Rasanya mengerikan, sangat mirip dengan percakapanku tadi dengan Viktoria. Dan responku juga hampir sama. “Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan jika aku tinggal disini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dapatkan pekerjaan. Tinggallah bersama keluarga Belikov. Kau tahu mereka menyayangimu. Kau sangat cocok bersama keluarga mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Perasaan hangat dan dicintai kembali hadir, dan lagi-lagi, aku mencoba membayangkan diriku  bersama mereka, bekerja  di sebuah toko seperti ini atau menunggui meja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak tahu,” jawabku. Aku memiliki catatan yang kurang baik. “Aku hanya tidak tahu apakan hal seperti  itu cocok buatku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“lebih baik daripada pilihan alternatif yang lain,” ia memperingatkan. “Lebih baik daripada berlarian tanpa memiliki tujuan yang jelas, melemparkan dirimu sendiri untuk mengahdapi bahay. Tidak ada pilihan sama sekali disana ...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Namun, itulah alasan mengapa aku mendatangi Siberia sebeagai tujuan pertama dari rencanaku.  Suara hatiku mencaci maki diriku sendiri. Dimitri, Rose. Apa kau sudah melupakan Dimitri? Apakah kau lupa bagaimana kau datang kesini hanya untuk membebaskannya, seolah dia yang menginginkannya? Atau benarkah itulah yang dinginkannya? Mungkin dia menginginkan aku untuk tetap aman. Aku sungguh tidak tahu, dan tanpa ada pertolongan dari Mason lagi, pilihanku malah semakin kacau. Memikirkan Mason mendadakn mengingatkanku pada suatu hal yang telah lama terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ketika kita ngobrol sebelumnya, kita membecirakan apa yang bisa dilakukan Lissa dan Oksana. Tapi bagaimana denganmu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mark menajamkan matanya, “Apa maksudmu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ppernahkah kau ... pernahkah kau bertemu,um, hantu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Beberapa saat berlalu, dan kemudian ia menarik nafas. “Kuharap hal itu tidak terjadi padamu.” Sangat mengeherankan ketika aku merasa leganya mengetahaui kalau aku tidak sendirian dalam pengaman berhantuku ini. Meskipun sekarang aku mengerti, pernah mengalami kematian dan pernah menjalani dunia orang mati membuatku menjadi target roh. Hal ini masih menjadi satu dari hal gila menjadi dicium bayangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apakah ini terjadi tanpa kau inginkan?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Awalnya. Kemudian aku belajar mengendalikannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku juga,” tiba-tiba aku mengingat kejadian di lumbung waktu itu. “Sebenarnya, tidak semuanya benar,” segera kurendahkan suaraku. Aku tergesa-gesa merangkum apa yang terjadi dalam perjalananku kesini bersama Sydney. Aku tiidak pernah membicarakannya dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau tidak boleh lagi melakukannya,” katanya keras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tapi aku tidak bermaksud melakukannya! Itu terjadi begitu saja.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau panik. Kau butuh pertolongan, dan ada bagian dari dirimu yang memanggil roh-roh di sekelilingmu. Jangan lakukan itu. Itu tidak bear, akan membuatmu mudah kehilnagna kendali.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku bahkan tidak tahu bagaimana caraku melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Seperti yang sudah kubilang, kehilangan kendali. Jangan pernah membiarkan kepanikan menguasi bagian terbaik dari dirimu.” Seorang wanita tua melewati kami, sebuah skarf menutupi kepalanya dan sebuah keranjang sayur melingkari tangannya. Aku menunggu sampai dia menghilang sebelum bertanya lagi pada Mark, “Mengapa mereka mau bertempur untukku?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sebab yang telah mati membenci Strigoi. Strigoi itu tidak alami, tidak hidup ataupun mati – hanya eksistansinya berada di antara keduanya. Ssama seperti saat kita merasakan setan, begitulah halnya para hantu merasakan Strigoi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kelihatannya mereka bisa menjadi senjata yang bagus.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Wajah itu, yang biasanya santai dan terbuka, mengerutkan dahi. “Itu berbahaya. Orang-orang seperti kau dan aku sudah pernah berjalan di tepian  kegelapan dan kegilaan. Memanggil yang telah mati secara terbuka hanya akan membawa kita lebih dekat untuk jatuh dari tepian itu dan akhrnya kita akan kehilangan akal sehat.” Dia melirik jam tangannya dan mendesah. “Dengar, aku harus pergi, tapi aku serius, Rose. Tinggalah disini. Menjauhlah dari masalah. Lawan strigoi jika mereka mendatangimu, tapi jangan mencari mereka dengan membabi buta. Dan jelas, tinggalkan masalah hantu itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Banyak sekali nasihat yang tidak yang tidak yakin bisa kuikuti nantinya. Tapi aku berterima kasih padanya dan mengirimkan salamku untuk Oksana sebelum mengirimkan salamku untuk Oksana sebelum membayar dan pergi juga. Aku menuju jalan pulang ke arah rumah Olena ketika aku memutari sebuah sudut gang dan hampir berjalan tepat di sebelah Abe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia berpakaian mewah seperti biasanya, mengenakan jas mahal dan skarf kuning emas yang sepadan dengan perhiasan emas yang ia pakai. Penjaganya berkeliaran di sekitar tempatini dan dia bersandar di dinding bata sebuah bangunan .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Jadi inilah mengapa kau datang ke Rusia. Untuk pergi ke pasar seperti seorang petani.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak,” kataku. “Tentu saja tidak.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Hanya berkunjung ke tempat indah kalau begitu?’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak. Aku hanya ingin berguna. Berhentilah mencoba mendapatkan informasi dariku. Kau tidak sepintar yang kau kira.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Itu tidak benar.” jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dengar, aku sudah mengataknnya padamu. Aku datang kesini untukku mengatakan berita itu pada keluarga Belikov. Jadi kembalilah dan katakan pada siapapun kau bekerja untuk menerima hal itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan aku sudah mengatakan padamu untuk tidak berbohong padaku,” katanya. Lagi, aku melihat campuran aneh antara bahaya dan gurauan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau tidak mengerti bagaimana aku sudah cukup sabar menghadapimu. Dengan orang lain aku pasti sudah mendapatkan informasi di malam pertama aku membutuhkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Beruntungnya aku,” aku mengejek balik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa sekarang? Apa kau akan membawaku ke lorong bawah dan memukuliku hingga aku mengatakan alasan mengapa aku disini? Kau tahu, aku kehilangan ketertarikan dalam seluruh rutinitas gaya keroyokan menakutkan khas bos-bos ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan aku kehilnagn kesabaranku untukmu,” katanya. Ada sedikit candaan dan saat ia berdiri di depanku, aku tidak bisa menolak untuk memberikan penilaian tentang tubuhnya yang ternyata lebih bagus ketimbang moroi kebanyakan. Sebagian besar moroi, menolak untuk bertempur, tapi aku tidak akn terkejut jika Abe bertindak kasar seperti kebanyakan orang atau penjaganya punyai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan sejujurnya, aku sudah tidak lagi peduli alasan kau ada disini kau cuma perlu pergi. Sekarang.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Janga mengancamku, orang tuua. Aku akan pergi kapanpun aku mau.” Lucu, aku baru saja berjanji pada Mark kalau aku masih belum tahu apakah aku bisa tinggal di Baia. Tapi saat Abe menekanku, aku malah ingin menancapkan kakiku disini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak tahu apa yang kau coba jauhkan dariku, tapi aku tidak takut padamu.” Itu tidak semuanya benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau harusnya takut,” jawabnya balik dengan puas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku bisa menjadi teman yang sangat baik atau musuh yang sangat jahat. Aku bisa membuatnya sepadan kalau kau pergi. Kita bisa membuat penawaran.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hampir ada sebuah kilatan kesenangan di matanya saat ia berbicara. Aku ingat Sydney pernah menggambarkan bagaimana ia memanipulasi orang lain, dan aku merasa inilah cara ia hidup, untuk bernegosiasi, memberikan pertukaran untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak,” kataku. “Aku akan meninggalkan mereka saat aku siap. Dan tidak ada apapun yang bisa kau atau siapapun yang mempekerjakanmu lakukan untuk memaksa ku pergi.” Berharap aku terlihat meyakinkan, aku berbalik menjauh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia meraih dan mencengkram bahuku, menarikku kembali, hampir membuatku menjatuhkan belanjaanku. Aku mulai memasang posisi menyerang ke depan sebagai bentuk mode penyeranganku, tapi para penjaganya sudah berada di sekitarnya dengan secepat kilat. Aku tahu kalau aku tidak akan bisa melawan terlalu jauh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Waktumu sudah habis disini,” desis Abe. “Di Baia. Di Rusia. Kembalilah ke Amerika. Aku akan memberikan semua uang yang butuhkan, tiket kelas utama, apapun.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku melangkah mundur menjauhinya, membelakangi dengan hati-hati, “Aku tidak butuh bantuanmu atau uangmu – hanya Tuhan yang tahu dari mana semua itu berasal.” Sekelompok orang menuju ke arah kami dari seberang jalan, tertawa dan mengobrol, aku semakin mundur lebih jauh, jelas Abe tidak akan memulai suatu adegan yang memiliki bonus banyak saksi. Itu membuatku lebih berani, yang rasanya terlihat bodoh dalam posisiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan aku sudah bilang padamu: Aku akan pulang kapanpun aku mau.” Mata Abe berpindah ke arad para petani yang mendekat itu, dan dia segera mundur bersama penjaganya. Senyum yang membuat merinding itu terpatri d wajahnya. :Dan aku sudah bilang pasamu. Aku bisa menjadi teman yang sangat baik atau musuh yang sangat jahat. Pergilah dari Baia sebelum kau menemukan yang mana dari diriku yang akan kau lihat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia berbalik dan pergi, membuatku sangat lega. Aku tidak ingin ia melihat seberapa banyak ketakutan yang tertinggal di wajahku oleh kata-kata yang ia tinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku segera tidur malam itu, mendadak merasa menjadi anti-sosial. Aku berbaring disana selama beberapa saat, memindahkan halaman demi halaman majalah yang tidak bisa kubaca, dan dengan menakjubkan aku menemukan diriku terus merasa lelah. Kurasa pertemuanku dengan Mark dan Abe membuat merasa sangat lelah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kata-kata Mark tentang tetap tinggal telah menamparku untuk dengan rumah setelah percakapanku dengan Viktoria. Ancaman yang samar Abe telah menaikkan rasa pertahananku, membuatku waspada pada siapapun yang bekerja dengan Abe untuk membuatku meninggalkan Rusia. Pada titik tertentu, aku menduga-duga apakah dia sungguh-sungguh akan kehilangan kesabarannya dan berhenti mencoba tawar-menawar?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku beralih tidur dan perasaan yang ku kenal dalam mimpi Adrian yang nyaman mengelilingiku. Sudah sangat lama sejak terakhir kali hal ini terjadi dan aku sebenarnya berpikir kalau dia mendengarkanku saat aku menyuruhnya menjauhiku sebelumnya. Tentu, aku selalu mengatakan hal itu padanya. Ini waktu jeda yang cukup lama tanpa adanya kunjungan, dan sebanyak aku membenci untuk mengakuinya, aku merindukannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Latar yang dia pilih kali ini adalah bagian dari perabot Akademi, daerah berkayu dekat sebuah kolam. Semuanya terlihat hijau dan bermekaran, dan matahari menyinari kami. Aku menduga kreasi Adrian ini bertolak belakang dengan cuaca yang sebenarnya sedang terjadi di Montana, tapi seperti biasa, dia yang mengendalikan. Dia bisa melakukan apapun yang ia inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dhampir kecil,” katanya, tersenyum. “Sudah lama tidak berjumpa.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kupikir kau sudah selesai denganku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak akan pernah berakhir denganmu,” jawabnya, memasukkan tangannya ke kantong dan berjalan ke arahku. “Meskipun ..., sebenarnya, aku tidak bermaksud untuk menjauh kali ini. Tapi, yah, aku harus memastikan kalau kau masih hidup.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Hidup dan baik-baik saja.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia tersenyum padaku. Matahari membuat rambut cokelatnya berkilat, memberikan highlight chesnut-emas di rambutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bagus. Kau terlihat lebih bagus daripada yang pernah kulihat selama ini,” matanya beralih dari wajahku ke bawah, ke arah tanganku yang sedang beristirahat di pangkuanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa ini?” cincin Oksana terpasang disana, meskipun cincin itu tidak memiliki banyak hiasan, logamnya berkilat terang diterpa sinar matahari. Mimpi ini begitu aneh.  Meskipun Adrian dan aku tidak bersama, namun jelas cincin itu mengikutiku masuk dan cukup menjaga kekuatannya sehingga bisa dirasakan Adrian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sebuah Jimat. Berisikan roh.” seperti aku, ini jelas adalah sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Ekspresinya semakin penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan benda ini bisa menyembuhkan, kan?” Ini melindungi auramu dari kegelapan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sedikit,” kataku, merasa tidak nyaman dengan pendapatnya. Aku mepeaskan cincin itu dan memasukkannnya ke dalam kantungku. “Hanya sementara. Aku bertemu dengan pengguna roh lain dan seorang dhampir yang juga dicium-bayangan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Keterkejutan bertambah di wajahnya,”Apa? Dimana?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mengigit bibirku dan menggelengkan kepala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sial, Rose! Ini penemuan besar. Kau tahu bagaimana Lissa aku mencari pengguna sihir roh. Katakan padaku dimana mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak. Mungkin nanti. Aku tidak ingin kalian mengejarku.” Dari semua yang aku tahu, mereka sudah mengejarku, menggunakan Abe sebagai suruhan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mata hijaunya berkilat marah. “Dengar, anggaplah  untuk sementara waktu dunia tidak selalu berpusat padamu, oke? Ini tentang Lissa dan aku, tentang memahami sihir gila yang ada di dalam diri kami. Jika kau tahu orang-orang yang bisa membantu kami, kai juga harus tahu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mungkin nanyi,” aku mengulangi dengan dingin. “Aku akan segera pindah – kemudian aku akan mengatakannya padamu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mengapa selalu begitu sulit?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Karena kau menyukaiku yang seperti itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Pada saat ini? Tidak terlalu.” Ini satu dari komentar bercanda khas Adrian yang selalu ia buat, tapi baru saja, sesuatu tentang ini mengangguku. Untuk suatu alasan, aku mendapat perasaan yang sangat sangat kecil kalau aku tiba-tiba tidak lagi menarik untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Cobalah sabar,” kataku padanya. “Aku yakin kalian berdua punya hal lain untuk dikerjakan. Dan Lissa terlihat cukup sibuk dengan Avery.” Kata-kata itu keluar tanpa bisa kucegah, dan sedikit rasa pahit dan iri yang kurasakan saat melihat mereka di malam yang lalu  muncul dalam nada bicaraku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Adrian menaikkan alisnya. “Tuan dan nyonya, dia mengakuinya. Kau sudah memata-matai Lissa – aku sduah tahu itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku membuang muka. “Aku hanya ingin tahu kalau dia juga masih hidup.” seolah aku bisa pergi kemanapun di dunia ini dan tidak tahu hal itu terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Memang. Hidup dan sehat, sama sepertimu. Er .... lebih baik.” Adrian merengut. “Terkadang aku merasakan sesuatu yang aneh dari dirinya. Dia tidak terlihat benra-benar baik-baik saja atau auranya akan sedikit berkerlap-kerlip. Tidak pernah terjadi  terlalu lama, tapi aku masih khawatir.” Seseuatu dalam suara Adrian melembut. “Avery juga mengkhawatirkannya, jadi Lissa berada di tangan yang baik. Avery cukup mengagumkan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menatapnya pedas dan tajam. “Mengagumkan? Apa kau menyukainya atau sejenisnya?” aku tidak melupakan komentar Avery tentang meninggalkan pintu tidak terkunci untuk dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tentu saja aku menyukainya. Dia orang yang baik.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bukan, maksudku suka. Bukan menyukai.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Oh, aku menegrti,” katanya, memutar matany. “Kami memutuskan pengertian ‘suka’ dalam tahapan sekolah dasar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau tidak menjawab pertanyaanya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sebenarnya, seperti yang sudah kukatakan, dia adalah orang yang baik. Pintar. Mudah diajak bergaul. Cantik.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sesuatu dalam caranya saat mengatakan ‘cantik’ menggangguku. Aku memalingkan pandanganku lagi, memainkan nazar biru di leherku untuk menyembunyikan perasaanku. Adrian sudah menebaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa kau cemburu, dhampir kecil?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menatap balik ke arahnya. “Tidak. Jika aku bisa cemburu padamu, aku mungkin akan menjadi gila dari dulu, memikirkan semua perempuan yang kau permainkan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Avery bukan jenis perempuan yang bisa dipermainkan.” Lagi, aku mendengar rasa  sayang itu dalam suaranya, pengibaratan itu. Ini seharusnya tidak menggangguku. Harusnya aku senang kalau ia tertarik degan wanita lain.  Dari semua itu, aku sduah mencoba meyakinkanya untuk meninggalkanku sendirian untuk waktu yang lama. Satu dari bagian syarat darinya ketika memberikanku uang untuk perjalanan ini adalah membuatku berjanji untuk memberikannya satu kali kesempatan yang adil untuk berpacaran dengannya ketika – dan jika – aku kembali ke Montana. Jika dia sudah bersama Avery, itu akan mejadi satu hal yang tidak perlu ku khawatirkan lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan sejujurnya, jika dia adalah gadis lain selain Avery, aku mungkin tidak akan keberatan. Tapi entah bagaimana, pikiran tentang bagimana ia telah memikat Adrian rasanya sudah cukup keterlaluan. Apakah sudah tidak cukup buruk bagiku setelah kehilangan Lissa? Bagaimana mungkin satu wanita dengan sangat mudah mengambil posisiku? Dia mencuri sahabat baikku, dan sekarang pria yang bersumpah dan berlutut kalau aku adalah satu-satunya yang dia inginkan dengan serius sudah berpikir untuk menggantikan aku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kau sudah menjadi orang yang munafik, sebuah suara jaht berbicara di dalam kepalaku. Mengapa kau harus merasa ada yang salah ketika ada seseorang yang datang dalam kehidupan mereka? Kaulah yang membuang mereka. Baik Lissa maupun Adrian. Mereka punya hak untuk melanjutkan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku berdiri dengan marah. “Dengar, aku sudah cukup berbicara padamu malam ini. Maukah kau membiarkanku pergi dari mimpi ini? Aku tidak akan mengatakan padamu dimana diriku berada. Dan aku tidak tertarik untuk mendengarkan tentang bagaiman mempesonanya Avery dan bagaimana ia lebih baik dari diriku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Avery tidak akan pernah bertindak seperti anak kecil,” katanya. “Dia tidak akan begitu menyakit hati seseorang yang cukup peduli untuk memeriksa keadaannya. Dia tidak akan menolakku untuk memperoleh kesempatanku untuk belajar lebih banyak tentang sihirku karena dia menjadi gila kalau-kalai seseorang akan mengacaukan usaha gilanya untuk mengejar kematian pacarnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Jangan sebut aku anak kecil,” aku balik berteriak. “Kau seegois biasanya. Ini selalu tentang dirimu – bahkan dalam mimpi ini sekalipun. Kau memerangkapku disini  meski hal ini bertentangan dengan keinginanku, apakah aku setuju atau tidak, karena ini menyenangkan buatmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Baik,” katanya, suaranya dingin. “Aku akan mengakhiri semua ini. dan aku akan mengakhir semua yang ada diantara kita. Aku tidak akan kembali lagi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bagus. Kuharap kau serius dengan ucapanmu itu kali ini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mata hijaunya adalah hal terakhir yang aku lihat sebelum aku terbangun di ranjangku sendiri. Aku duduk, terengah-engah. Hatiku terasa seperti hancur, dan aku hampir berpikir kalau aku mungkin akan menangis. Adrian benar – aku bertingakh seperti anak kecil. Aku menyakitinya ketika ia tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Sekalipun begitu ... aku tidak mampu untuk menguasai diriku. Aku kehilangan Lissa. Aku bahkan kehilangan Adrian. dan sekaran orang laing tangah mengambil tempatku, seseorang yang tidak akan melarikan diri seperti diriki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tidak akan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan untuk pertama kalinya, aku merasa dia sungguh-sungguh kali ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-8209723347078665122?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/8209723347078665122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter_21.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/8209723347078665122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/8209723347078665122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter_21.html' title='Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 12)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5u859lR8gRk/TqDQManWa6I/AAAAAAAAApI/5ugIE6zn7Jk/s72-c/%257E4+Blood+Promise.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-2313245921409330111</id><published>2011-10-11T16:34:00.000+08:00</published><updated>2011-10-11T16:34:04.480+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiderman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movie'/><title type='text'>The Amazing Spiderman : Tanpa Tobey Maguire</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pbWKs3JG2TA/TpP6kZHurYI/AAAAAAAAAoc/RsS49CRnvHc/s1600/The+Amazing+Spiderman.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-pbWKs3JG2TA/TpP6kZHurYI/AAAAAAAAAoc/RsS49CRnvHc/s320/The+Amazing+Spiderman.png" width="301" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  M &lt;/span&gt;elanjutkan bahasan posting dulu tentang Tobey Maguire yang nggak lagi memerankan tokoh Peter Parker dan Spiderman. Kalau kemarin kita dapet kabar siapa aja pengganti pemain d film sebelumnya. Kali ini kita udah dapat kejelasan kapan film spiderman akan dirilis.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Poster film spiderman yg baru pun sudah melayang-layang di arena facebook. And, well, kita memang tidak menemukan Tobey atau si cantik Kirsten Dunst. Sepertinya cerita kali ini akan diambil dari komik spiderman dengan judul yang sama, The Amazing Spider-Man, terbitan Marverls Comics. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0948470/"&gt;IMDb&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.theamazingspiderman.com/"&gt;web resminya&lt;/a&gt;, The Amazing Spiderman akan rilis pada tanggal 3 Juli 2012, dan kemungkinan besar akan hadir di Indonesia satu hari setelahnya - 4 Juli 2012.  Kali ini sudah dipastikan Peter Parker akan diperankan oleh Andrew Garfield. Sedangkan tokoh Mary Jane Watson kemungkinan lenyap bersama datangnya tokoh Gwen Stacy yang diperankan oleh Emma Stone.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya,karena aku sediri belum pernah baca komiknya, jadi rada bingung gimana jalan ceritanya. Tapi melihat kemunculan tokoh-tokoh yang di film terdahulu sudah meninggal, seperti Paman Ben Parker, sepertinya ceritanya akan kembali ke masa lalu. who knows?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katanya film ini akan menceritakan ketika Peter menemukan kekuatannya di masa SMA. Peter adalah seorang anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya.Musuhnya sepertinya adalah Dr. Curt Connors «The Lizard», seorang ilmuan yang meneliti serum kadal (lizard), dan mengujinya pada dirinya sendiri untuk menggantikan tangan kanannya yang hilang. Namun tanpa diduga mengubahnya menjadi monster reptil.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: both; font-size: xx-small; text-align: center;"&gt;Published with Blogger-droid v1.7.4&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-2313245921409330111?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/2313245921409330111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/amazing-spiderman-tanpa-tobey-maguire.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2313245921409330111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2313245921409330111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/amazing-spiderman-tanpa-tobey-maguire.html' title='The Amazing Spiderman : Tanpa Tobey Maguire'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pbWKs3JG2TA/TpP6kZHurYI/AAAAAAAAAoc/RsS49CRnvHc/s72-c/The+Amazing+Spiderman.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-8208414425093596888</id><published>2011-10-10T18:25:00.003+08:00</published><updated>2011-10-13T12:19:04.026+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='White : The Melody of Curse'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;lyric&apos;'/><title type='text'>Lyric Pink Dolls ~ White (Ost. White: The Melody of Curse)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lpOP1c8nOsk/TpLH3QA9LaI/AAAAAAAAAoY/FDEr_qRjZKg/s1600/T-Ara+Eunjung+White+Cursed+Melody+Movie+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-lpOP1c8nOsk/TpLH3QA9LaI/AAAAAAAAAoY/FDEr_qRjZKg/s320/T-Ara+Eunjung+White+Cursed+Melody+Movie+%25282%2529.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  H &lt;/span&gt;angul version&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;White-핑크돌즈 가사&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;﻿&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;핫핫핫핫핫 핫핫핫핫핫&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;핫핫핫 핫핫핫 핫핫핫&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;항상 너무 차가운 날 대할 때면&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;너 너무 뜨거워 널 바라보면 나&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;왜 여기 나만 혼자 이 어둠속에서 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;하얗게 내 얼굴이 질려있었다 너 때문에&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;아직도 나 날 자꾸만 피해 널 희망이 없어 나&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;하지만 너 널 더 뜨겁게 안아 나&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;점점 하얗게 하얗게 더 뜨거워 지는 나&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;자꾸 하얗게 하얗게 날 지우려 하지마&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;뜨거워서 핫핫핫 핫핫핫&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;br /&gt;핫핫핫핫핫 핫핫핫핫핫&lt;br /&gt;핫핫핫 핫핫핫 핫핫핫&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;아직도 나 날 자꾸만 피해 널 희망이 없어 나&lt;br /&gt;하지만 너 널 더 뜨겁게 안아 나&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;점점 하얗게 하얗게 더 뜨거워 지는 나&lt;br /&gt;자꾸 하얗게 하얗게 날 지우려 하지마&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;뜨거워서 핫핫핫 핫핫핫&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;핫핫핫핫핫 핫핫핫핫핫&lt;br /&gt;핫핫핫 핫핫핫 핫핫핫&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;니 눈가에 매달려서 나 &lt;br /&gt;바보처럼 니 입가에 매달려서 나&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;점점 하얗게 하얗게 더 뜨거워 지는 나&lt;br /&gt;자꾸 하얗게 하얗게 날 지우려 하지마&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;뜨거워서 핫핫핫 핫핫핫&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;핫핫핫핫핫 핫핫핫핫핫&lt;br /&gt;핫핫핫 핫핫핫 핫핫핫&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romanizan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;Hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hangsang neomu chagaun nal daehal ttaemyeon&lt;br /&gt;neo neomu tteugeowo neol barabomyeon na&lt;br /&gt;wae yeogi naman honja i eodumsogeseo&lt;br /&gt;hayake nae eolguri jillyeoisseotda neo ttaemune&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ajikdo na nal jakkuman pihae neol huimangi eobseo na&lt;br /&gt;hajiman neo neol deo tteugeopge ana na&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeomjeom hayake hayake deo tteugeowo jineun na&lt;br /&gt;jakku hayake hayake nal jiuryeo hajima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tteugeowoseo hatatat hatatat&lt;br /&gt;hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ajikdo na nal jakkuman pihae neol huimangi eobseo na&lt;br /&gt;hajiman neo neol deo tteugeopge ana na&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeomjeom hayake hayake deo tteugeowo jineun na&lt;br /&gt;jakku hayake hayake nal jiuryeo hajima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tteugeowoseo hatatat hatatat&lt;br /&gt;hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ni nungae maedallyeoseo na&lt;br /&gt;babocheoreom ni ipgae maedallyeoseo na&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeomjeom hayake hayake deo tteugeowo jineun na&lt;br /&gt;jakku hayake hayake nal jiuryeo hajima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tteugeowoseo hatatat hatatat&lt;br /&gt;hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;hatatatatat hatatatatat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;English&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you always treat me so cold&lt;br /&gt;You are so hot, you overlook&lt;br /&gt;And why me alone in the dark here.&lt;br /&gt;You are exhausted because my face was white&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Still and hope you can't harm me&lt;br /&gt;You hug me, but I hotter than you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;White white hot and that is getting better on me&lt;br /&gt;Do not erase me, I keep white white&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Still and hope you can't harm me or erase me&lt;br /&gt;You hug me, but I hotter than you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;White white hot and that is getting better on me&lt;br /&gt;Do not erase me, I keep white white&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanging in your eyes and&lt;br /&gt;Hanging in your mouth like an idiot, and&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;White white hot and that is getting better on me&lt;br /&gt;Do not erase me, I keep white white&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;Hot hot hot hot hot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau selalu memperlakukanku begitu dingin&lt;br /&gt;Kau begitu seksi, Kau mengabaikanku&lt;br /&gt;Dan mengapa aku sendirian dalam gelap di sini.&lt;br /&gt;Kau bosan karena wajahku yang putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terus berharap kau tidak akan menyakitiku atau menghapusku&lt;br /&gt;Kau memelukku, tapi aku lebih panas dari dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih putih menjadi panas dan terasa semakin bagus pada diriku&lt;br /&gt;Jangan menghapus aku, aku ingin tetap putih putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terus berharap kau tidak akan menyakitiku&lt;br /&gt;Kau memelukku, tapi aku lebih panas dari dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih putih menjadi panas dan terasa semakin bagus pada diriku&lt;br /&gt;Jangan menghapus aku, aku ingin tetap putih putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergelantungan di matamu dan&lt;br /&gt;Bergelantungan di mulutmu seperti orang idiot, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih putih menjadi panas dan terasa semakin bagus pada diriku&lt;br /&gt;Jangan menghapus aku, aku ingin tetap putih putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;Panas panas panas panas panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Masih terus mencoba. Akan terus diperbaiki. Mohon saran dan mungkin bantuan untuk memperbaikinya jika masih ada yang salah. Kamsahamnida. ^.^&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-8208414425093596888?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/8208414425093596888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/lyric-pink-dolls-white-ost-white-melody.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/8208414425093596888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/8208414425093596888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/lyric-pink-dolls-white-ost-white-melody.html' title='Lyric Pink Dolls ~ White (Ost. White: The Melody of Curse)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lpOP1c8nOsk/TpLH3QA9LaI/AAAAAAAAAoY/FDEr_qRjZKg/s72-c/T-Ara+Eunjung+White+Cursed+Melody+Movie+%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-2860417866534845808</id><published>2011-10-10T17:43:00.011+08:00</published><updated>2011-10-15T11:38:50.118+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;movie&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='White : The Melody of Curse'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='subtitle'/><title type='text'>White : The Melody of Curse</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SI5qioGvBPU/TpKpEoFrraI/AAAAAAAAAoU/ElTnfOP_YbE/s1600/20110512_white_1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-SI5qioGvBPU/TpKpEoFrraI/AAAAAAAAAoU/ElTnfOP_YbE/s320/20110512_white_1.jpg" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; 안 &lt;/span&gt; 녕하세요!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini, Duestinae akan nge-review salah satu film horor Korea yang baru aja rilis. White: The Melody of Curse. Why?? The first reason is, asalnya dari Korea *hahahaha. Second, pemainnya adalah Han Eun-jung, salah satu pemain favoritku. Third, karena kok agak kurang lengkap infonya di beberapa blog. So I wanna make some 'full-review'. Hehehehe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;White: The Melody of the Curse (화이트: 저주의 멜로디 Hwaiteu: Jeojooui Mellodi) , adalah film horor Korea garapan sutradara Kim Gok (김곡), Kim Sun (김선) yang rilis pada tanggal 9 Juni 2011 di Korea. Dibintangi oleh: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ham Eun-jeong (함은정)sebagai Eun-joo  (은주), si cantik Baek Hee dalam serial Dream High. Hwang Woo-seul-hye (황우슬혜) sebagai  Soon-ye (순예) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maydoni (메이다니) Sebagai Sin-ji  (신지)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Choi Ah-ra (최아라) sebagai Ah-rang  (아랑)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jin Se-yeon (진세연)sebagai Je-ni (제니)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Byeon Jeong-soo (변정수) sebagai Agency representative (소속사 대표)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cameo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kim Yeong-min (김영민)sebagai Producer, Lee Tae-yong (프로듀서, 이태용)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kim Gi-bang (김기방) sebagai Manager (매니저)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Junho (준호) sebagai Lee Joon-ho, Music Fever MC (이준호 cameo, 뮤직피버 MC)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;After School (애프터 스쿨)sebagai Pure (cameo, 퓨어)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Choi Yeong-seong (최영성)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lee Jeong-seok (이정석) sebagai Panelman(패널)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sinopsis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Film ini menceritakan sebuah girlband baru bernama "Pink Dolls" yang baru memulai debutnya. Namun, kepopuleran mereka jatuh sebagai girl band yang payah dan tidak menarik.Hal ini lebih banyak dikarenakan tidak adanya kekompakkan diantara mereka. Eun Jeong adalah pemimpin tim sekaligus yang tertua adalah seorang mantan penari latar grup band lain. Alhasil, bukannya dihargai, Eun Jeong sering mendapat hinaan dari anggota Pink Dolls yang lain. Je ni adalah pemimpin vokal yang bisa mencapai nada tinggi, tidak pernah puas dengan kepemimpinan Eun Jeong, terutama ia merasa Eun Jeong terlalu tua untuk menjadi anggota girlband mereka. Ah Rang adalah anggota termuda dan merasa dirinya paling cantik, namun selalu merasa iri karena kecantikkannya tidak mampu menjadikannya vokalis utama. Sedangkan Sin ji adalah penari utama yang kasar, sok, dan merasa dirinya lebih hebat dibanding eun Jeong yang hanyalah penari latar. Meskipun Sin Ji pun sebenernya ada;ah mantan anggota grup "Pure", namun belum debut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ketidak kompakan mereka terus menerus menambah beban Eun Jeong. Apalagi pimpinan manajemennya menginginkannya untuk menjadi tenar dengan jalan yang salah, yakni memberikan tubuhnya untuk seorang produser muda yang ternyata membiayai mereka, Lee Tae-yong. Hingga pada suatu hari mereka harus pindah studio, ke sebuah studio murah bekas bangunan studio lama yang pernah terbakar dan menyebabkan banyak korban jiwa termasuk para girlband, produser, dan pihak manajemen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tanpa sengaja, Eun Jeong menemukan sebuah video lama berjudulkan 'White' di studio menari. Akhirnya, karena lagu tersebut tidak pernah dirilis, maka pimpinan manajemen memutuskan lagu tersebut akan dipakai sebagai album kedua mereka. Tanpa diduga, lagu tersebut meledak di kalangan remaja, sehingga mereka mendadak menjadi idola baru. Dari Pink Dolls yang bukan apa-apa menjadi idola yang bahkan mampu menyaingi idola lama "Pure".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Akan tetapi, kecemburuan dalam girlband ini semakin meruncing saat manajemen memutuskan untuk memilih vokalis utama yang notabene nya akan menjadi pusat perhatian sebagai idola. Namun tanpa disadari oleh mereka, saat persaingan itu meruncing diantara mereka, dendam lama di balik lagu White ternyata juga menggelora. Keanehan demi keanehan tidak wajar terjadi. Je ni yang awalnya di daulat sebagai vokalis utama terlilit mikrophone di ruang studio dan akhirnya masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri. A Rang yang menduga kalau kecelakaan Je Ni adalah ulah orang dalam yang iri, mendapati wajahnya mulai rusak dan mulai stres. Saat ia di daulat menjadi pusat perhatian, ia mengalami kecelakaan dan jatuh saat shooting video klip.Shin Ji, yang mengikuti acara 'Survival Challenge' mengalami kecelakaan dan jatuh tertindih kamera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hanya Eun Jeong menyadari kalau keanehan ini dimulai sejak mereka menyanyikan lagi White. Bersama sahabatnya, Soon-ye, ia menemukan fakta adanya tragedi berdarah di balik lagu White. Seorang anggota girlband pernah bunuh diri di bangunan itu akibat tidak tahan terhadap tekanaan anggota girl band lain yang iri atas kemampuannya dalam menulis lagu dan koreografi. Setelah gadis itu menjadi vokalis utama, anggota yang lain menjadi iri. Wajahnya dirusak apalagi karena ia menjadi umpan bagi produsernya pada saat itu. Dengan dendam yang membara dalam hatinya, sang pencipta lagu white ini pun bunuh diri dengan meminum obat pembersih lantai. Anggota lain pun mengaku sebagai White yang baru dan menyanyikan lagu itu. Namun pada saat shooting video klip, ia merasa dihantui dan menemukan penari latarnya lebih satu orang. Akhirnya karena merasa tertekan, ia membakar sebuah surat peninggalan White. Namun white yang terus menghantuinya akhirnya membuat api di suratnya itu membakar seluruh bangunan termasuk orang-orang di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Akan tetapi, Eun Jeong dan sahabatnya salah paham dan mengira penyanyi pengganti itu adalah White. Eun Jeong yang merasa kutukan dalam lagu itu telah berhenti, menjadikan dirinya 'White' yang baru. Ia menjadi idola nomor satu dan digilai dimana-mana. Sikapnya menjadi berubah dan ia mengaku kalau lagu dan traian White adalah ciptaannya. Sampai saat Soon Ye menyadari kalau kutukan itu masih berlanjut. Ia pun mati-matian menyelamatkan Eun Jeong, namun terlambat. Saat Eun Jeoung tampil di acara penghargaan, the Music Fever Charts, dan memenangkannya, ia menemukan penarinya lebih. Dan kemunculan "White" asli yang hanya bisa dilihat oleh Eun Jeoun dan Soon Ye merenggut nyawa Eun Jeoung di atas panggung ketenaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Filmnya seru, nakutin, asik lah buat ditonton. Terlebih ceritanya soal girlband *xixixixi. Kita jadi tahu, mungkin itulah kehidupan girlband yang tersembunyi selama ini. Ada intrik, kepalsuan, dan persaingan kotor di dalamnya. Plus lagunya lumayan asik didengerin. Buat yang penasaran, kalian bisa dunlot filmnya di icinema3satu.com.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Download White: The Melody of Curse&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?ovqms9fn1rjkuij"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?ovqms9fn1rjkuij"&gt;Part 1&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.mediafire.com/?6w3t4f8p3jf9xci"&gt;Part 2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Password: &lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: yellow; font-family: inherit;"&gt;i&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #303030;"&gt;cinema3satu.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subtitle Indonesia White: The Melody of Curse *Yang udah kuperbaikin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16830893/WhiteTheMelodyofCurseIndonesia.rar.html"&gt;Download Subtitle&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Password : duestinae89&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ost White: The Melody of Curse&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16749668/White.mp3.html"&gt;1. Pink Dolls ~ White&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16749746/AfterSchool-Bang.mp3.html"&gt;2. After School ~ Bang!&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lyric&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/lyric-pink-dolls-white-ost-white-melody.html"&gt;1. Pink Dolls ~ White&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-2860417866534845808?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/2860417866534845808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/white-melody-of-curse.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2860417866534845808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2860417866534845808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/white-melody-of-curse.html' title='White : The Melody of Curse'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SI5qioGvBPU/TpKpEoFrraI/AAAAAAAAAoU/ElTnfOP_YbE/s72-c/20110512_white_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-6571169060789012038</id><published>2011-10-04T19:32:00.000+08:00</published><updated>2011-10-04T19:32:21.219+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blood promise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><title type='text'>Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 11)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3hAYs6TZMCA/ToqRQlG7csI/AAAAAAAAAoM/DKiC-CBcOu0/s1600/%257E4+Blood+Promise.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-3hAYs6TZMCA/ToqRQlG7csI/AAAAAAAAAoM/DKiC-CBcOu0/s320/%257E4+Blood+Promise.JPG" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; A  &lt;/span&gt; KU MENATAP MARK SELAMA beberapa detik. Akhirnya, dengan bodohnya, aku bertanya, “Apa baru saja kau bilang...menyembuhkan?"  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mark menatapku dengan keterkejutan yang sama. “Ya, tentu saja. Dia bisa menyembuhkan hal lain kan? Mengapa yang ini tidak bisa?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sebab ...” aku mengerutkan dahi. “Hal itu tidak ada gunanya. Kegelapan itu ... semua efek jahat ... semua itu datang dari Lissa. Jika dia bisa menyembuhkannya begitu saja, mengapa dia tidak menyembuhkan dirinya sendiri?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sebab ketika kegelapan itu berada di dalam dirinya, kegelapan itu sudah terlalu melekat pada dirinya. Terlalu terikat dalam dirinya. Dia tidak dapat menyembuhkannya dengan cara yang biasa ia lakukan ketika ia menyembuhkan hal lain. Tapi ketika belahan jiwamu menarik kegelapannya ke dalam dirimu, kegelapan itu akan menjadi penyakit yang biasa ia sembuhkan.” Jantungku berdegup keras dalam dadaku. Apa yang ia sarankan begitu mudah dan menggelikan. Tidak, hanya menggelikan. Semua itu rasanya tidak mungkin setelah semua hal yang sudah kami lalui kalau Lissa bisa menyembuhkan amarah dan depresi sama seperti dia melakukannya pada penyakit flu atau pada kaki yang patah. Victor Dashkov, mengesampingkan rencana jahatnya, sudah mengetahui sejumlah informasi roh dan sudah menjelaskannya kepada kami semua. Empat elemen yang lain lebih berupa elemen fisik dalam kehidupan, tapi elemen roh datang dari pikiran dan jiwa. Menggunakan begitu banyak energi mental – sehingga mampu untuk melakukan sejumlah hal-hal yang mengagumkan – tidak bisa dilakukan tanpa adanya efek yang merusak. Kami sudah bertarung dengan efek-efek jahat itu dari awal, pertama adalah Lissa kemudian kepadaku. Mereka tidak bisa begitu saja menghilang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Jika semua itu memungkinkan,” kataku pelan,” lalu setiap orang bisa melakukannya. Nona Karp tidak akan kehilangan akal sehatnya. Anna tidak akan bunuh diri. Apa yang baru saja kau katakan terlalu mudah untuk dilakukan.” Mark tidak mengenal siapa saja yang aku bicarakan, tapi jelas orang-orang itu tidak menghalangi apa yang ingin ia ekspresikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau benar. Tidak mudah sebenarnya. Penyembuhan itu membutuhkan keseimbangan dengan hati-hati, lingkaran kepercayaan dan kekuatan dari dua orang. Oksana dan aku perlu waktu lama untuk mempelajari penyembuhan ini ... melewati tahun-tahun yang sulit ...” Wajahnya menggelap, dan aku hanya bisa membayangkan bagaimana kelihatannya tahun-tahun yang sulit itu. Waktuku yang singkat bersama Lissa sudah cukup buruk. Mereka harus hidup dengan semua ini dalam waktu yang lebih lama dari detik-detk yang pernah kami lalui. Sungguh merupakan hari-hari yang tidak tertahankan. Perlahan, mengimajinasikan, aku memberanikan diri untuk mempercayai kata-katanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi sekarang kalian baik-baik saja kan?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hmm.” Ada kerlipan dalam senyum masam di bibirnya. “Sulit untukku mengatakan kalau kami sudah benar-benar baik-baik saja. Hanya ada beberpa hal yang bisa ia lakukan, tapi itu membuat hidup kami lebih teratur. Dia memberikan jarak diantara waktu penyembuhan, dan itu membatasi keseluruhan tenaganya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apa maksudmu?” Dia mengangkat bahu. “Dia masih bisa melakukan hal lain ... menyembuhkan, kompulsi ...tapi tidak dalam level yang bisa ia tangani jika ia tidak menyembuhkanku.” Harapanku goyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh. Kalau begitu ... aku tidak dapat melakukannya. Aku tidak dapat melakukannya pada Lissa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dibandingkan dengan apa yang sudah ia lakukan padamu? Rose. Aku merasa dia berpikir kalau ini adalah pertukaran yang adil.” Aku kembali memikirkan pertemuan terakhir kami. Aku mengingat tentang bagaimana aku meninggalkannya disana, mengacuhkan ia yang memohon padaku. Aku mengingat hal-hal rendah yang ia alami dalam ketidakhadiranku. Aku mengingat bagaimana ia menolak menyembuhkan Dimitri ketika aku berpikir kalau masih ada harapan untuk Dimitri. Kami berdua telah menjadi teman yang buruk. Aku menggelengkan kepala.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tidak tahu.” kataku dalam suara kecil. “Aku tidak tahu apakah dia mau melakukannya.”   Mark memberikan tatapan penilaian yang lama, tapi dia tidak memaksaku. Dia melirik ke arah matahari, hampir seperti mengatakan jam berapa dengan cara itu. Dia mungkin memang melakukannya. Dia pernah memiliki perasaan berjuang dalam kegilaan dalam dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yang lain akan bertanya-tanya apa yang sedang kita lakukan. Sebelum kita pergi ...” Dia merogoh sakunya dan menarik sebuah cincin perak kecil dengan bentuk yang sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mempelajari penyembuhan itu akan memakan waktu yang lama. Namun yang paling membuatku khawatir adalah suasana hatimu yang selalu waspada. Kegelapan itu hanya akan membuat hal itu semakin buruk. Ambil ini.” Dia mengulurkan cincin itu padaku. Aku ragu-ragu dan kemudian aku meraihnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa ini?” “Oksana memasukkan sihir roh ke dalam cincin ini. Ini jimat penyembuh.” Sekali lagi, rasa kaget menyerangku. Selalu saja, benda jimat dari Moroi dengan elemen di dalamnya. Pasak di isi dengan keempat sihir elemen kehidupan, membuat mereka menjadi benda yang mematikan bagi Strigoi. Victor juga menyihir sebuah kalung dengan sihir tanah, menggunakan dasar alam dari tanah untuk mengubah kalung itu menjadi jimat gairah. Bahkan tato milik Sydney juga merupakan semacam jimat. Aku mengira kalau tidak ada alasan bagi roh untuk tidak bisa membuat benda jimat juga, tapi hal itu tidak pernah terpikir olehku sebelumnya, mungkin karena kekuatan Lissa masih terlalu baru dan terlalu asing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang bisa dilakukan benda ini? Maksudku, penyembuhan seperti apa?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini menolongmu mengendalikan suasana hatimu. Benda ini tidak bisa menghilangkannya, tapi ini bisa mengurangi efeknya – menolongmu untuk berpikir lebih jernih. Memungkinkan mu untuk terhindar dari masalah. Oksana membuatkan ini untukku untuk menolongki saat masa penyembuhan.” Aku hendak memakainya di jariku, tapi ia menggelengkan kepalanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Simpan ini untuk saat dimana kau merasa tidak dapat mengendalikan dirimu lagi. Sihirnya tidak bisa bertahan selamanya. Sihirnya akan memudar sama seperti jimat yang lain.” Aku menatap cincin itu, pikiranku tiba-tiba terbuka berbagai kemungkinan baru. Beberapa saat kemudian, aku memasukkannya kedalam saku jaketku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paul menjulurkan kepalanya dari balik pintu. “Nenek ingin pergi sekarang,” katanya padaku. “Dia ingin tahu mengapa kau begitu lama dan dia bertanya mengapa kau membuat seseorang setua dia menunggu dan menderita dengan punggungnya.” Aku mengingat seberapa cepat Yeva berjalan ketika aku bertahan untuk mengikutinya bersama barang-barang bawaanku. Punggungnya tidak terlihat buruk bagiku, tapi lagi, aku ingat kalau Paul hanyalah penyampai pesan dan aku mengurangi komentarku terhadapnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ok, aku akan segera kesana.” Ketika Paul mengilang, aku menggelengkan kepalaku. “Sulit untuk menjadi berharga.” aku bergerak ke arah pintu, kemudian melirik ke arah Mark, pikiran acak mengaliriku. “Kau mengatakan padaku kalau melakukan apa yang dhampir disini lakukan adalah hal buruk ...tapi kau juga bukan penjaga.” Dia tersenyum padaku lagi, satu dari senyum yang menyiratkan kesedihan, senyuman masam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dulu aku pernah menjadi penjaga. Kemudian Oksana menyelamatkan nyawaku. Kami terikat dan bahkan saling jatuh cinta. Aku tidak bisa terpisah darinya setelah itu, dan para penjaga juga sudah memecatku. Aku harus pergi.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apakah sulit meninggalkan mereka?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sangat. Perbedaan usia kami semakin membuat hubungan kami menjadi skandal.” Rasa dingin mengaliri diriku. Mark dan Oksana adalah perwujudan dari dua bagian kehidupanku. Mereka berjuang melawan ikatan dicium bayangan sama seperti Lissa dan aku lakukan dan juga menghadapi hukuman untuk hubungan mereka seperti apa yang aku dan Dimitri rasakan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mark melanjutkan, “Tapi terkadang, kita harus mendengarkan hati kita. Dan meskipun aku harus pergi, aku tidak berada di luar sana meresikokan diriku sendiri mengejar Strigoi. Itu berbeda – jangan lupakan hal itu.” Pikiranku terhuyung-huyung ketika aku kembali ke rumah Belikov. Tanpa batu bata, perjalanan pulang terasa lebih mudah. Memberikanku kesempatan untuk merenungkan kata-kata Mark. Aku merasa seperti menerima informasi seumur hidup dalam percakapan satu jam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Olena sedang berada dalam rumah, mengerjakan tugas-tugas normalnya, memasak dan bersih-bersih. Saat aku dengan jujur tidak pernah ingin menghabiskan hari-hariku melakukan sejenis perkerjaan rumah tangga seperti itu, aku harus mengakui kalau ada sesuatu yang menenangkan ketika selalu memiliki seseorang di sekitarmu, siap untuk memasak dan mengkhawatirkanku untuk hal-hal dasar sehari-hari. Aku tahu kalau ini murni hasrat yang egois, karena aku tahu kalau ibu kandungku sedang melakukan hal-hal penting dalam hidupnya. Aku tidak seharusnya menghakiminya. Namun, merasakan Olena memperlakukan seperti anak perempuanya sendiri ketika dia sudah mengetahui siapa diriku,  membuatku merasakan apa itu kehangatan dan perhatian .&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa kau lapar?” ia secara otomatis bertanya padaku. Kurasa satu dari ketakutan terbesar dalam hidupnya adalah jika seseorang mungkin kelaparan di dalam rumahnya. Kebiasaan Sydney yang selalu terlihat tidak nafsu makan telah menjadi kekhawatiran Olena tanpa henti,  Aku menyembunyikan senyumanku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak, kami sudah makan di rumah Mark dan Oksana.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah, dari sana kau ternyata? Mereka adalah orang-orang yang baik.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dimana semua orang?” tanyaku. Rumah ini sepi, tidak seperti biasanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sonya dan Karolina bekerja. Viktoria pergi ke rumah temannya, tapi dia akan senang karena kau sudah kembali.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana dengan Sydney?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia baru pergi beberapa saat yang lalu. Dia bilang dia kembali ke Saint Petersburg.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa?” aku berseru. “Pergi demi kebaikan? Hanya seperti itu?” Sydney memiliki sifat yang agak kasar, tapi ini terlalu kasar bahkan untuk orang seperti dia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Para alkemis ... sebenarnya, merekalah yang selalu membuat rencana.” Olena memberikan sepotong kertas. “Dia meninggalkan ini untukmu.” Aku mengambil catatan itu dan buru-buru membukanya. tulisan Sydney sangat rapi dan teratur. Entah bagaimana hal ini tidak mengejutkanku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rose,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku minta maaf aku harus pergi begitu cepat, tapi ketika Alkemis menyuruhku untuk melompat ... yah, aku akan lompat. Aku menumpang sebuah kendaraan kembali ke kota petani tampat kita pernah tinggal waktu itu jadi aku bisa mengambil si ‘Bencana Merah’, dan kemudian aku akan sampai ke Saint Petersburg. Rupanya, setelah sekarang kau sudah diantarkan ke Baia, mereka tidak ingin aku berada disana lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku berharap aku bisa mengatakan lebih banyak tentang Abe dan apa yang ia inginkan padamu. Namun, meskipun aku dizinkan pun, tidak cukup banyak hal yang bisa dikatakan. Dalam beberapa hal, dia sama misteriusnya bagiku. Seperti yang selalu kukatakan, sebagian besar bisnis yang ia lakukan adalah ilegal – baik diantara manusia maupun kaum Moroi. Saat-saat ia secara langsung berhubungan dengan oran lain adalah ketika ada sesuatu yang berhubungan dengan bisnis – atau kalau ada kasus yang sangat, sangat spesial. Kupikir kau adalah satu dari kasus itu, dan meskipun dia tidak berniat untuk mencelakaimu, dia mungkin ingin menggunakanmu untuk kepentingan dirinya sendiri. Bisa jadi keinginannya sesederhana seperti menginginkanmu untuk dikontrak sebagai penjaganya, melihat dirimu yang begitu liar. Mungkin dia ingin menggunakan dirimu untuk mendapatkan seseorang. Mungkin ini semua adalah bagian dari rencana orang lain, seseorang yang bahkan lebih misterius dari dirinya. Mungkin dia sedang melakukan kepentingan seseorang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zmey bisa jadi sangat berbahaya atau sejenisnya, semua itu tergantung dengan apa yang sedang ia kerjakan. Aku tidak pernah berpikir aku cukup peduli untuk mengatakan hal ini kepada seorang dhampir, tapi berhati-hatilah. Aku tidak tahu apa rencanamu sekarang, tapi aku punya firasat kalau masalah sedang mengikutimu. Hubungi aku jika ada sesuatu yang bisa kubantu, tapi jika kau kembali ke kota untuk berburu Strigoi, jangan tinggalkan mayat lagi tanpa dibersihkan!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk semua yang terbaik,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sydney&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P.S. “Si Bencana Merah’ adalah nama yang kuberikan pada mobil itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P.P.S. Hanya karena aku menyukaimu, itu tidak berarti aku berhenti menganggapmu sebagai makhluk jahat dari malam. Karena kau memang seperti itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nomor ponselnya tertera di bagian bawah, aku tidak bisa menahan senyumku membaca surat itu. Karena kami menumpang Abe dan para pengawalnya saat ke Baia, Sydney harus meninggalkan mobilnya, yang mana membuatnya trauma hampir sama banyaknya dengan rasa traumanya terhadap Strigoi. Kuharap para Alkemis membiarkannya memiliki mobil itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menggelengkan kepalaku, lebih memilih geli ketimbang memikirkan peringatannya terhadap Abe. Si Bencana Merah. Saat aku menaiki tangga ke arah kamarku, senyumku memudar. Mengesampingkan sikapnya yang kasar, aku akan merindukan Sydney. Dia mungkin tidak bisa disebut sebagai teman – atau begitukan ia? – dalam waktu yang singkat ini, aku akan menghargainya selama sepanjang hidupku. Aku tidak punya banyak hal seperti itu lagi yang tersisa. Aku merasa terapung-apung, tidak yakin akan hal yang akan ku lakukan. Aku datang kesini untuk membawa kedamaian bagi Dimitri dan hanya berakhir dengan membawa kesedihan bagi keluarganya. Dan meskipun apa yang dikatakan setiap orang benar, aku tidak akan menemukan banyak Strigoi disini, di Baia. Entah bagaimana, aku tidak bisa membayangkan Dimitri, berkeluyuran di jalanan dan perkebunan untuk memangsa sesekali. Meskipun sebagai Strigoi – dan kata itu membunuhku hanya dengan memikirkannya saja – Dimitri pastilah memiliki tujuan. Jika dia sama sekali tidak kembali untuk melihat keluarganya di kampung halamannya, kemudian dia melakukan hal-hal lain yang lebih berguna – sebanyak yang bisa dilakukan Strigoi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komentar Sydney di catatan membuktikan apa yang selalu aku dengar terus menerus: Strigoi ada di kota. Tapi kota mana? Dimana Dimitri berada? Sekarang aku lah yang tidak memiliki tujuan. Di atas semuanya, aku mengulang kata-kata Mark. Apakah aku berada dalam misi gila? Apakah aku sudah bertindak bodoh dengan mengejar kematianku sendiri? Atau aku bertindak bodoh mengejar .... hal yang tidak ada? Apakah aku konyol menghabiskan sisa hariku dengan keluyuran? Sendirian? Duduk di tampat tidurku, aku merasa suasana hatiku terjungkir balik dan aku tahu aku harus mengalihkan pikiranku sendiri. Aku terlalu mudah terkena emosi gelap selama Lissa menggunakan sihir roh; aku tidak perlu untuk semakin mendorong mereka keluar. Aku memakai cincin yang diberikan Mark padaku, berharap benda ini akan membawa semacam kejernihan dan ketenangan padaku. Aku tidak merasakan perbedaan, dan memutuskan untuk mencari kedamaian dari tempat yang sama yang selalu aku lakukan: pikiran Lissa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia bersama Adrian, dan mereka berdua sedang berlatih sihir roh lagi. Setelah beberapa benjolan awal di dalam prosesnya, Adrian sedang membuktikan kecepatan belajarnya dalam hal menyembuhkan. Itu adalah saat pertama kalinya dari kekuatan Lissa untuk ditunjukkan, dan hal ini selalu membuatnya kesal kalau melihat Adrian membuat kemajuan dengan apa yang ia ajarkan dibandingkan sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku akan memberikan banyak hal untuk kau sembuhkan,” katanya, meletakkan tanaman kecil dalam pot di atas meja. “Kecuali kita mulai mengoyak-ngoyak mangsa atau sesuatu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adrian tersenyum. “Aku pernah menggoda Rose dengan kata-kata itu, bagaimana aku bisa membutanya kagum dengan menyembuhkan hal yang diamputasi atau sesuatu yang sama tidak jelasnya.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh, dan aku yakin dia mempunyai tanggapan yang cerdas untukmu setiap kali kau menggodanya.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, ya, dia memang melakukannya,” wajah Adrian terlihat begitu mengasihi ketika dia mengingat kembali memori itu. Ada sebagian kegilaan dari diriku yang selalu penasaran untuk mendengar apa yang mereka bicarakan tentang ku .... meskipun diwaktu yang sama, aku selalu merasa bersalah saat ada getar kesedihan  hadir saat namaku disebutkan. Lissa mengerang dan merenggangkan tubuhnya di karpet lantai. Mereka ada di kursi panjang di asrama, dan jam tidur segera tiba, “Aku ingin berbicara padanya, Adrian.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau tidak bisa melakukannya,” katanya. Ada nada serius yang tidak biasa di dalam suaranya. “Aku tahu dia masih memeriksa ke dalam pikiranmu - dan itu adalah cara paling dekat untuk bisa berbicara dengannya. Dan sejujurnya? Itu tidaklah begitu buruk. Kau bisa mengatakan langsung bagaimana perasaanmu dengan jelas padanya.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, tapi aku ingin mendengar ia berbicara balik padaku seperti yang kau lakukan dalam mimpimu.” Ini membuatnya tersenyum lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia cukup banyak berbicara, percayalah padaku.” Lissa duduk tegak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lakukan sekarang.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Melakukan apa?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pergi kunjungi mimpinya. Kau selalu mencoba menjelaskannya padaku, tapi aku tidak pernah benar-benar melihatnya. Biarkan aku melihatnya.” Dia menatap diam, kehilangan kata-kata.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Itu sejenis aktivitas seks yang tidak normal.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Adrian! Aku ingin mempelajarinya, dan kita sudah mencoba berbagai hal. Aku bisa merasakan sihir disekelilingmu kadang-kadang. Lakukan saja, ok?” Adrian mulai memprotes lagi tapi kemudian menahan komentarnya setelah mempelajari wajah Lissa beberapa saat. Kata-kata Lissa sangat tajam dan menuntut – sangat tidak berkarakter untuk orang seperti Lissa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ok. Aku akan mencobanya.” Pada akhirnya, seluruh ide agar Adrian mencoba untuk masuk ke dalam kepalaku saat aku sedang melihatnya melalui kepala Lissa adalah hal yang tidak mungkin. Aku tidak terlalu yakin apa yang bisa diharapkan dari Adrian. Aku selalu bertanya-tanya apakah ia harus jatuh tertidur atau paling tidak menutup matanya untuk melakukannya. Tapi sepertinya tidak. Dia malahan menatap diam, matanya menjadi kosong saat pikirannya meninggalkan dunia disekelilingnya. Melalui mata Lissa, aku bisa merasakan sebagian sihir terpancar dari dirinya dan auranya, dan Lissa mencoba menganalisa setiap helainya. Lalu, tanpa peringatan, semua sihir itu menghilang. Dia mengerjap dan menggelengkan kepala.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maaf. Aku tidak bisa melakukannya.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa tidak?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mungkin karena ia sedang bangun. Apa kau belajar sesuatu dari melihat?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sedikit. Mungkin akan lebih berguna jika kau benar-benar menghubunginya.” Lagi, Lissa mengeluarkan nada marahnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia bisa berada dimana saja di dunia ini kau tahu, dalam jam waktu mana pun.” Suaranya melemah karena menguap. “Mungkin kita bisa mencoba di jam berbeda. Aku bisa menemuinya .... sebenarnya, hampir sama dengan jam sekarang. Atau terkadang aku medapatkannya di pagi buta.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia bisa jadi bisa ditemui sebentar lagi,” kata Lissa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Atau dalam jadwal siang manusia di beberapa bagian di dunia.” Rasa antusias Lissa menurun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Benar. Itu juga.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana bisa kalian tidak pernah terlihat sedang melakukan sesuatu?” Christian berjalan memasuki ruangan, terlihat geli melihat Lissa duduk di lantai dan Adrian yang tergeletak di atas sofa. Berdiri di belakang Christian, seseorang yang tidak pernah kupikirkan bisa aku lihat segera. Adrian, yang bisa mendeteksi wanita bermil-mil jauhnya, juga mendadak menyadari pendatang baru di ruangan itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dimana kau dapatkan gadis di bawah umur itu?” tanyanya. Christian memberi tatapan peringatan pada Adrian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini Jill.” Jill Mastrano membiarkan dirinya di dorong ke depan, mata hijau terangnya tidak memungkinkan selebar itu saat ia melihat ke sekelilingnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jill, ini Lissa dan Adrian.” Jill adalah satu dari orang-orang terakhir yang kuharapkan bisa terlihat disini. Aku pernah bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu. Dia di kelas sembilan, yang berarti dia berada disini di kampus atas di musim gugur. Dia memiliki bentuk tubuh super-ramping yang sama seperti yang dimiliki Moroi kebanyakan, tapi tubuhnya itu dipasangkan dengan tinggi yang mengagumkan bahkan dengan standar vampir. Itu membuatnya semakin ramping. Rambutnya cokelat muda bergelombangnya terurai di tengah-tengah punggungnya dan akan sangat terlihat cantik – jika dia belajar bagaimana menatanya dengan pantas. Untuk sekarang, terlihat acak-acakan, dan keseluruhan kesannya – sebenarnya imut – terlihat canggung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“H-hai,” katanya, menatap dari satu wajah ke wajah yang lain. Sejauh yang ia perhatikan, orang-orang ini adalah para selebritis kelas atas kaum Moroi. Dia hampir pingsan ketika pertama kali dia bertemu denganku dan Dimitri, terima kasih pada reputasi kami. Dari ekspresinya sekarang, dia tengah berada dalam kondisi yang sama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jill ingin belajar bagaimana menggunakan kekuatannya untuk kebaikan daripada melawan setan,” kata Christian dengan sebuah kedipan yang berlebihan. Itu adalah leluconnya untuk menagatakan kalau Jill ingin belajar bagaimana berkelahi dengan menggunakan sihirnya. Dia pernah mengekspresikan ketertarikannya itu padaku, dan kukatakan padanya untuk menemui Christian. Aku senang dia memberanikan diri untuk mengikuti nasihatku. Christian adalah seleb kampus juga, sekalipun ia termasuk dari golongan yang tidak terkenal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Anggota baru lagi?” tanya Lissa, menggoyang-goyangkan kepalanya. “Kupikir kau akan bisa mempertahankan yang satu ini?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jill menatap Christian bingung. “Apa maksudnya?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Setelah penyerangan, banyak orang yang berkata kalau mereka ingin belajar bertarung dengan sihir,” jelas Christian. “Jadi mereka menemuiku, dan kami bekerja sama ... sekali dua kali. Kamudian setiap orang mulai menghilang setiap kali latihannya mulai keras, dan kemudian menyadari kalau mereka harus terus berlatih.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Itu tidak menolong, kau memang guru yang kejam,” tuduh Lissa. “Dan sekarang kau merekrut beberapa anak-anak,” kata Adrian sungguh-sungguh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hey,” kata Jill marah. “Aku empat belas tahun.” Tiba-tiba dia bersemangat memberanikan diri berbicara dengan tegas pada Adrian. Adrian menggap hal itu lucu, seperti yang biasa ia lakukan pada hal lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Salahku,” kata Adrian. “Apa elemenmu?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Air.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Api dan air, ya?” Adrian meraih sesuatu ke dalam sakunya dan menarik selembar uang seratus dollar. Dia melambaikannya dan berbicara langsung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sayang, aku akan memberimu sebuah perjanjian. Jika kau bisa membuat seember air muncul dan menumpahkannya di atas kepala Christian, aku akan memberikan mu ini.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kutambahkan sepuluh.” tawa Lissa. Jill terlihat tegang, tapi aku menduga hal itu karena Adrian memanggilnya ‘sayang’. Aku sering mengabaikan apa yang dilakukan Adrian sehingga mudah bagiku untuk lupa kalau ia adalah lelaki yang seksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;gt;Christian mendorong Jill menuju pintu. “Abaikan mereka. Mereka hanya iri karena pengguna roh tidak bisa pergi menyerang di dalam pertarungan seperti yang bisa kita lakukan.” Dia berlutut ke arah Lissa di lantai dan memberinya ciuman singkat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kami berlatih dia ruang atas, tapi aku harus mengantarnya pulang sekarang. Ketemu besok lagi ya.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau tidak perlu melakukannya,” kata Jill. “Aku bisa pulang sendiri. Aku tidak ingin menyebabkan masalah.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adrian berdiri. “Kau tidak perlu pulang sendiri. Jika ada seseorang yang akan maju dan menjadi ksatria dengan baju baja berkilau disini, dia pastilah diriku. Aku akan mengantarkanmu dan meninggalkan burung-burung cinta ini dia sarang burung cinta mereka.” Dia memberikan hormat dengan cara membungkuk pada Jill. “Mari?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Adrian –“ kata Lissa, nada yang tajam dalam suaranya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh ayolah,” kataya, memutar matanya. “Toh aku juga harus kembali – kalian berdua tidak ada gunanya saat jam malam dimulai. Dan sejujurnya, berikan aku sedikit kepercayaan disini. Aku juga punya batas.” Dia memberi kan tatapan penuh arti pada Lissa, satu berarti mengatakan pada Lissa kalau dia idiot karena berpikir Adrian akan menggoda Jill. Lissa menatap Adrian selama beberapa saat dan sadar kalau pria itu benar. Adrian dulunya memang bajingan dan tidak pernah menjadikan ketertarikannya padaku sebagai sebuah rahasia, tapi mengantarkan Jill ke rumah bukanlah bagian dari godaan menyenangkan. Dia benar-benan ingin bersikap baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Baiklah,” kata Lissa. “Aku akan menjumpaimu besok. Senang bertemu denganmu, Jill.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku juga,” sahut Jill. Dia memberanikan diri tersenyum pada Christian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terimakasih lagi.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau sebaiknya menunjukkan keahlianmu di latihan kita berikutnya,” Christian memperingatkan. Adrian dan Jill mulai melangkah pergi dari pintu, saat Avery masuk melaluinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hey, Adrian.” Avery memberikan Jill sekali lirikan. “Siapa gadis di bawah umur mu ini?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bisakah kalian berhenti memanggilku seperti itu?” seru Jill. Adrian menunjuk pada Avery.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hush. Aku akan beurusan denganmu nanti, Lazar.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku jelas mengharapkan hal itu juga,” dia berbicara dengan suara berirama. “Aku akan membiarkan pintunya tidak terkunci.” Jill dan Adrian pergi, dan Avery duduk didekat Lissa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia terlihat cukup mabuk, tapi Lissa tidak mencium bau alkohol dari dirinya. Lissa dengan cepat mempelajari kalau sebagian dari diri Avery selalu gembira dan riang, tidak menghiraukan keadaannya yang mabuk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apakah kau sungguh-sungguh mengundang Adrian ke kamarmu nanti?” tanya Lissa. Dia berbicara untuk menggodanya tapi seseungguhnya ia sedang mereka-reka apakah ada sesuatu yang terjadi pada mereka berdua. Dan ya, itu membuat kami berdua penasaran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Avery mengangkat bahu. “Aku tidak tahu. Mungkin. Terkadang kami bersama saat kalian berdua bermain di tempat tidur kalian. Kau tidak cemburukan?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak,” Lissa tertawa. “Hanya penasaran. Adrian adalah cowok yang baik.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh?” tanya Christian. “Defenisi ‘baik’.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Avery merengkuh tangan Lissa dan mulai memeberi tanda centang pada setiap kata yang ia sebutkan dengan jari-jarinya. “Ketampananya menghancurkan, lucu, kaya, berkeluarga dengan sang ratu ...”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau sudah memilih warna baju pengantinmu?” tanya Lissa, masih dengan tertawa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Belum,” sahut Avery. “Aku masih menguji airnya. Aku sedang mengira-ngira dia bisa menjadi mudah untuk diikat dengan ikat pinggang Avery Lazar, tapi dia itu cowok yang sulit dibaca.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku sungguh tidak ingin mendengar hal ini,” kata Christian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terkadang dia bertingkah seolah mencintai mereka dan meninggalkan mereka. Di waktu yang lain, dia muram seolah sedang patah hati dengan cara yang romantis.” Lissa bertukar lirikan penuh arti dengan Christian saat Avery tidak menangkapnya ketika ia sedang asik bicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ngomong-ngomong, aku tidak berada disini untuk membicarakannya. Aku disini untuk mengatakan tentang kau dan aku meninggalkan tempat ini.” Avery melingkarkan tangannya pada Lissa yang hampir jatuh terbaring.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pergi dari mana? Dari asrama?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak. Dari sekolah ini. Kita akan pergi dalam acara liar akhir minggu di istana.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa, akhir minggu ini?” Lissa merasa dia berada tiga langkah di belakang, dan aku tidak menyalahkannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebab itu hari Paskah. Dan yang mulia ratu merasa kalau hal itu akan menjadi ‘indah’ jika kau bisa bergabung dengannya dalam liburan kali ini.” Suara Avery terdengar agung dan tinggi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan, sejak aku bergaul denganmu, Ayah memutuskan kalau aku telah bersikap baik sekarang.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bajingan yang nggak sadar, kasihan,” Christian mengeluh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jadi dia bilang aku bisa pergi denganmu.” Avery melirik Christian. “Kau juga bisa pergi, kurasa. Sang Ratu bilang Lissa boleh membawa seorang teman – dengan tambahan diriku, tentu saja.” Lissa menatap wajah Avery yang berseri-seri dan tidak membagi rasa antusiasnya padanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku benci kalau harus pergi ke istana. Tatiana hanya terus menyuruh-nyuruh, mengatakan apa yang ia pikirkan seolah itu adalah nasihat yang berguna. Rasanya selalu membosankan dan menyedihkan sekarang.” Lissa tidak menambahkan kalau dia pernah sekali merasa istana itu menyenangkan – ketika aku pergi bersamanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Itu karena kau belum pergi denganku. Aku akan menjadi terobosan! Aku tahu dimana semua hal-hal menyenangkan. Dan aku bertaruh Adrian juga akan datang. Dia bisa mendorong jalannya ke hal apapun. Ini akan menjadi semacam kencan ganda.” Perlahan, Lissa mulai mengakui kalau kali ini akan menjadi menyenangkan. Dia dan aku pernah menemukan sedikit ‘hal menyenangkan’ yang tersembunyi dari permukaan mengkilap dalam kehidupan istana. Setiap kunjungannya yang lainnya sama saja seperti yang ia gambarkan – pengap dan dan berbau bisnis. Tapi sekarang, pergi dengan Christian dan Avery yang liar dan spontan? Akan menjadi hal yang potensial. Hingga Christian mengacaukannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Well, jangan hitung aku dalam daftar yang ikut,” katanya. “Jika kau hanya bisa membawa satu orang, bawalah Jill.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa?” tanya Avery.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gadis di bawah umur,” jelas Lissa. Dia menatap Christian dengan heran. “Demi Tuhan mengapa aku harus membawa Jill? Aku baru bertemu dengannya.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebab dia sebenarnya serius mempelajari bagaimana mempertahankan diri. Kau harus memperkenalkan ia kepada Mia. Mereka sama-sama pengguna air.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Benar,” kata Lissa mengerti. “Dan fakta kalau kau membenci acara di istana tidak bisa diubah?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Well....”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Christian!” Lissa mendadak menjadi marah. “Mengapa kau tidak melakukan ini untukku?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Karena aku benci cara Ratu jalang itu menatapku,” katanya. Lissa masih belum merasa yakin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, tapi ketika kita lulus, aku akan tinggal disana. Kau juga akan pergi ke sana.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, well, kalau begitu anggap kau memberi liburan awal untukku.” Rasa kesal Lissa tumbuh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh, aku mengerti sekarang. Aku harus menerima semua ucapan sampahmu selama ini, tapi kau tidak mau pergi untukku.” Avery melirik mereka dan berdiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku akan meninggalkan kalian anak-anak untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kalian. Aku tidak peduli apakah si gadis di bawah umur atau Christian yang akan pergi, selama kau ada disana Lissa.” Dia manatap tajam ke arah Lissa. “Kau akan pergi, kan?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, aku akan pergi.” Jika apapun dari penolakan Christian mendadak hal itu memacu Lissa lebih jauh. Avery menyeringai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Menakjubkan. Aku akan pergi duluan dari sini, tapi kalian berdua haruslah berciuman dan berbaikan setelah aku pergi.” Kakak Avery, Reed tiba-tiba muncul di pintu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa kau siap?” Reed bertanya pada Avery. Setiap kali dia berbicara, suaranya selalu terdengar seperti sebuah omelan. Avery memberikan sekilas tatapan kemenangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lihat? Kakakku yang sopan, datang menjemputku sebelum ibu asrama mulai meneriakiku untuk pergi. Sekarang Adrian harus menemukan cara baru yang lebih menarik untuk membuktikan jiwa ksatrianya.” Reed tidak terlihat sangat sopan ataupun ksatria, tapi kurasa dia sungguh baik mau menjemput dan mengantar Avery ke kamarnya. Pemilihan waktunya selalu saja menakutkan sebenarnya. Mungkin Avery benar tentang kakanya itu, dia tidaklah seburuk yang orang-orang pikirkan. Segera setelah Avery pergi, Lissa mengembalikan perhatiannya pada Adrian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa kau benar serius menyuruhku membawa Jill daripada membawamu?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yep,” sahut Christian. Dia mencoba untuk berbaring di pangkuan Lissa, tapi Lissa mendorongnya menjauh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tapi aku akan menghitung setiap detiknya sampai kau kembali.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tidak percaya kau menganggap semua ini lelucon.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tidak menganggapnya seperti itu,” katanya. “Dengar, bukan maksudku untuk tidak mau bekerjasama denganmu, Ok? Tapi sungguh ... aku hanya tidak ingin berurusan dengan segala macam hal yang berhubungan dengan drama istana. Dan ini akan bagus untuk Jill.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia cemberut. “Kau tidak punya masalah untuk menolak dia kan?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku bahkan tidak mengenalnya,” sahut Lissa. Dia masih marah – sangat marah dari apa yang aku harapkan, yang artinya sangat aneh. Christian menggenggam tangan Lissa, dengan wajah yang serius. Mata biru yang dicintai Lissa mampu meredakan sedikit kemarahan dalam diri Lissa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kumohon, aku tidak sedang mencoba membuatmu marah. Jika hal ini benar-benar penting ....” Hanya dengan seperti itu, kemarah Lissa merebak hilang. Rasanya mendadak, seperti ada semacam tombol perubah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak, tidak. Aku tidak masalah membawa Jill – meskipun aku tidak yakin apakah dia akan bergabung dengan kami dan melakukan apapun yang ada dalam pikiran Avery.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Berikan Jill pada Mia. Dia akan menjaganya di akhir minggu itu.” Lissa mengangguk, bertanya-tanya mengapa Christian begitu tertarik pada Jill.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ok. Tapi kau tidak melakukan hal ini karena kau tidak menyukai Avery kan?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak, aku suka Avery. Dia membuatmu lebih banyak tersenyum.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau yang membuatku tersenyum.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Itulah kenapa kutambahkan kata ‘lebih’.” Christian mencium tangan Lissa dengan lembut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau menjadi begitu bersedih setelah kepergian Rose. Aku senang kau mau bergaul dengan orang lain – maksudku, untuk semua kebutuhan yang tidak bisa kaudapatkan dariku.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Avery bukan pengganti Rose,” jawab Lissa cepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tahu. Tapi dia mengingatkan ku pada Rose.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa? Mereka tidak memiliki kesamaan sedikit pun.” Christian menegakkan tubuhnya dan duduk di samping Lissa, mengistirahatkan wajahnya di pundak Lissa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Avery seperti Rose dulu, sebelum kalian berdua pergi.” Baik Lissa maupun aku terhenti sejenak merenungkan hal itu. Apakah dia benar? Sebelum kekuatan roh Lissa mulai nampak, dia dan aku hidup dalam gaya hidup gadis pesta. Dan ya, separuhnya dari waktu itu, akulah yang selalu memberikan ide gila untuk menemukan waktu yang menyenangkan dan membuat kami masuk dalam masalah. Tapi apakah aku benar-benar terlihat seperti Avery kala itu?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak akan ada Rose yang lain,” kata Lissa sedih.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak,” Christian membenarkan. Dia memberikan ciuman singkat dan lembut di bibirnya. “Tapi akan terus ada teman baru.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tahu dia benar, tapi aku tidak bisa menolak untuk merasa sedikit cemburu. Aku juga tidak bisa menghentikan sedikit rasa khawatirku. Semburan kemarahan singkat yang dialami Lissa sejenis kesedihan. Aku bisa memahami betapa ia berharap Christian bisa menemaninya, tapi tingkahnya yang sedikit menyebalkan – dan rasa-hampir-cemburunya pada Jill pun juga aneh. Lissa tidak punya alasan untuk meragukan perasaan Christian, jelas tidak perlu apalagi pada seseorang seperti Jill. Suasana hati Lissa mengingatkanku pada diriku dulu. Lebih banyak terlihat karana dia terlalu lelah, tapi sebagian firasatku – mungkin ini bagian dari ikatan kami – mengatakan padaku ada sesuatu yang salah pada dirinya. Seperti sensasi yang cepat berlalu, yang tidak bisa aku benar-benar pahami, seperti air yang mengalir di jari-jariku. Namun, firasatku selalu benar sebelumnya, dan kuputuskan untuk lebih sering memeriksa keadaan Lissa. __&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-6571169060789012038?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/6571169060789012038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/6571169060789012038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/6571169060789012038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/10/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter.html' title='Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 11)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3hAYs6TZMCA/ToqRQlG7csI/AAAAAAAAAoM/DKiC-CBcOu0/s72-c/%257E4+Blood+Promise.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-2022231950929753061</id><published>2011-09-29T14:03:00.001+08:00</published><updated>2011-09-29T14:03:56.383+08:00</updated><title type='text'>When...?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gIWgq1O4nvg/ToQJig26B7I/AAAAAAAAAoE/Lhb_dNZ-tl4/s1600/wedding-dress-designer.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-gIWgq1O4nvg/ToQJig26B7I/AAAAAAAAAoE/Lhb_dNZ-tl4/s320/wedding-dress-designer.jpg" width="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;I&lt;/span&gt; am a bride ... without a groom &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-2022231950929753061?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/2022231950929753061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/09/when.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2022231950929753061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/2022231950929753061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/09/when.html' title='When...?'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gIWgq1O4nvg/ToQJig26B7I/AAAAAAAAAoE/Lhb_dNZ-tl4/s72-c/wedding-dress-designer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-7154972748219447170</id><published>2011-08-23T13:05:00.000+08:00</published><updated>2011-08-23T13:05:33.613+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep'/><title type='text'>Resep: Omurice (Omelet Rice)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Mr0B1Rc69KU/TlMyBWA-jpI/AAAAAAAAAoA/4ANNyDqX6no/s1600/omurice.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mr0B1Rc69KU/TlMyBWA-jpI/AAAAAAAAAoA/4ANNyDqX6no/s320/omurice.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; B  &lt;/span&gt;erhubung aku sedang lapar, dan pengeen banget makan omurice, so aku posting resepnya aja hari ini. Hahaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Omurice, atau terkadang sering disebut dengan "omu-rice" (Japanese: オムライス, Omu-raisu),adalah sebuah contoh dari jenis masakan campuran modern Jepang  yang terdiri dari telur dadar yang dibuat (dicampur) dengan nasi goreng dan biasanya dibubuhi saos di atasnya. Omu dan raisu diambil dari kata bahasa Inggris yakni Omelette (telur dadar) dan rice (nasi), dan ini termasuk wasei-eigo (adalah kata-kata bahasa Jepang yang dibuat dari menggabungkan dua kata dari bahasa Inggris sehingga terbentuk arti baru yang sama sekali tidak dikenal dalam kosakata bahasa Inggris). Makanan ini sangat populer dan biasanya dimasak di rumah dan bisa ditemukan dia banyak rumah makan bergaya barat dan restoran tempat minum di Jepang. Omurice juga populer di Korea dan menjadi makanan terkenal di beberapa restoran di Korea Selatan dan Taiwan. Makanan ini juga sangat disukai anak-anak dan sering dijadikan sebagai menu untuk anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	4 mangkok nasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	½ potong dada ayam, potong kecil2&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	1 lada hijau, rajang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	4 jamur putih, iris tipis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	½ bawang, rajang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	garam dan merica untuk bumbu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	saos&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	minyak goreng&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•	8 biji telur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara memasak:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panaskan minyak sayur dalam wajan dan tumis ayam. Tambahkan bawang, jamur, dan  lada hijau di wajan dan tumis bersama sampai melunak. Tambahkan nasi dalam panci dan tumis bersama-sama. Taburkan sedikit garam dan merica. Matikan api dan tambahkan kecap, aduk rata. Pisahkan nasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panaskan sekitar 1 sdt minyak goreng dalam wajan besar. Kocok dua telur dalam mangkuk kecil dan tuangkan telur dalam wajan. Tuangkan telur buat dadar bulat. Masukkan 1 / 4 nasi  di tengah dan lipat sisi bawah omelet di atas nasi. Tutup wajan dengan piring dan hati-hati menygeluarkannya  ke piring. Ulangi proses ini untuk membuat empat porsi omelet. Berikan sedikit saos di atas omurice sesaat sebelum disajikan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-7154972748219447170?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/7154972748219447170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/resep-omurice-omelet-rice.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/7154972748219447170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/7154972748219447170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/resep-omurice-omelet-rice.html' title='Resep: Omurice (Omelet Rice)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Mr0B1Rc69KU/TlMyBWA-jpI/AAAAAAAAAoA/4ANNyDqX6no/s72-c/omurice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-3820520276393922546</id><published>2011-08-22T10:45:00.000+08:00</published><updated>2011-08-22T10:45:01.580+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korean'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;lyric&apos;'/><title type='text'>Lyric Tae Yang Wedding Dress ( English Version )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yfNmjb1Uw_0/TlHBX9Cx1FI/AAAAAAAAAn4/VZ_iLTZJcZA/s1600/taeyang-wedding-dress.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-yfNmjb1Uw_0/TlHBX9Cx1FI/AAAAAAAAAn4/VZ_iLTZJcZA/s200/taeyang-wedding-dress.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; S  &lt;/span&gt;ome say it ain’t over till it’s over&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;But I guess it’s really over now&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;There’s something I gotta say before I let you go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Listen…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Can’t believe what’s goin’ on&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Gotta keep my cool, be calm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;When I heard you and he was screamin’ out of control&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;All I can think about is “No, no, no… he won’t&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;hurt the one I’ve cared for so long, long… hell, no.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;I know we’re done, and now it’s none of my concern but how&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;can two be windin’ out from only weeks in goin’ out&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Just makes me feel that what we had was real&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Could it be or is it too late? (Oh, oh baby) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;***chorus 1&lt;br /&gt;Baby!&lt;br /&gt;Listen to your heart, won’t let you down&lt;br /&gt;Cause you should be my Lady!&lt;br /&gt;Now that we’re apart love will show how&lt;br /&gt;Life carries on…&lt;br /&gt;I’ve never felt so strong&lt;br /&gt;Life can lead us to a happiness never ending&lt;br /&gt;If we just know that we belong to each other&lt;br /&gt;Never worry, grow as we go&lt;br /&gt;See you in your wedding dress&lt;br /&gt;I can see you in your wedding dress&lt;br /&gt;I see you walking down in your … (wedding dress)&lt;br /&gt;I can see you in your wedding dress (Oh, yea~)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was never perfect no ~&lt;br /&gt;But I’d never let it go to a point I’m ragin’, throwin’ making you uncomfortable&lt;br /&gt;What he didn’t, did to you was unacceptable&lt;br /&gt;You claimed everything was okay. That’s impossible&lt;br /&gt;Just know I’m here for you&lt;br /&gt;All clear for you from night to sun&lt;br /&gt;God, I’ve been near to you, the feel of you gives me a rush&lt;br /&gt;It makes me feel that what we have is real&lt;br /&gt;It could never be too late&lt;br /&gt;***chorus&lt;br /&gt;Baby!&lt;br /&gt;Listen to your heart, won’t let you down&lt;br /&gt;Cause you should be my Lady!&lt;br /&gt;Now that we’re apart love will show how&lt;br /&gt;Life carries on…&lt;br /&gt;I’ve never felt so strong&lt;br /&gt;Life can lead us to a happiness never ending&lt;br /&gt;If we just know that we belong to each other&lt;br /&gt;Never worry, grow as we go&lt;br /&gt;See you in your wedding dress&lt;br /&gt;I can see you in your wedding dress&lt;br /&gt;I see you walking down in your … (wedding dress)&lt;br /&gt;I can see you in your wedding dress (Oh, yea~)&lt;br /&gt;baby girl you won’t regret&lt;br /&gt;Come along just take my hand&lt;br /&gt;Let’s start this journey livin’ life so beautiful&lt;br /&gt;This happy hope that we spread, love and see&lt;br /&gt;It goes deeper so deep from my heart (Whoa oh~)&lt;br /&gt;I’ve never felt so strong&lt;br /&gt;Life can lead us to a happiness never ending&lt;br /&gt;If we just know that we belong to each other&lt;br /&gt;Never worry, grow as we go&lt;br /&gt;See you in your wedding dress&lt;br /&gt;I can see you in your wedding dress&lt;br /&gt;Never let go… never let go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-3820520276393922546?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/3820520276393922546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/lyric-tae-yang-wedding-dress-english.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/3820520276393922546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/3820520276393922546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/lyric-tae-yang-wedding-dress-english.html' title='Lyric Tae Yang Wedding Dress ( English Version )'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yfNmjb1Uw_0/TlHBX9Cx1FI/AAAAAAAAAn4/VZ_iLTZJcZA/s72-c/taeyang-wedding-dress.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-3802062320948534758</id><published>2011-08-19T13:17:00.001+08:00</published><updated>2011-08-19T13:21:26.413+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;dream&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Samsung Nori F S5520  vs Samsung Galaxy Ace S5830 vs LG Lolipop GD580</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-n4FsMprMU6M/Tk3sKrFvjkI/AAAAAAAAAnw/g4a1XYZsmWU/s1600/Nori%2BF.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://1.bp.blogspot.com/-n4FsMprMU6M/Tk3sKrFvjkI/AAAAAAAAAnw/g4a1XYZsmWU/s400/Nori%2BF.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;A &lt;/span&gt; lkisah, handphone Nokia 5800 XM ku tengah sekarat, berbagai panggilan masuk ia tolak, terkadang pesan-pesan pun tidak ia sampaikan atau mungkin terlambat di kabarkan.Kemudian, ketika ia sedang meregang nyawa, ia ingin aku menggantikan posisinya dengan Samsung atau Lg. Sambil menitikkan air mata, kukatakan, "Aku masih menyayangimu, 5800...". Namun sayang, lampu layarnya mulai berkedip dan meredup, suara MP3nya sudah mulai mengecil, ketika aku menyentuhnya, dengan lambat ia mau bergerak. Wifi nya terbatuk-batuk, Game nya ngos-ngosan. Akhirnya, selama sekian jam ia tidak bergerak, ketika aku mulai mengoyang-goyangkan badannya untuk membangunkannya, ia tetap diam membisu. Akhirnya aku memenuhi permintaannya, untuk mengakhiri hidupnya. Lalu, dengan berat hati, kucabut batreinya.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yup, akhirnya setelah sekian lama kutunda-tunda, aku harus merelakan kepergian Nokia 5800 XM ku. Padahal sebenarnya, aku malas untuk ganti-ganti handphone. Menurutku, kalau bisa smsan dan telepon-an dengan lancar, kamera bisa bikin fotoku jadi cantik, mp3 mau nyala, its OK for me. But now, it's died.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya option ku antara Samsung dan LG, mau tau kenapa? Karena aku penggila Korea *Bwkwkwkwk sudah diduga. Alasan kedua, karena kualitasnya memang sudah diatas standar dan yang lebih penting lagi, harganya lebih murah ketimbang kalo disejajarkan dengan Nokia atawa Sony Ericson.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini aku sedang mengicar 3 Handphone keluaran pabrikan Samsung dan LG. Sayangnya, dua diantaranya tidak dijual di Indonesia. Alhasil, kalau aku memilih satu dari dua handphone tersebut, aku harus membeli dari importir, yang berarti aku harus lebih selektif memilih si 'seller' ini. Takut penipuan: uang ilang, hp melayang. *Aku kan nggak mungkin ngidupin Nokia 5800 ku yang udah nggak bernyawa ituh, Gkgkgkgk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihan pertamaku jatuh pada Samsung Nori F GT- S5520&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yup, dikarenakan hp ini dipakai di salah satu drama favoritku dan digunakan oleh salah satu aktor korea idolaku. Playfull Kiss! Handphonenya lucu, bisa dikocok-kocok. Warna variatif, dan bisa bikin 'dot-dot' sesuai keinginan. Harganya sekitar Rp2.450.000. Tapi sayangnya, hp ini termasuk yang nggak dijual di Indonesia. Jadi belinya mesti lewat importir, atawa langsung terbang ke Seoul, Taiwan, ato New Zealand. T . T&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katanya karena Hp ini berlabel Anycall, dan Samsung tidak lagi menjual produk Anycall di Indonesia katanya karena nggak laku. Ah coba mereka jual yang ini, pasti laku. Jamin deh!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spesifikasi Samsung Nori F GT- S5520&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebar x Tinggi x Tebal: 4.95 cm x 10.49 cm x 1.15 cm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berat : 108.5 gr&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Platform : Band UMTS(2100 MHz) + GSM(900/1800/1900 MHz)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;HSDPA 3.6Mbps/EDGE Class 10/GPRS Class 12 Data Speed&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamera : 3.2 Mega-pixel Camera &amp;amp; 1.3 Mega-pixel Camera&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Display : TFT Color Internal Display&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16.7M(240 x 400 pixel) Internal display resolution&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.8" Internal display size&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Music player : Music Player(MP3/AAC/e-AAC+/MIDI)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memori : External memory: Support microSD™ memory card&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konektivitas : Bluetooth(V2.0(A2DP/AVRCP))&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USB 2.0&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video : Video recorder(320 x 240 pixel)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video player(H.263/MPEG4)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan : Special dot composer show happy mood and status, Stylish design unique colors, The most favorable shooting mode for you (Lomo shot), Personalized Theme user interface, Instant Messenger.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihan keduaku jatuh pada Samsung Galaxy Ace S5830.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanya Kenapa? Karena dia udah pake sistem Android Froyo dan harganya lumayan terjangkau. Dengan harga sekitar Rp2.500.000 aku udah dapet banyak hal. dan bentuknya rada-rada mirip ama iPhone. wkwkwkw *Sttt ...! Jangan tanya kenapa aku nggak suka BB ya.... Tapi modelnya sama sekali nggak imut, terlihat keren sih, tapi tetepa, nggak imut. LOL. Nah, kalo HP yang ini udah dijual di Indonesia, jadi aku bisa beli di gerai resminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spesifikasi Samsung Galaxy Ace S5830&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebar x Tinggi x Tebal : 5.99 cm x 11.24 cm x 1.15 cm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berat : 113 gr&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Platform : Band 850/900/1800/1900 MHz&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3G Band 900/2100 MHz&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;HSDPA 7.2&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem Operasi Android 2.2&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Browser Internet (Android)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamera : Kamera 5 Megapiksel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zoom Digital 2x&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lampu Kilat (LED)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Auto Focus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efek Foto Normal/Negatif/Hitam&amp;amp;Putih/Sepia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;White Balance: Otomatis/Siang/Lampu Pijar/Fluoresensi/Berawan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Display : Layar TFT (Internal)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Resolusi Layar HVGA 320 x 480 (Internal)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ukuran Layar 3.5" (Internal)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Music Player : Tersedia Nada Dering Polifonik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nada dering MP3 disertakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DRM (OMA DRM v1.0(FL, CD, SD))&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memori : Memori SMS: Tergantung pada Memori&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entri Buku Telepon: Tergantung pada Memori&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memori Eksternal (MicroSD hingga 32 GB)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konektivitas :Bluetooth 2.1&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USB 2.0 Kecepatan Tinggi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersedia Penyimpanan Massal USB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung Browser Internet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersedia SyncML (DM)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WIFI 801.11 b/g/n&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AGPS disertakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video : Mendukung Pesan Video&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung Streaming Video&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hiburan : Tersedia Wallpaper terintegrasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung Radio FM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung RDS Radio FM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi Panggilan : SpeakerPhone disertakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung eReader (ID Pemanggil)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung Waktu Panggilan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung Panggilan Banyak Peserta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersedia eReader (Panggilan Keluar/Tak Terjawab/Diterima)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aplikasi kantor : ThinkFree Document Viewer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersedia eReader (Mode Pesawat)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendukung Memo Suara&amp;amp;Voice Mail&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan : Minimal Yet Sophisticated Design, A Market with Limitless Fun, Perfect Social Hub, Great Hardware for Great Performance, Speedy Quicktype, Voice Search, ThinkFree (Editing and make document such as Word, Excel, and Powerpoint)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, telah sampailah kita pada pilihan ketigaku. Yakni LG Lolipop GD580&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa aku tertarik dengan Handphone ini. Pertama karena dia mirip Nori F. Hehehe. Kedua karena iklannya bagus *2NE1 hahahaha. Tapi, sama nasibnya dengan Nori F, Lolipop juga nggak ada di Indonesia. Aduh, kenapa sih yang imut-imut pada nggak masuk kesini. Harganya sekitar $428 atau kalau kita rupiahkan sekitar Rp3.660.000. Ternyata yang ini lebih mahal. Hahahaha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spesifikasi LG Lolipop GD580&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tinggi x Lebar x Tebal : 10.83 cm x 5.15 cm x 1.34 cm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berat : 103.5 gr&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Platform : GSM (900/1800/1900), HSDPA (2100)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamera : Camera 3 Megapixel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Display :LCD 2.8" TFT 262k (240 x 400)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musik :Midi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memori : Internal 60MB, Eksternal Up to 8GB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konektivitas :WAP 2.0, Bluetooth&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan : Lovable Graphics, Captivating LED lights,The sweetest design, Instant Silence&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sepertinya, aku akan memilih pilihan kedua. Meskipun aku masih setia menanti Nori F. Hahahaha.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-3802062320948534758?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/3802062320948534758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/samsung-nori-f-s5520-vs-samsung-galaxy.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/3802062320948534758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/3802062320948534758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/samsung-nori-f-s5520-vs-samsung-galaxy.html' title='Samsung Nori F S5520  vs Samsung Galaxy Ace S5830 vs LG Lolipop GD580'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-n4FsMprMU6M/Tk3sKrFvjkI/AAAAAAAAAnw/g4a1XYZsmWU/s72-c/Nori%2BF.png' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-6113931604259176510</id><published>2011-08-18T12:39:00.000+08:00</published><updated>2011-08-18T12:39:55.218+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dear God'/><title type='text'>Dear God 3/89</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; "D&lt;/span&gt;ear God...please swept any pain in my heart, turn it to be brave of any part,even every way is so hard,but I believe in U, God.U always be there when I'm right   &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-6113931604259176510?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/6113931604259176510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/dear-god-389.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/6113931604259176510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/6113931604259176510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/dear-god-389.html' title='Dear God 3/89'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-7532312767291661142</id><published>2011-08-18T11:32:00.000+08:00</published><updated>2011-08-18T11:32:33.747+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blood promise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><title type='text'>Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 10)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-o84CE92zNx4/TkyG-p5YteI/AAAAAAAAAnM/cZmLYf0WpI8/s1600/Blood+Promise+%25234.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-o84CE92zNx4/TkyG-p5YteI/AAAAAAAAAnM/cZmLYf0WpI8/s320/Blood+Promise+%25234.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;M  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;ASING-MASING ORANG  SEPERTINYA BISA BERGAUL dengan baik saat makan siang bersama Avery sehingga kelompok itu kembali berkumpul lagi pada malam harinya dan melakukan semacam kegiatan liar bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Lissa sedang memikirkan hal itu saat dia tengah duduk dalam  pelajaran pertama di kelas bahasa Inggris di pagi berikutnya. Mereka begadang malam tadi, diam-diam keluar setelah jam malam telah berlalu. Ingatan itu menorehkan senyuman di wajah Lissa, meskipun dia sedang mencoba untuk tidak menguap. Aku tidak bisa menahan sedikit  rasa iriku. Aku tahu Avery lah yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Lissa ini, dan ini menggangguku sampai ketingkat orang picik. Namun, persahabatan baru yang ditawarkan Avery juga membuatku merasa sedikit bersalah karena telah meninggalkan Lissa. Lissa menguap lagi, sangat susah berkonsentrasi pada ‘The Scarlet Letter’ ketika sedang terlibat pertarungan dengan rasa pusing akibat mabuk semalam. Avery kelihatannya terus menuangkan minuman tanpa henti. Adrian tentu langsung mengambilnya, tapi Lissa menjadi sedikit ragu-ragu. Dia sudah menghentikan masa-masanya berpesta sekian lama, tapi akhirnya ia menyerah malam tadi dan minum bergelas-gelas anggur lebih banyak dari pada yang seharusnya ia minum. Sangat berbeda dengan situasiku dengan ‘si vodka’, cukup ironis. Kami berdua sama-sama terlalu menurutkan kata hati, meskipun kami terpisah bermil-mil jauhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Tiba-tiba, sebuah suara melengking menderu di udara. Kepala Lissa mendongak bersamaan dengan semua kepala yang ada di kelas ini. Di sudut ruangan, sebuah lampu alarm kebakaran kecil menyala dan memberi pertanda peringatan.  Seperti biasa, beberapa siswa mulai bersorak ketika sebagian lagi berpura-pura ketakutan. Sisanya hanya terlihat kaget dan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Pengajar Lissa juga terlihat sedikit bingung, dan setelah penilaian cepat, Lissa yakin kalau ini bukanlah  alarm yang sudah direncanakan. Guru-guru biasanya mengangkat kepala mereka saat ada latihan, dan Ibu Malloy tidak mengenakan ekspresi lelah seperti biasanya yang di tunjukkan seorang guru saat mencoba membayangkan berapa banyak waktu yang akan digunakan latihan kali ini yang akan memotong jam pelajaran mereka.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Berdiri dan kesanalah,” kata Ibu Malloy dengan kesal, memegang sebuah papan penjepit kertas. “Kalian tahu kemana kalian harus pergi.” Prosedur latihan kebakaran sangat standar. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa mengikuti yang lain dan berjalan berdampingan dengan Christian. “Apa kau yang melakukannya?” godanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak. Aku sih berharap begitu. Kelas ini sudah hampir membunuhku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kau? Aku sudah mendapatkan sakit kepala yang paling parah di sepanjang hidupku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Christian memberikan seringaiannya yang biasa. “Biarkan itu menjadi pelajaran bagimu, Nona kecil pemabuk.” Lissa mengubah mimik mukanya sebagai balasan dan memberikan  sedikit pukulan ringan. Mereka sampai ke ruang pertemuan di lapangan dan bergabung di barisan yang mereka coba bentuk. Ibu Malloy datang dan memeriksa  setiap orang dengan papan penjepitnya, puas karena tidak ada satu pun yang tertinggal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kurasa ini tidak direncanakan sebelumnya,” kata Lissa.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Setuju,” jawab Christian. “Yang berarti meskipun tidak ada api, kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Nah, kalau begitu. Tidak ada gunanya menunggu, kan?” Christian dan Lissa berbalik terkejut mendengar suara di belakang mereka dan melihat sosok Avery disana. Dia mengenakan gaun rajut berwarna ungu dan sepatu tinggi berwarna hitam yang terlihat sangat tidak cocok  dengan  rumput yang basah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Lissa. “Kupikir kau ada di kamarmu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Terserahlah. Di sana sangat membosankan. Aku harus datang untuk membebaskan kalian, teman.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kau yang melakukannya?” tanya Christian, sedikit kagum.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery mengangkat bahunya. “Sudah kubilang, aku sedang bosan. Sekarang, ayo pergi sementara disini masih rusuh.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Christian dan Lissa bertukar pandang. “Sebenarnya,” kata Lissa lambat, “Kurasa mereka sudah mengabsen ...”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Cepat!” kata Avery. Kegembiraannya menular dan terasa kuat, Lissa bergegas di belakang Avery, Christian diseret. Dengan semua siswa yang berdesak-desakkan, tidak satupun yang menyadari kalau mereka memotong jalur  menuju kampus – hingga mereka  mencapai bagian luar dari rumah tamu. Simon berdiri bersandar pada pintu dan Lissa menegang. Mereka ketahuan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Semuanya sudah diatur?” Avery bertanya padanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Simon, jelas tipe yang kuat dan pendiam, memberikan anggukan sekilas saat ia menjawab sebelum berdiri dengan tegap. Dia memasukkan tangannya ke dalam kantong jasnya dan berjalan menjauh. Lissa mentapnya, terkagum-kagum.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia ... dia membiarkan kita pergi? Dan apakah dia juga ikut campur dalam kekacauan ini?” Simon bukanlah seorang guru di kampus ini, tapi tetap saja bukan berarti dia boleh membiarkan siswa membolos dari kelas dengan alarm kebakaran palsu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery menyeringai nakal, melihat dia pergi. “Kami telah lama bersama-sama. Dia punya banyak hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada menjadi penjaga kita.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery menuntun mereka ke dalam, tapi bukannya pergi ke kamarnya, mereka memotong jalan ke daerah berbeda dari bangunan itu dan pergi ke tempat yang aku kenali: kamar Adrian. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery menggedor pintu. “Hey, Ivashkov! Buka!”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa menutupi mulutnya dengan tangannya untuk mengecilkan suara tawanya. “Benar-benar trik bagus untuk sembunyi-sembunyi. Semua orang bisa mendengar suaramu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku ingin ia mendengarku,” Avery membela diri. Dia terus saja menggedor pintu dan berteriak, dan akhirnya, Adrian menjawab. Rambutnya berdiri dalam posisi yang aneh dan dia punya lingkaran hitam di bawah matanya. Dia minum dua kali lebih banyak dari pada Lissa malam kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa ...” Adrian mengerjapkan matanya. “Bukankah kalian seharusnya ada di kelas? Oh Tuhan. Aku belum cukup tidur, kan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Biarkan kami masuk,” kata Avery, mendorong untuk masuk. “Kami perlu tempat berlindung dari kebakaran disini.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery menghentakkan dirinya di sofa Adrian, membuat dirinya merasa seperti di rumah sendiri saat Adrian terus saja menatapnya. Lissa dan Christian bergabung dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Avery menyalakan alarm kebakaran,” Lissa menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kerja bagus,” kata Adrian, menjatuhkan diri  ke kursi berbulunya. “Tapi mengapa  kalian harus kesini? Apa hanya ini satu-satunya tempat yang tidak terbakar?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery mengerjapkan bulu matanya ke Adrian. “Apa kau tidak senang melihat kami?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Adrian menatap Avery, menilai sesaat. “Selalu senang melihat mu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa yang biasanya sangat kaku dengan hal-hal semacam ini, namun sesuatu mengenai hal ini membuatnya tergelitik. Sangat liar, sangat konyol ... sebuah terobosan dari seluruh kekhawatirannya selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk menyadari ulah kalian. Mereka bisa saja membiarkan semua orang masuk sekarang.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Mereka bisa,” Avery setuju, meletakkan kakinya ke atas meja kopi. “Tapi aku memiliki kekuasaan yang bagus untuk melakukkannya, ketika alarm yang lain mati di sekolah saat mereka membuka pintu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Bagaiman bisa kau melakukannya?” tanya Christian.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Rahasia penting.” Adrian   menggosok-gosok matanya dan benar-benar geli dengan semua ini, meskipun dia harus mendadak bangun.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kau tidak bisa menarik   tuas alarm sepanjang hari, Lazar.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sebenarnya, aku mempunyai kekuasaan yang bagus sehinngga  sekali mereka merasa masalah alarm kedua sudah selesai, alarm ketiga akan berbunyi.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa tertawa  keras, meskipun kebanyakan dikarenakan oleh  reaksi para lelaki dan sedikit karena pemberitahuan Avery. Christian, yang sangat cocok dengan pemberontakan anti sosial, telah menjebak orang-orang dalam api. Adrian menghabiskan hampir sepanjang harinya dengan mabuk dan terantai dengan rokok.  Untuk gadis imut dan supel seperti Avery, ternyata bisa  membuat mereka heran, sesuatu yang benar-benar luar biasa telah terjadi. Avery terlihat puas karena telah melakukan hal yang lebih dibandingkan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jika sesi introgasi sudah selesai sekarang,” katanya, “bukankah kau seharusnya menawarkan tamumu semacam penyegaran?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Adrian berdiri dan menguap. “Baiklah. Baiklah, cewek kurang ajar. Aku akan membuat kopi.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dengan sedikit tambahan?” Avery mencondongkan kepalanya ke arah rak minuman Adrian.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kau bercanda?” kata Christian. “Apa kau masih punya pikiran yang waras  yang tertinggal?” &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery mengitari rak itu dan mengambil suatu botol. Dia memegang benda itu ke arah Lissa. “Kau mau?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Bahkan pemberontakkan pagi Lissa punya batas. Sakit kepala karena anggur semalam masih berdenyut-denyut di tengkoraknya. “Ugh, tidak.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Pengecut,” kata Avery. Dia berbalik ke arah Adrian. “Kalau begitu, tuan Ivashkov, kau lah yang terbaik dalam hal menuangkannya ke gelas. Aku selalu suka secangkir kopi yang dicampur sedikit dengan brandy.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Tidak lama setelah itu, aku mengabur menjauh dari kepala Lissa dan kembali beputar  ke dalam kepalaku sendiri, kembali ke dalam kegelapan tidur dan mimpi yang biasa. Mimpi itu berdurasi pendek, mengingat  saat ini ada sebuah ketukkan keras segera menarikku ke dalam kesadaran.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Mataku perlahan terbuka, dan rasa sakit yang panas dan dalam menerjang melalui punggung ke belakang tengkorakku – aku yakin ini merupakan efek setelah meminum vodka beracun itu. Lissa yang mabuk tidak ada hubungannya denganku. Aku mulai menutup mataku, ingin tengelam kembali ke dasar dan membiarkan tidur menyembuhkan rasa sakitku. Kemudian, aku mendengar ketukkan lagi – dan semakin buruk, seluruh tempat tidurku  bergoncang dengan kasar. Seseorang  menendangnya. Kembali membuka mata lagi, aku berbalik  dan menemukan diriku menatap mata gelap tajam milik Yeva. Jika Sydney telah bertemu banyak dhampir seperti Yeva, aku bisa mengerti mengapa ia berpikir kalau kaum kami adalah monster dari neraka. Ia mengerutkan bibirnya dan menendang tempat tidur lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Hey,” tangisku. “Aku sudah bangun, oke?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Yeva memberengutkan sesuatu dalam bahasa Rusia, dan Paul mengintip kesekeliling dari belakang Yeva, menerjemahkan. “Dia bilang, kau tidak bisa dibilang bangun sampai kau benar-benar keluar dari tempat tidur dan berdiri.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dan tanpa peringatan lagi, wanita tua yang sadis itu kembali menendang-nendang ranjangku. Aku tersentak berdiri, dan dunia terasa berputar di sekelilingku. Aku sudah mengatakan sebelumnya, tapi kali ini aku sungguh-sungguh ingin  melakukannya: Aku tidak akan mau minum lagi. Tidak ada hal bagus yang bisa kudapat dari hal ini.  Selimut terlihat sungguh menggoda untuk tubuhku yang sakit-sakit, tapi beberapa tendangan dari ujung sepatu bot Yeva membuatku  berdiri dari ranjang itu. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ok, Ok. Apa kau senang sekarang? Aku sudah bangun.” Ekspresi Yeva tidak berubah, tapi paling tidak dia berhenti menendang. Aku berbalik menatap Paul. “Apa yang terjadi?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Nenek bilang kalau kau harus ikut dengannya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kemana?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia bilang kau tidak perlu tahu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku hampir saja ingin mengatakan kalau aku tidak akan mengikuti wanita tua gila ini kemanapun, tapi setelah satu kali menatap wajah menakutkannya, kupikir aku lebih baik pergi. Aku tidak ingin membuatnya mengubah orang-orang menjadi kodok.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Baiklah,” kataku. “Aku akan siap setelah aku mandi dan berganti baju.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Paul menerjemahkan kata-kataku,  tapi Yeva menggelengkan kepalanya dan bicara lagi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia bilang tidak ada  waktu,” jelasnya. “Kita harus segera pergi sekarang.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Bisakah paling tidak aku menggosok gigiku?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia mengizinkan permintaan kecil itu, tapi mengganti baju sepertinya tidak termasuk dalam pertanyaan itu. Tapi hanya itu yang terasa masuk akal. Setiap langkah yang kupijakkan terasa memusingkan dan aku mungkin akan pingsan karena melakukan sesuatu yang rumit seperti berpakaian atau tidak berpakaian. Pakaianku tidak bau atau kotor; hanya saja terlihat kusut karena aku jatuh tertidur dengan pakaian ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Ketika aku sudah berada di lantai bawah, kulihat belum ada satu pun yang bangun kecuali Olena. Dia sedang mencuci piring sisa makan semalam dan terlihat terkejut melihatku bangun. Aku juga  kaget.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa kau tidak terlalu cepat bangun hari ini?” tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku berbalik dan melihat kilatan jam dapur. Aku terkesiap. Ternyata baru empat jam aku tidur.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Oh Tuhan. Apakah Matahari sudah terbit?” Luar biasa, Matahari sudah terbit. Olena menawariku untuk sarapan, tapi lagi-lagi Yeva mengulangi perintahnya kalau waktu kami sempit. Perutku terasa secara bersamaan menginginkan dan membenci makanan, jadi aku tidak bisa bilang kalau tidak makan adalah hal yang bagus atau sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Terserahlah,” kataku. “Kita pergi saja dan menyelesaikan apa yang kau inginkan.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Yeva berjalan ke arah  ruang tamu dan kembali beberapa saat kemudian dengan sebuah tas besar. Tanpa diduga dia menyerahkan benda itu padaku. Aku mengangkat bahu dan mengambilnya, menggantungnya di salah satu bahuku. Jelas ada suatu benda di dalamnya, tapi tidak terlalu berat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia pergi lagi ke kamar yang lain dan kembali dengan menggendong tas yang lain. Aku mengambil yang ini juga dan menggantungnya di bahu yang sama, menyeimbangankan keduanya. Yang satu ini lebih berat, tapi punggungku tidak terlalu merasa keberatan. Ketika dia lagi-lagi pergi untuk ketiga kalinya dan kembali dengan sebuah kotak raksasa, aku mulai merasa kesal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Benda apa ini?” Aku menuntut dan mengambil benda itu dari tangannya. Rasanya ada batu bata di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Nenek ingin kau membawa beberapa barang,” Paul memberitahuku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ya,” aku menggertakkan gigi. “Aku kira berat  benda-benda ini sekitar lima puluh pound.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Yeva kembali memberiku satu kotak lagi yang ia letakkan di atas yang besar. Tidak terlalu berat tapi dalam hal ini aku sejujurnya tidak merasa masalah. Olena memberiku tatapan simpati, menggelengkan kepalanya, dan kembali ke sisa makanannya dalam diam, sepertinya tidak akan membantah apa yang dilakukan Yeva. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Yeva beranjak pergi setelah itu dan aku mengikutinya dengan patuh, mencoba untuk memegang kotak-kotak itu sekaligus menjaga agar tasnya tidak melorot dari pundakku. Ini bawaan yang cukup berat, satu dari bagian tubuhku yang sedang melayang-layang tidak menginginkannya, tapi aku cukup kuat sehingga aku tidak masalah sekalipun ia membawaku ke kota atau kemanapun ia menuntunku. Paul berlari di sampingku, sepertinya keberadaanya agar membuatku tahu jika aku juga harus membawa apapun yang ditemukan Yeva di jalanan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Sepertinya musim semi datang lebih cepat dari pada di Montana. Langitnya cerah dan matahari pagi sudah memanaskan benda-benda disini dengan cepat. Hampir sama dengan cuaca musim panas, tapi rasanya ini cukup jelas untuk diketahui. Pastinya cuaca ini sangat tidak nyaman bagi para Moroi untuk jalan-jalan. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa kau tahu kemana kita akan pergi?” tanyaku pada Paul.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak,” jawabnya riang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Untuk seseorang yang begitu tua, Yeva bisa bergerak dengan langkah yang bagus, dan aku menemukan diriku yang berjalan terburu-buru mengikutinya bersama dengan barang bawaanku. Saat itu, dia melirik ke belakang dan berkata sesuatu pada Paul untuk diterjemahkan, “Dia kaget karena kau tidak bisa bergerak lebih cepat.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ya, aku sebenarnya juga kaget karena tidak ada orang lain yang membawa satu pun dari benda ini.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia menerjemahkan lagi: “Dia bilang jika kau benar-benar seorang pembunuh Strigoi terkenal, maka membawa barang berat harusnya bukanlah sebuah masalah.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Oh, ayolah,” kataku. “Kemana sebenarnya kita pergi?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Tanpa melirik ke belakang, Yeva menggumamkan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Nenek bilang paman Dimka tidak pernah mengeluh seperti itu,” kata Paul. Semua ini bukan salah Paul, dia hanyalah penyampai pesan. Namun, setiap kali ia berbicara, aku ingin menendang bokongnya. Meskipun demikian, aku tetap membawa barang-barang itu dan tidak lagi berkata apapun di sisa perjalanan kami. Yeva benar dalam satu hal. Aku adalah pemburu Strigoi dan dia juga benar kalau Dimitri tidak akan pernah mengeluh tentang beberapa tingkah seorang wanita tua gila. Dia akan menyelesaikan tugas ini dengan sabar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku mencoba memanggilnya dalam pikiranku dan menarik kekuatan darinya. Aku memikirkan saat-saat kami di kabin lagi, memikirkan bagaimana bibirnya menikmati bibirku dan aroma menyenangkan dari kulitnya ketika aku semakin mendekati dirinya. Aku bisa mendengar suaranya sekali lagi, berbisik di telingaku kalau dia mencintaiku, kalau aku begitu cantik, kalau aku adalah satu-satunya baginya .... Memikirkannya tidak mengurangi ketidaknyamanan perjalananku bersama Yeva, tapi cukup membuatnya terasa sedikit lumayan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kami berjalan hampir satu jam lebih sebelum mencapai sebuah rumah kecil, dan aku siap untuk jatuh dalam kelegaan, dibasahi keringat. Rumah itu hanya satu lantai, dibuat dengan kayu cokelat sederhana yang sudah dimakan cuaca. Namun, jendelanya dikelilingi oleh tiga sisi dengan daun jendela yang ditutupi lembaran indah dengan sentuhan cita ras tinggi berwarna putih. Hampir sama dengan warna yang digunakan oleh bangunan-bangunan di Moskow dan St. Petersburg yang pernah kulihat. Yeva mengetuk pintunya. Awalnya hanya ada keheningan, dan aku mulai panik, memikirkan kalau kami harus bebalik dan pulang.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Akhirnya, seorang wanita menjawab dari balik pintu – seorang Moroi wanita. Umurnya sekitar 3o tahunan, sangat cantik, dengan tulang pipi yang menonjol dan rambut berwarna pirang-stroberi. Dia berteriak kaget melihat Yeva, tersenyum dan menyapa dalam bahasa Rusia. Melirik ke arah Paul dan aku, wanita itu segera dengan cepat menarik dirinya mundur dan memberi isyarat agar kami masuk. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia mengubah bahasanya menjadi bahasa Inggris segera setelah menyadari kalau aku orang Amerika. Semua orang-orang dua bahasa ini luar biasa. Bukan sesuatu yang sering aku temui di Amerika. Dia menunjuk ke meja dan berkata padaku untuk meletakkan semuanya disana, yang aku lakukan dengan ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Namaku Oksana,” katanya, menjabat tanganku. “Suamiku, Mark, ada di kebun dan akan segera masuk.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku Rose,” kataku padanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Oksana menawari kami kursi. Punyaku adalah kursi kayu dengan sandaran tegak, tapi pada saat itu, aku merasa seperti menduduki tempat tidur. Aku menarik napas senang dan menyapu keringat di alisku. Sementara itu, Oksana mengeluarkan barang-barang yang sudah aku bawa. Tas itu penuh dengan sisa makanan dari pemakaman. Kotak paling atas berisikan beberapa piring-pinring dan jambangan, yang menurut penjelasan Paul, adalah benda-benda yang dipinjam dari Oksana beberapa waktu yang lalu. Oksana akhirnya sampai pada kotak paling bawah, dan tolong aku, benda itu berisikan batu bata merah untuk kebun.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kau pasti bercanda,” kataku. Di seberang ruang tamu, Yeva terlihat  sangat puas.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Oksana terlihat senang dengan pemberian itu. “Oh, Mark akan senang memiliki ini.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia tersenyum padaku. “Kau sangat baik mau membawakan barang-barang ini sepanjang jalan.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Senang membantu,” kataku kaku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Pintu belakang terbuka, dan seorang pria berjalan masuk – Mark, dugaanku. Dia tinggi dan berotot, rambut abu-abunya mengindikasikan kalau usianya jauh lebih tua dari Oksana. Dia mencuci tangannya di dapur dan berbalik untuk bergabung bersama kami. Aku hampir tercekat saat aku melihat wajahnya dan menemukan sesuatu yang lebih aneh ketimbang perbedaan usia. Dia seorang Dhampir. Untuk sesaat, aku berandai kalau dia adalah orang lain dan bukan suaminya, Mark. Tapi itulah nama yang diapakai Oksana untuk memperkenalkan dirinya, dan kebenaran itu menamparku: seorang Moroi dan dhampir menikah sebagai pasangan. Tentu saja, jenis kami memang sering berhubungan. Tapi menikah? Hal tersebut merupakan skandal dalam dunia Moroi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku mencoba untuk menyembunyikan kekagetan di wajahku dan bersikap sesopan yang aku bisa. Oksana dan Mark terlihat sangat tertarik padaku, meski Oksana yang lebih banyak berbicara. Mark hanya menonton, rasa penasaran memenuhi wajahnya. Rambutku terurai, jadi tatoku tidak akan membuka status tidak-terjanjikan ku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Mungkin dia hanya penasaran bagaimana seorang gadis Amerika bisa keluar sendirian di tengah-tengah tempat antah berantah ini. Mungkin dia berpikir kalau aku adalah pekerja pelacur darah yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Setelah meminum gelas ketiga air putihku, aku mulai merasa lebih nyaman. Saat itulah Oksana mengatakan kalau kami seharusnya makan, dan saat itu pula, perutku sudah siap untuk makanan itu. Oksana dan Mark menyiapkan makan bersama, mengacuhkan semua tawaran bantuan yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Melihat pasangan itu bekerja sangat mengagumkan. Aku tidak pernah melihat tim yang begitu saling melengkapi dan memahami. Mereka tidak pernah mengahalangi jalan satu sama lain, dan tidak perlu berbicara untuk mendiskusikan apa yang harus mereka kerjakan selanjutnya. Mereka sudah tahu. Meskipun berada di daerah terpencil, isi dapurnya terlihat modern dan Oksana menepatkan sebuah piring  yang berisikan kentang goreng di dalam mikrowave. Punggung Mark mengghadap Oksana ketika ia sedang menggeledah isi kulkas, tapi segera saat Oksana ingin memulai, Mark berkata,&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak usah, tidak perlu waktu lama.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku mengerjapkan mata, kaget, melirik balik dan terus menatap mereka berdua. Dia bahkan tidak perlu melihat kapan Oksana akan memulai. Kemudian aku mengerti.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kalian terikat,” aku berseru.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Mereka berdua menatapku dengan keterkejutan yang sama. “Ya. Apa Yeva tidak mengatakannya padamu?” Tanya Oksana.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku menembakkan pandangan cepat ke arah Yeva, ia lagi-lagi memasang tampang kepuasan terhadap diri sendiri yang menyebalkan di wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak. Yeva sangat terburu-buru pagi ini.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Hampir semua orang si sekitar sini mengetahuinya,” kata Oksana lagi, kembali bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi ... jadi kau adalah pengguna roh.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kata-kata itu membuatnya berhenti sejenak lagi. Dia dan mark bertukar pandangan kaget.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Itu,” katanya, “bukanlah sesuatu yang diketahui banyak orang.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sebagian besar orang berpikir kalau kau tidak memiliki spesialisasi, kan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Bagaimana kau tahu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Karena itulah yang jelas terjadi antara aku dan Lissa. Cerita tentang ikatan selalu ada di dongeng-dongeng Moroi, tapi bagaimana ikatan tersebut terbentuk masih menjadi misteri. Umumnya mereka percaya kalau hal itu “hanya terjadi begitu saja”. Seperti Oksana, Lissa biasanya dipandang tidak memiliki spesialisasi – seseorang yang sama sekali tidak memiliki kemampuan spesial dengan satu elemen. Kami menyadari hal itu sekarang, tentu saja, ikatan itu hanya bisa digunakan oleh pengguna roh, ketika mereka menyelamatkan nyawa orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Sesuatu dalam suara Oksana mengatakan kalau dia tidak terlalu kaget kalau aku mengetahuinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia menyadarinya, namun aku begitu kaku dan mematung karena penemuanku itu sehingga tidak bisa berkata apapun. Lissa dan aku belum pernah sama sekali mertemu dengan pasangan terikat yang lain. Hanya ada dua yang kami ketahui, mereka adalah legenda Vladimir dan Anna. Dan cerita tersebut diselimuti oleh sejarah tak lengkap selama berabad-abad, membuat kami semakin susah untuk memisahkan kenyataan dari fiksi yang ada. Fakta yang mengarah ke hal lain adalah kami mengetahui pengguna roh yang lain, yakni Nona Karp – mantan guru yang menjadi gila – dan Adrian. Sampai sekarang, Adrian adalah penemuan terbesar kami, pengguna roh yang lebih atau kurang stabil – tergantung darimana kau melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Ketika makanan sudah siap, obrolan roh tidak lagi muncul. Oksana memimpin percakapn, terus konsisten pada topik yang ringan dan menggunakan kedua bahasa. Aku mempelajari dirinya dan Mark saat aku makan, melihat tanda-tanda dari ketidakwarasan. Aku tidak melihat apapun. Mereka terlihat sangat nyaman dengan sempurna, orang-orang biasa yang terlihat sempurna. Jika aku tidak tahu apa yang sudah aku lakukan, aku tidak memiliki alasan untuk menduga apapun. Oksana tidak terlihat depresi atau merana. Mark sepertinya tidak mewarisi kegelapan yang jahat yang terkadang menyusup ke dalam diriku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Perutku menyambut makanan dengan suka cita, dan rasa sakit kepalaku menghilang. Meskipun saat yang sama, sensasi yang aneh menyapu diriku. Rasanya membingungkan, seolah berkibar dikepalaku, dan gelombang rasa panas dan kemudian dingin mengaliriku. Perasaan itu menghilang secepat ia datang dan kuharap ini adalah efek sakit terakhir dari vodka setan yang kuminum malam tadi. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kami selesai makan dan aku melompat untuk membantu. Oksana menggelengkan kepalanya. “Tidak, tidak perlu. Kau harus pergi dengan Mark.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Hah?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Mark mengusap wajahnya dengan lap tangan dan berdiri. “Ya. Mari pergi ke kebun.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku mulai mengikutinya, kemudian berhenti sebentar melirik ke arah Yeva. Aku berharap dia mengahajarku karena meninggalkan piring sisa makanan. Malahan, aku tidak menemukan pandangan sombong atau pandangan tidak setuju. Ekspresinya seperti ... sudah tahu. Hampir seperti berharap. Sesuatu tentangnya membuat bulu kudukku merinding, dan aku mengingat kembali apa yang dikatakan Viktoria padaku: Yeva sudah pernah bermimpi tentang kedatanganku. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kebun yang ditunjukkan Mark lebih besar daripada yang aku harapkan, dikelilingi oleh pagar yang rimbun dan dibatasi oleh jajaran pepohonan. Daun baru mengantung di pepohonan itu, menutupi hawa panas yang tidak nyaman.  Banyak sekali semak dan bunga yang siap untuk mekar, dan disini, disana, tunas yang baru sedang dalam perjalanan menuju kedewasan. Sangat indah, dan aku membayangkan Oksana ikut campur dalam hal ini. Lissa mampu menumbuhkan tumbuhan dengan sihir roh. Mark memberikan isyarat ke arah bangku dari batu. Kami duduk berdampingan dalam diam.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi,” katanya. “Apa yang ingin kau ketahui?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Wow. Kau tidak membuang-buang waktu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku tidak melihat adanya perbedaan dalam hal ini. Kau pastilah punya banyak pertanyaan. Aku akan menjawab sebaik yang aku bisa.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku. “Kalau aku juga dicium-bayangan. Kau sudah tahu, kan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia menganguk. “Yeva yang memeberitahukannya pada kami.” Ok, itu mengejutkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Yeva?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia bisa merasakan sesuatu .... sesuatu yang sebagian besar dari kita tidak bisa merasakan. Meskipun begitu, dia tidak selalu mengerti apa yang dia rasakan. Dia hanya tahu kalau ada perasaan yang aneh terhadapmu, dan dia hanya pernah merasakan hal tersebut pada satu orang. Jadi dia membawamu kepadaku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kelihatannya dia bisa melakukan semuanya tanpa menyuruhku untuk membawa semua benda-benad rumah tangga itu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kata-kata itu membuatnya tertawa. “Jangan diambil hati. Dia hanya mengujimu. Dia ingin melihat apakah kau pantas sebagai pasangan cucunya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa bedanya? Dimitri sudah meninggal sekarang.” Aku hampir tercekik ketika mengucapkan kalimat itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Benar, tapi baginya, hal itu masih penting. Dan omong-omong, dia berpikir kalau kau pantas.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia menunjukkan hal tersebut dengan cara yang lucu. Maksudku, selain membawa ku bertemu denganmu maksudku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia tertawa lagi. “Bahkan tanpa dirinya, Oksana akan tahu siapa dirimu segera setelah dia bertemu denganmu. Menjadi dicium-bayangan membuat kita memiliki efek aura.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi dia bisa melihat aura juga,” aku berguman. “Apalagi yang bisa ia lakukan? Dia pastinya bisa menyembuhkan, atau kau tidak mungkin menjadi dicium bayangan. Apa dia memiliki kompulsi yang hebat? Bisa berjalan dalam mimpi?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Hal itu membuatnya waspada. “Kompulsinya sangat kuat, ya itu memang benar ... tapi apa maksudmu dengan berjalan dalam mimpi?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Seperti ... dia bisa memasuki pikiran orang lain ketika orang tersebut sedang tidur. Pikiran siapapun – tidak hanya pikiranmu. Kemudian mereka bisa berbicara, seolah mereka benar-benar bertemu. Temanku bisa melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Ekspresi Mark menunjukkan kalau ini berita baru baginya. “Temanmu? Belahan-ikatanmu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Belahan-ikatan? Aku tidak pernah mendengar istilah itu sebelumnya. Terdengar aneh diucapkan, tapi itu menunjukkan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Bukan ... Pengguna sihir roh yang lain.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Yang lain? Berapa banyak yang kau kenal?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tiga, teknisnya. Sebenarnya empat sekarang, termasuk Oksana.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Mark berbalik, menatap kosong ke arah sekelompok bunga berwarana merah muda.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ada banyak ... menakjubkan. Aku pernah bertemu pengguna sihir roh yang lain, dan itu terjadi beberapa tahun yang lalu. Dia juga terikat dengan penjaganya. Penjaga itu meninggal, dan hal tersebut membuatnya hancur. Dia masih menolong kami ketika Oksana dan aku mencoba mengetahui hal ini.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku sering melempar diriku dalam kematianku sendiri selama ini, dan aku takut dengan nasib Lissa. Namun tidak pernah sekalipun aku berpikir bagaimana jadinya pada ikatan itu. Apakah ikatan itu akan berpengaruh pada orang lain? Apakah akan seperti memiliki lubang yang menganga, saat kau menjadi terikat secara dalam dan perasaan dengan orang lain (mencintai orang lain)?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia juga tidak pernah menunjukkan kalau ia bisa berjalan dalam mimpi,” lanjut Mark. Dia tertawa kecil lagi, garis persahabatan  bercahaya mengitari mata birunya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kupikir aku bisa membantumu, tapi mungkin kau berada disini untuk membantuku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku tidak tahu,” kataku ragu. “Kurasa kalian lebih banyak memiliki pengalaman daripada kami.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dimana belahan-ikatanmu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Di Amerika.” Aku tidak harus menjelaskan panjang lebar, tapi entah bagaimana, aku harus mengatakan keseluruhan kebenarnya padanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku ... Aku meninggalkannya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia mengerutkan dahi. “Meninggalkan karena kau hanya sedang bepergian? Atau meninggalkannya yang berarti menelantarkannya?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Menelantarkan. Kata itu seperti tamparan di wajahku, dan tiba-tiba, segala yang bisa aku bayangkan adalah hari terakhir ketika aku melihatnya, ketika aku meninggalkannya menangis.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ada yang harus aku lakukan,” kataku mengelak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ya, aku tahu. Oksana sudah mengatakkannya padaku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Mengatakan apa?” &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Sekarang dia ragu. “Dia harusnya tidak melakukannya ... dia mencoba untuk tidak melakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Melakukan apa?” aku berseru, tidak nyaman dengan alasan yang tidak bisa aku jelaskan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia, sebenarnya ... dia menyapu pikiranmu. Selama makan tadi.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku berpikir lagi dan tiba-tiba teringat rasa geli di dalam kepalaku, rasa panas yang berputar-putar di otakku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa maksudnya sebenarnya?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sebuah aura bisa mengatakan kepada pengguna roh tentang kepribadian seseorang. Tapi Oksana bisa menggali lebih dalam lagi, masuk ke dalam dan sebenarnya membaca informasi yang lebih spesifik tentang orang tersebut. Terkadang dia bisa mengikat kemampuan tersebut dengan kompulsi ... tapi hasilnya menjadi sangat, sangat kuat. Dan salah. Itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan kepada orang yang tidak terikat denganmu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Perlu waktu beberapa saat untukku memproses informasi itu. Baik Lissa maupun Adrian tidak bisa membaca pikiran orang lain. Paling dekat, Adiran hanya bisa datang ke pikiran seseorang, dan itu namanya berjalan dalam mimpi. Lissa tidak bisa melakukannya, bahkan tidak bisa padaku. Aku bisa merasakannya, tapi tidak bisa sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Oksana bisa merasakan ... oh, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Ada kenekatan dalam dirimu. Kau sedang dalam pencarian. Ada rasa dendam yang sungguh-sungguh yang tertulis di seluruh jiwamu.” Dia tiba-tiba meraih dan mengangkat rambutku, menunjuk pada leherku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sesuai seperti yang kupikirkan. Kau belum di sumpah.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku menarik kepalaku ke belakang. “Mengapa hal itu menjadi masalah? Seluruh isi kota dipenuhi oleh dhampir yang tidak menjadi pengawal.” Aku masih berpikir kalau Mark adalah pria yang baik, tapi diceramahi selalu membuatku kesal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ya, tapi mereka memilih untuk tinggal. Kau ...dan orang-orang sepertimu ... kau selalu waspada terhadap sesuatu. Kau terobsesi memburu Strigoi sendirian, dengan kepribadian yang diatur untuk membenarkan hal yang salah bahwa seluruh ras membahayakan kita. Hal itu hanya akan membawa masalah. Aku melihatnya setiap kali.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Setiap kali?” tanyaku kaget.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Menurutmu mengapa jumlah pengawal semakin berkurang? Mereka pergi agar bisa memiliki rumah dan keluarga. Atau mereka pergi begitu saja sepertimu, masih bertarung tapi tidak diperintah oleh siapapun – kecuali mereka dipekerjakan sebagai bodyguard atau pemburu Strigoi.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dhampir dipekerjakan ...” Aku mendadak mulai memahami bagaimana seorang yang bukan bangsawan seperti Abe memiliki banyak pengawal. Sepertinya uang bisa membuat apapun terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku tidak pernah mendengar hal semacam itu sebelumnya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tentu saja tidak. Kau pikir para Moroi dan pengawal yang lain akan membiarkan kebenaran ini tersebar? Berharap hal tersebut bisa membayang-bayangi kenyataan di hadapanmu sebagai sebuah pilihan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku tidak melihat ada yang salah dalam memburu Strigoi.  Kita selalu bertahan, bukan menyerang ketika berhadapan dengan Strigoi.  Mungkin jika lebih banyak dhampir yang mau mengejar mereka, mereka tidak akan lagi menjadi masalah.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Mungkin, tapi ada cara berbeda untuk mewujudkan hal itu, sebagian lebih baik daripada yang lain. Dan ketika kau pergi ke luar seperti kau sekarang – dengan hati yang dipenuhi penderitaan dan rasa dendam? Itu tidak akan menjadi jalan yang terbaik. Itu akan membuatmu tergelincir. Dan pengaruh jahat dari menjadi dicum-bayangan akan semakin memperumit masalah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku menyilangkan tangan di depan dadaku dan menatap keras ke depan. “Ya, sepertinya tidak banyak yang bisa aku lakukan tentang pengaruh jahat itu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia berbalik menatapku, ekspresi terkejut sekali lagi. “Mengapa  kau tidak meminta belahan-ikatanmu menyembuhkan kegelapan itu darimu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; (Diterjemahkan langsung dari Vampire Academy #4: Blood Promise)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; ::Download this e book in my Library::&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Enjoy !!! :)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; ~~Enoey~~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-7532312767291661142?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/7532312767291661142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter_18.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/7532312767291661142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/7532312767291661142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter_18.html' title='Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 10)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-o84CE92zNx4/TkyG-p5YteI/AAAAAAAAAnM/cZmLYf0WpI8/s72-c/Blood+Promise+%25234.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-5693801967655907631</id><published>2011-08-04T11:46:00.000+08:00</published><updated>2011-08-04T11:46:11.124+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;movie&apos;'/><title type='text'>Taiyou No Uta : Midnight Sun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-89Ns0UD2SGY/TjoVNaz1_lI/AAAAAAAAAnE/iqNydDV6Gl0/s1600/taiyou_no_uta+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-89Ns0UD2SGY/TjoVNaz1_lI/AAAAAAAAAnE/iqNydDV6Gl0/s320/taiyou_no_uta+%25281%2529.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  S &lt;/span&gt;ong to the Sun atau yang lebih dikenal dengan Taiyo no Uta adalah sebuah film garapan Norihiro Koizumi yang menampilkan artis sekaligus penyanyi Jepang, Yui. Dalam film ini ia berperan sebagai  Kaoru Amane, seorang gadis berumur 16 tahun yang mengidap penyakit kulit langka, yakni Xeroderma Pigmentosum (XP). Penyakit ini membuat radiasi sinar ultraviolet dari cahaya matahari sangat berbahaya bagi kulit bahkan mematikan untuk nyawa penderitanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Film ini sangat menyentuh, apalagi diringi oleh soundtrack yang dibawakan oleh Yui sendiri. Meskipun film ini agak serius, namun jalan ceritanya mengalir dan tidak berat, aku juga menemukan beberapa kejadian lucu yang membuatku semakin menyukai film ini. Pusat cerita ada pada Yui, dan meski temanya adalah perjuangan seorang gadis terhadap penyakit langka yang diidapnya, kisah romantis tetap tertanam dalam film ini. *Terlebih lagi pemeran cowonya cakep, lucky! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Film ini sangat recomended, meski terbilang film lama karena rilis pada 17 Juni 2006 *5 tahun lalu ya.... tapi tetap saja sangat cocok untuk mengisi hari libur. Apalagi lagu-lagu Yui masih fresh dalam ingatan. Film ini juga membawa pesan yang bagus yakni setiap orang pasti memiliki impian dan arti dalam kehidupan. Karena itu, kejarlah mimpi mu selagi kamu bisa, nikmati anugerah hidup yang telah diberikan, dan bertahanlah untuk terus meraih impianmu semampu yang kamu bisa hingga akhir hayatmu.  ( T . T ) so sweet!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sinopsis&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Amane Kaoru, gadis berumur 16 tahun,  tinggal di dekat pinggiran pantai bersama kedua orang tuanya. Ia memiliki kehidupan yang terbalik dengan kehidupan normal gadis-gadis seumurannya. Malam seperti siang dan siang seperti malam.  Sejak kecil, ia sudah dikurung di dalam kamarnya dikala matahari sedang mendatangi bumi, dan baru diperbolehkan keluar jika matahari telah pergi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Namun hal ini dilakukan kedua orang tuanya karena mereka sangat sayang pada Kaoru. Sejak kecil Kaoru mengidap penyakit kulit langka, yakni Xeroderma Pigmentosum (XP). Penyakit ini membuat radiasi sinar ultraviolet dari cahaya matahari bisa menyakiti bahkan membunuh Kaoru. Karena itu lah Kaoru hanya bisa berjalan-jalan pada malam hari. Setiap malam ia membawa gitarnya dan bernyanyi di sebuah taman di dekat rumahnya dan kembali sebelum jam 4.40 dini hari, yakni sebelum matahari terbit. Menjelang pagi, Kaoru hanya bisa menikmati keadaan luar lewat jendela kamarnya yang juga dilapisi oleh pelindung sinar ultraviolet.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Dari jendela itulah Kaoru selalu memperhatikan seorang pria yang biasanya duduk di halte bus di seberang rumahnya. Setiap subuh, pria itu akan duduk dan menunggu teman-teman sekolahnya untuk pergi berselancar di laut. Kaoru jatuh  cinta padanya. Namun ia tidak pernah punya kesempatan untuk bisa berbicara dengan laki-laki itu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Suatu malam,  Kaoru dan sepupunya, Misaki, pergi ke taman tempat Kaoru sering bernyanyi. Misaki senang bisa mendengar sepupunya itu menyanyikan lagu ciptaan Kaoru sendiri dengan indahnya *It’s Happy Line by Yui.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Saat itulah, laki-laki itu mucul melintasi tempat mereka. Kaoru yang sempat terpana sekejap sadar kalau itulah kesempatan ia untuk mengenal laki-laki itu. Ia pun mengejarnya dan sebenarnya menabraknya ketika ia berlari. Tanpa pikir panjang dan dengan konyolnya karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya, Kaoru memperkenalkan dirinya dan mengaku tidak punya pacar. Si laki-laki itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Sebelum laki-laki itu sempat merespon, Misaki menarik Kaoru pulang untuk menyelamatkan Kaoru dari kebingungan yang ia buat sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Demi sepupunya itu, Misaki mulai mengikuti laki-laki itu. Berbekal sebuah handycam, Misaki mencari informasi tentang laki-laki itu yang kebetulan adalah teman sekolahnya. Laki-laki itu bernama Koji Fujishiro, sangat suka berselancar dan memiliki dua sahabat yang sama tindak tanduknya. Menurut Misaki, Koji tidak terlalu pintar, namun Kaoru menikmati laporan Misaki dengan senang.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Suatu malam, Kaoru duduk di halte bus sendirian sambil mengenang Koji, ia pun menciptakan lagu secara spontan. Tanpa sadar, Koji ternyata berada di hadapannya, memperhatikannya sambil duduk di atas skuternya. Merekapun mengobrol dengan canggung, dan berjanji akan bertemu lagi pada malam liburan musim panas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Malam yang dinanti pun tiba. Koji berjanji datang untuk melihat Kaoru bernyanyi, namun sayang tempat dimana Kaoru biasa bernyanyi di ambil orang lain. Koji yang melihat kekecewaan di wajah Kaoru mengajaknya untuk pergi ke kota dan bernyanyi disana. Kaoru begitu senang seperti seorang anak kecil yang baru saja bisa melihat dunia.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Kaoru pun bernyanyi di hadapan Koji. Tidak disangka lagu dan Suara Kaoru menarik banyak penonton, dan ia pun mendapatkan tepuk tangan dari semua yang menyaksikkannya bernyanyi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Akhirnya Kaoru pun menyanyikan lagu yang pernah ia ciptakan ketika ia terinspirasi dari Koji saat duduk dihalte bus. Lagu itu akhirnya rampung dibuat dan dengan lantang dan indah, Kaoru menyanyikan lagu itu di depan Koji dan seluruh pengunjung dengan penuh perasaan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Saat itulah Koji menyadari perasaannya terhadap Kaoru. Di atas skuter dalam perjalanan pulang, mereka berdua merasakan hal yang sama, kebahagiaan dan rasa cinta.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Koji membawa Kaoru ke pinggir pantai dan mengungkapkan perasaannya. Dengan senang Kaoru menerima Koji sebagai pacarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Namun, kebahagiaan mereka rusak ketika Kaoru menyadari kalau matahari sebenaar lagi akan terbit. Jamnya telah menunjukkan pukul 4.30, yang berarti tinggal 10 menit sebelum matahari akan muncul. Koji yang belum mengetahui penyakit Kaoru, menolak untuk pulang dan bersikeras untuk melihat matahari terbit bersama Kaoru. Dengan putus asa Kaoru berlari pulang sendirian. Koji yang masih belum mengerti mengejarnya dan mengantarnya pulang dengan skuternya. Meski Kaoru berhasil sampai di rumah, kulitnya sempat terpampang sinar matahari dan membuat sebagian kulit tangannya melepuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Orang tua Kaoru yang panik langsung memeriksakan nya ke dokter. Menurut dokter, kejadian tersebut tidak membahayakan. Meskipun begitu, apa yang telah terjadi membuat Kaoru sadar kalau dunianya berbeda dengan dunia Koji. Ia pun memutuskan untuk tidak menemui Koji lagi. Namun, kesedihan karena patah hati membuatnya tidak ceria lagi sehingga membuat orang tuanya khawatir.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Ayah Kaoru pun berinisiatif mengundang Koji yang ternyata sedang sibuk bekerja paruh waktu di liburan musim panas. Rupanya Koji tengah mengumpulkan uang untuk biaya rekaman yang akan ia hadiahkan untuk Kaoru. Ia ingin Kaoru merekam lagunya sesuai dengan impiannya. dengan terharu, Kaoru menerima niat baik Koji.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Dengan tegas pula, Koji menyatakan perasaannya kembali kepada Kaoru. Tentang betapa ia masih menyayangi Kaoru dan akan menerima gadis yang dicintainya itu apa adanya. Meski sakit dan tidak bisa bertemu di siang hari, Koji masih tetap ingin bersama Kaoru. dengan terharu, Kaoru pun kembali menerima cinta Koji. Ia pun berjanji akan melatih permainan gitar dan suaranya agar rekamannya nanti menjadi bagus.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Namun sayang, tanpa sadar semakin lama kondisi Kaoru mulai menampakkan gejala penyakitnya. Kaouru bahkan tidak bisa memainkan gitarnya lagi. Namu, berkat ketulusan yang terus saja diberikan oleh Koji, Kaoru tetap bertekad untuk melanjutkan rencana rekaman mereka. Meskipun ia tidak bisa memainkan gitarnya sendiri, ia masih bisa menyanyikan lagu ciptaannya untuk Koji itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; Akhirnya, lagu tersebut berhasil direkam dan di jadikan kepingan cd. Hanya saja, Kaoru tidak sempat mendengar lagunya di putar di stasiun-stasiun radio. Ia meninggal dalam usia muda, beberapa bulan setelah rekaman itu di buat. Namun bagi Koji, Misaki, dan kedua orang tuanya, Kaoru terus hidup melalui lagu ciptannya itu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-5693801967655907631?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/5693801967655907631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/taiyou-no-uta-midnight-sun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/5693801967655907631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/5693801967655907631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/taiyou-no-uta-midnight-sun.html' title='Taiyou No Uta : Midnight Sun'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-89Ns0UD2SGY/TjoVNaz1_lI/AAAAAAAAAnE/iqNydDV6Gl0/s72-c/taiyou_no_uta+%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-7732426639449903944</id><published>2011-08-04T11:19:00.000+08:00</published><updated>2011-08-04T11:19:16.386+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blood promise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><title type='text'>Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 9)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mpjtBV9UFdg/TjoOwBw6WDI/AAAAAAAAAmY/Dxd-EtOwmr4/s1600/Blood+Promise+%25234.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-mpjtBV9UFdg/TjoOwBw6WDI/AAAAAAAAAmY/Dxd-EtOwmr4/s320/Blood+Promise+%25234.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt; "K  &lt;/span&gt;UPIKIR KAU ITU CUMA MIMPI,” KATAKU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mereka semua tetap berdiri, para dhampir menyebar di sekeliling Moroi mereka sebagai bentuk formasi perlindungan. Abe adalah wajah yang paling asing yang aku lihat setelah aku masuk dan keluar dari kesadaranku setelah pertempuran di lumbung kala itu. Dia lebih tua dariku, hampir sebaya dengan Olena. Rambutnya hitam dan seperti bulu kambing, dan mengenai kulit kecoklatannya yang ia miliki. Jika kau pernah melihat orang-orang berkulit cokelat atau hitam sedang sakit dan menjadi pucat, nah hampir seperti itulah kulitnya terlihat. Ada beberapa pigmen warna dalam kulitnya, tapi ditegaskan dengan warna pucat yang intens. Yang paling mencengangkan darinya adalah pakaiannya. Dia mengenakan jas panjang berwarna gelap yang seolah meneriakkan kata ‘uang’, dipasangkan dengan syal kashmir berwarna merah. Di bawahnya, aku bisa melihat sedikit warna emas, sebuah rantai yang dicocokkan dengan anting bulat yang dia pakai di salah satu telinganya. Kesan awalku ketika melihat flamboyan ini adalah seorang bajak laut atau germo. Sesaat kemudian, aku mengubah pikiranku. Sesuatu tentang dirinya mengatakan kalau dia adalah jenis lelaki yang bisa menghancurkan tempurung lutut siapa saja yang menghalangi jalannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mimpi, eh? Itu, ...” Moroi itu berbicara dengan sedikit senyum yang tersembunyi, “... adalah sesuatu yang jarang kudengar. Sebenarnya, tidak pernah sama sekali.” Dia berpikir ulang. “Aku kadang-kadang muncul dalam mimpi buruk orang-orang.” Dia bukan orang Amerika ataupun Rusia; aku tidak bisa memastikan asal logat bicaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Apa dia sedang mencoba membuatku terpesona atau mengintimidasiku dengan reputasi buruknya yang besar? Sydney tidak pernah merasa takut padanya, tentu saja, tapi dia jelas sekali waspada terhadap orang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Nah, aku duga kau sudah tahu siapa aku,” kataku. “Jadi, pertanyaannya sekarang adalah, apa yang sedang kau lakukan disini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak,” katanya, senyumannya mengeras. “Pertanyaannya adalah, apa yang kau lakukan disini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menunjuk ke belakang, ke arah rumah, mencoba bereaksi setenang mungkin. “Aku akan pergi ke pemakaman.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bukan itu alasan mengapa kau datang ke Rusia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku datang ke Rusia untuk menyampaikan kepada keluarga Belikov kalau Dimitri sudah meninggal, melihat tidak ada yang merasa ingin melakukannya.” Alasan itu menjadi penjelasan yang berguna bagiku untuk berada disini, tapi ketika Abe memperhatikanku, rasa merinding menyapu punggungku, sama seperti ketika Yeva menatapku. Sama seperti wanita tua gila itu, dia tidak mempercayaiku, dan lagi-lagi aku merasakan ujung bahaya dari kebalikan kepribadian riangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Abe menganggukan kepalanya, dan sekarang senyumannya menghilang sama sekali.  “Itu juga bukan alasannya. Jangan berbohong padaku, gadis kecil.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku merasakan kemarahanku naik. “Dan jangan menanyaiku, orang tua. Tidak sampai kau siap mengatakan padaku mengapa kau dan asistenmu ini membahayakan nyawa kalian dengan menyetir turun ke jalan untuk menjemput Sydney dan aku.” Para dhampir Abe menegang saat aku menyebutkan kata ‘orang tua’, tapi aku terkejut, dia ternyata tersenyum lagi – meski senyumannya tidak mencapai kedua matanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mungkin aku hanya ingin menolong.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak dari apa yang aku dengar. Kau lah yang menyuruh para Alkemis untuk mengirimkan Sydney bersama kesini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Oh?” Dia menaikkan alis matanya. “Diakah yang mengatakan hal itu? Mmmm ... itu adalah bagian dari perilaku buruk yang ia miliki. Atasannya tidak akan bertidak seperti itu. Tidak sama sekali.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Oh, sial. Aku berbicara tanpa berpikir. Aku tidak ingin Sydney terlibat masalah. Jika Abe benar-benar sejenis mafia kaum Moroi – bagaimana Sydney memanggilnnya? Zmey? Sang Ular? – aku tidak ragu kalau dia bisa berbicara dengan Alkemis lain untuk membuat hidup Sydney semakin susah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku memaksanya untuk mengatakan hal itu,” aku berbohong. “Aku ... aku mengancamnya di kereta. Bukan hal yang sulit. Dia sudah takut sampai mati padaku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak ragu kalau ia takut. Mereka semua takut pada kita, terikat berabad-abad dengan tradisi dan bersembuyi di belakang salib mereka untuk melindungi diri -  meskipun kelebihan mereka di dapat dari tato-tato mereka. Dalam banyak hal, mereka memiliki kesamaan sifat denganmu sebagai dhampir – bukanlah hal yang penting.” Dia menatap kosong ke arah bintang ketika ia berbicara, seperti seorang filsuf yang sedang merenungkan misteri dari alam semesta. Entah bagaimana, membuatku semakin marah. Dia menanggapi semua ini sebagai lelucon, ketika sangat jelas kalau dia sedang memiliki beberapa rencana yang berkaitan dengan diriku. Aku tidak suka menjadi bagian dari rencana orang lain – khususnya ketika aku tidak tahu apa rencananya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya, ya, aku yakin kita bisa mengobrol tentang Alkemis dan bagaimana kau mengatur mereka setiap malam ,” tukasku. “Tapi aku masih ingin tahu apa yang kau inginkan dariku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak ada,” katanya dengan mudah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak ada? Kau melalui banyak masalah untuk memerangkapku bersama Sydney dan mengikuti kesini tanpa alasan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia kembali menunduk dan ada kilatan berbahaya dari matanya. “Kau tidak menarik bagiku. Aku punya bisnis sendiri yang akan  ku kerjakan. Aku datang atas nama orang yang tertarik padamu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menengang, dan akhirnya, ketakutan yang sebenarnya mengaliri diriku. Sial.  Ada yang mencariku. Tapi siapa? Lissa? Adrian? Tatiana? Lagi-lagi, yang terakhir membuatku gugup. Yang lain akan mencariku karena mereka peduli padaku. Tapi Tatiana ... Tatiana takut aku kawin lari dengan Adrian.  Sekali lagi aku memikirkan kalau  dia menginginkan aku ditemukan, dikarenakan dia ingin yakin kalau aku tidak akan kembali. Bagiku Abe adalah sejenis orang yang bisa menghilangkan keberadaan orang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan apa yang mereka inginkan? Apa mereka ingin aku pulang?” tanyaku, mencoba untuk tidak terlihat takut. “Apa kau pikir kau hanya perlu datang kesini dan bisa menarikku pulang ke Amerika?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Senyum rahasia Abe kembali. “Kau pikir aku hanya akan menarikmu kembali?”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Yah,” ejekku, kembali tanpa berpikir, “Kau tidak bisa melakukannya sendiri. Kalian semua yang disini bisa. Sebenarnya, mungkin. Aku mungkin bisa melawan mereka semua.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Abe tertawa nyaring untuk pertama kalinya,  suara dari orang kaya dengan nada rendah karena benar-benar merasa geli. “Kau memang hidup dengan reputasi kurang ajarmu. Menarik.” Bagus. Abe mungkin saja memiliki seluruh informasi tentang diriku disuatu tempat. Dia mungkin saja tahu sarapan apa yang aku suka. “Aku akan melakukan pertukaran denganmu. Katakan mengapa kau kesini, dan aku akan mengatakan padamu mengapa aku kesini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku sudah mengatakannya padamu.” Sekilas, tawa itu menghilang. Dia mengambil langkah mendekati tempat aku duduk, dan aku melihat para pengawalnya meneggang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dan aku sudah bilang padamu untuk tidak berbohong padaku. Kau punya alasan mengapa kau ada disini. Aku perlu tahu apa itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Rose? Bisakah kau kemari?” Dari rumah keluarga Belikov, suara jernih Viktoria memecah malam. Aku melirik ke belakang, kulihat ia berdiri di depan pintu masuk. Tiba-tiba, aku ingin segera menjauh dari Abe. Ada sesuatu yang mengerikan di balik wajah ceria dan mencolok itu dan aku tidak ingin menghabiskan menit-menit yang lain bersamanya. Dengan melompat bangun, aku mulai berbalik menuju rumah, setengah berharap kalau lebih baik para pengawalnya datang untuk menculikku daripada kata-kata Abe menjadi kebenaran. Orang-orang itu tetap diam ditempat mereka, tapi mata mereka mengawasiku. Senyum aneh Abe kembali ke wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Maaf, aku tidak bisa tinggal dan mengobrol,” kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak apa-apa,” jawabnya anggun. “Kita akan punya waktu lagi nanti.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Sepertinya tidak,” kataku. Dia tertawa, dan aku tergesa-gesa mengikuti Viktoria ke rumah, merasa tidak aman sampai aku bisa menutup pintu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku tidak suka lelaki itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Abe?” tanyanya. “Kupikir dia temanmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak. Dia sejenis mafia, kan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mungkin saja,” katanya, seolah itu bukan masalah. “Tapi dialah alasan mengapa kau ada disini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya, aku tahu tentang dia yang datang menyelamatkan kami.” Viktoria menggeleng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak, maksudku kesini. Kurasa ketika kau ada di mobil, kau terus saja berkata, ‘Belikov, Belikov’. Abe menduga kau mengenal kami. Itulah mengapa ia membawamu ke rumah kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Awalnya hal itulah yang mengherankanku. Aku tengah memimpikan Dimitri, jadi tentu saja aku menyebutkan nama terakhirnya. Tapi aku tidak tahu bagaimana aku bisa berakhir disini. Kupikir karena Olena memiliki kemampuan perawatan. Kemudian Viktoria menambahkan hal yang paling mengejutkan. “Ketika dia sadar kami tidak mengenalmu, dia ingin membawamu ketempat yang lain – tapi nenek bilang kami harus menjagamu. Kurasa dia mendapatkan mimpi kedatanganmu kepada kami sebelumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa?” Yeva yang gila dan mengerikan? “Yeva memimpikan aku?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Viktoria mengangguk. “Itu adalah kemampuan yang ia miliki. Apa kau yakin kau tidak mengenal Abe? Waktunya terlalu berharga untuk berada disini tanpa alasan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Olena buru-buru menghampiri kami sebelum aku bisa menjawab. Dia menangkap tanganku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kami mencarimu. Kenapa kamu pergi sangat lama?” Pertanyaan ini langsung ditujukan kepada Viktoria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Abe sedang –“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Olena menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa. Ayo. Semua orang menunggu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Untuk apa?” tanyaku, membiarkan dia menarikku melalui rumah menuju halaman belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku harusnya mengatakannya padamu,” jelas Viktoria, bergegas menyusul. “Ini bagian dimana setiap orang duduk dan mengingat Dimitri dengan menceritakan dirinya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak seorangpun yang pernah melihatnya dalam waktu yang lama, kami tidak tahu apa saja yang terjadi padanya,” kata Olena. “Kami ingin kau mengatakannya pada kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tersentak. Aku? Aku menolak hal itu, khususnya ketika kami muncul di halaman dan aku melihat semua wajah yang mengelilingi api unggun. Aku tidak mengenal satu pun dari mereka. Bagaimana bisa aku membicarakan Dimitri? Bagaimana bisa aku menunjukkan apa yang sesungguhnya ada dalam hatiku? Setiap orang terlihat mengabur satu sama lain, dan kupikir aku akan pingsan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Untuk sementara, tidak satupun dari mereka menyadari kehadiranku. Karolina sedang berbicara, bayinya ada ditangannya. Setiap kali dia berhenti berbicara, yang lain akan tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Viktoria duduk di atas selimut yang menutupi tanah dan menarikku di sampingnya. Sydney bergabung bersama kami setelah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa yang mereka bicarakn?” Aku berbisik. Viktoria mendengarkan kakaknya berbicara untuk beberapa saat dan kemudian bersandar padaku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dia sedang menceritakan Dimitri saat masih kecil, bagaimana dia selalu memohon kepadanya dan teman-temannya  agar diperbolehkan bermain bersama mereka. Umurnya enam tahun dan mereka semua berumur delapan tahun dan tidak ingin dia ikut mereka.” Viktoria berhenti lagi untuk mendengarkan bagian selanjutnya dari cerita itu. “akhirnya, Karolina mengatakan padanya dia bisa bergabung dengan mereka apabila dia setuju untuk menikahi boneka mereka. Jadi Karolina dan teman-temannya mendandani ia dan boneka-boneka itu berkali-kali dan terus mengadakan upacara pernikahan. Dimitri menikah paling tidak sepuluh kali saat itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tidak bisa menahan tawa saat aku membayangkan, Dimitri yang seksi membiarkan dirinya didandani oleh kakaknya. Dia mungkin menghadapi acara pernikahan dengan boneka itu seserius dan setenang ketika dia menjalankan tugas pengawal. Yang lain berbicara, dan aku mencoba memahami terjemahannya. Semua cerita berisikan kebaikan dan kekuatan watak Dimitri. Bahkan ketika tidak berhadapan dengan yang tidak mati, Dimitri selalu ada disana untuk menolong yang membutuhkan.  Hampir semua orang bisa menceritakan kembali kapan Dimitri melangkah untuk menolong orang lain, keluar seusuai keyakinannya untuk melakukan segalan kebenaran yang ia percayai, bahkan dalam situasi yang beresiko untuknya sekalipun. Hal itu tidak mengejutkanku. Dimitri selalu melakukan hal yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan itulah sikapnya yang membuatku begitu mencintainya. Aku memiliki sikap yang mirip dengannya. Aku juga akan segera turun tangan ketika orang lain membutuhkanku, kadang-kadang ketika sebenarnya aku tidak perlu ikut terlibat. Yang lain mangangapku gila karena hal itu, tapi Dimitri mengerti diriku. Dia selalu bisa memahamiku, dan bagian dimana kami harus bekerja sama adalah bagaimana cara mengendalikan emosi dengan alasan dan perhitungan yang tepat yang merupakan kebutuhan menurutkan kata hati dan bisa menjatuhkan kami dalam situasi berbahaya. Aku merasa bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang bisa mengerti aku sepertinya dirinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tidak menyadari betapa kuat air mata yang turun di pipiku hingga semua orang menatapku. Awalnya, kupikir mereka menganggapku gila karena menangis, tapi kemudian aku sadar kalau seseorang sudah menanyakan satu pertanyaan padaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mereka ingin kau menceritakan tentang Dimitri di hari-hari terakhirnya,” kata Viktoria. “Katakan pada kami seusatu tentang dirinya. Apa yang telah ia lakukan. Bagaimana ia terlihat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku mengenakan lengan bajuku untuk membersihkan wajahku dan memalingkan pandanganku, fokus pada api unggun. Aku pernah berbicara di hadapan orang lain tanpa ragu-ragu sebelumnya, tapi kali ini berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku ... aku tidak bisa,” kataku pada Viktoria, suaraku tegang dan lembut. “ Aku tidak bisa membicarakan dirinya.” Dia meremas tanganku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tolonglah. Mereka perlu mendengar cerita tentang dirinya. Mereka harus tahu. Cukup ceritakan apapun pada kami. Bagaimana ia terlihat?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Dia .... dia saudaramu. Kau tahu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ya,” katanya lembut. “Tapi kami ingin tahu bagaimana pendapatmu tentang dirinya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mataku masih terasa berada dalam api, memandang bagaimana kobaran api unggun menari-nari dan berganti warna dari jingga ke biru. “Dia ... Dia adalah laki-laki terbaik yang pernah aku temui.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku berhenti untuk menenangkan diriku sendiri dan Viktoria menggunakan kesempatan itu untuk menerjemahkan kata-kataku ke dalam bahasa Rusia. “Dan dia adalah satu dari penjaga terbaik. Maksudku, dia lebih muda jika dibandingkan dengan mereka kebanyakan, tapi semua orang tahu siapa dirinya. Mereka semua tahu catatan keberhasilannya, dan banyak sekali orang-orang yang mengandalkan sarannya. Mereka memanggilnya sang Dewa. Dan kapanpun pertempuran terjadi ... atau bahaya ... dia selalau menjadi yang pertama berada disana. Dia tidak pernah lari. Dan beberapa bulan yang lalu, ketika sekolah kami diserang ...” Aku merasa tercekik ketika membicarakannya. Keluara Belikov sudah pernah mengatakan kalau mereka mengetahui penyerangan itu – kalau semua orang mengetahuinya – dan dari semua wajah yang ada disini, itu benar. Aku tidak ingin menguraikan cerita malam itu,  hal mengerikan yang aku lihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Malam itu,” aku melanjutkan, “Dimitri bergegas menghadapi Strigoi. Dia dan aku bersama-sama ketika kami sadar kalau mereka menyerang. Aku ingin tinggal dan menolongnya, tapi dia tidak membiarkanku. Dia hanya memintaku untuk pergi, untuk berlari dan memperingatkan yang lain. Dan dia tinggal di belakang – tanpa tahu berapa banyak Strigoi yang harus ia hadapi selama aku pergi meminta bantuan. Aku masih tidak tahu berapa banyak ia sudah berkelahi – tapi mereka bergerombol. Dan dia menghadapi mereka semua sendirian.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku memberanikan diri menatap wajah-wajah di sekelilingku. Semua orang diam dan tidak bergerak sehingga membuatku penasaran apakah mereka bernafas atau tidak. “Itu sangat berat bagiku,” kataku pada mereka. Tanpa sadar, suaraku jatuh menjadi bisikan saat mengucapkan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku harus mengulangnya lebih keras lagi. “Itu sangat berat bagiku. Aku tidak ingin meninggalkannya, tapi aku tahu aku harus melakukannya. Dia sudah mengajariku banyak hal, tapi satu hal terbesar yang ia ajarkan adalah melindungi yang lain. Adalah tugasku untuk memperingatkan yang lain, meskipun aku ingin tinggal bersamanya. Sepanjang jalan, hatiku terus berkata, ‘berbalik, berbalik. Kembali kepadanya!’ Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan – dan aku juga selalu tahu ada bagian dari dirinya yang mencoba membuatku aman. Dan jika peran kami bertukar pun ... aku akan melakukan hal yang sama untuk menyuruhnya lari juga.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menarik nafas, kaget karena aku menunjukkan begitu banyak perasaanku. Aku kembali pada tujuanku. “Meskipun ketika penjaga yang lain bergabung dengannya, Dimitri tidak pernah mundur. Dia malah lebih banyak menghadapi Strigoi dibandingkan yang lain.” Christian dan aku sebenarnya yang melakukan pembunuhan terbanyak. “Dia ... dia sangat luar biasa.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Di sisa cerita, aku mengatakan pada mereka apa yang sudah kuceritakan  pada keluarga Belikov. Hanya saja kali ini aku sebenarnya berusaha untuk menjelaskan sesedikit mungkin, mengatakan cerita yang samar tentang bagaimana berani dan hebatnya ia. Kata-kata itu menyakiti ku ketika aku berbicara, dan hampir terasa lega membiarkan nya diucapkan. Aku terus menjaga kenangan di malam itu untuk berada dekat denganku. Tapi akhirnya, aku harus menceritakan pada mereka tentang gua itu. Dan itulah ... itulah saat terburuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kami menjebak para Strigoi di sebuah gua. Gua itu hanya memiliki dua pintu masuk, dan kami mendatangi mereka dari kedua pintu masuk itu. Sebagian dari orang-orang kami terperangkap, dan ada banyak Strigoi lebih dari yang kami bayangkan. Kami kehilangan orang-orang ... tapi kami akan kehilangan lebih banyak orang lagi jika Dimitri tidak ada disana. Dia tidak pergi sampai semua orang keluar. Dia tidak peduli dengan resiko untuk dirinya sendiri. Dia hanya tahu kalau dia harus menyelamatkan yang lain ...” Aku pernah melihat di matanya, keteguhan hati itu. Rencana kami akhirnya adalah mundur sesegera yang bisa kami semua lakukan, tapi aku merasakan kalau dia ingin tinggal dan membunuh setiap Strigoi yang bisa ia temukan. Tapi dia juga mengikuti perintah, akhirnya mulai mundur saat yang lain aman. Dan di saat-saat terakhir itu, hanya sesaat sebelum Strigoi mengigitnya, Dimitri menatap mataku dangan tatapan penuh cinta yang membuat seisi goa terasa penuh dengan cahaya. Ekspresinya seolah bicara tentang apa yang kami bicarakan sebelumnya: Kita akan bersama, Rosa. segera. Kita hampir mendapatkannya. Dan tidak ada apapun yang bisa memisahkan kita lagi ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Meskipun begitu, aku tidak menyebutkan bagian itu. Ketika aku telah menyelesaikan sisa dongengku, wajah-wajah itu terlihat suram tapi penuh dengan rasa khidmat dan hormat. Dekat di belakang kerumunan, aku baru menyadari kalau Abe dan penjaganya mendengarkan juga. Ekspresinya tidak terbaca. Sulit, tapi bukan marah maupun takut. Cangkir kecil mulai diputar ke sekeliling kelompok itu satu persatu dan seseorang memberikannya padaku. Seorang dhampir yang tidak kukenal, satu dari laki-laki yang hadir, berdiri dan mengangkat cangkirnya ke udara. Dia berbicara dengan keras dan hormat, dan aku mendengar nama Dimitri disebutkan beberapa kali. Ketika dia selesai, dia minum dari cangkir itu. Semua orang juga melakukan hal yang sama, jadi aku juga mengikuti. Dan hampir tercekik sampai mati. Rasanya seperti api dalam bentuk cairan. Aku memerlukan setiap ons kekuatanku ketika aku menelannya dan tidak menyemburkannya keselilingku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ap ... apa ini?” tanyaku, terbatuk-batuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Viktoria menyeringai. “Vodka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku meneliti gelas itu. “Tidak, buka vodka. Aku pernah minum Vodka sebelumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Bukan Vodka Rusia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sebenarnya memang belum pernah. Aku berjuang untuk menghabiskan sisa Vodka di cangkir itu untuk menghormati Dimitri, meskipun aku punya perasaan kalau dia berada disini, dia akan menggelengkan kepalanya padaku. Kupikir aku sudah cukup menjadi sorotan setelah ceritaku selesai, tapi ternyata tidak. Setiap orang terus saja bertanya padaku. Mereka ingin tahu lebih banyak tentang Dimitri, lebih banyak tentang bagaimana kehidupannya. Mereka juga ingin tahu tentang hubunganku dan Dimitri sebagai pasangan. Mereka semua sudah menduga kalau Dimitri dan aku sudah saling jatuh cinta – dan mereka tidak masalah dengan hal itu. Aku ditanyai bagaimana kami bertemu, berapa lama kami sudah bersama ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan sepanjang waktu, orang-orang terus mengisi ulang cangkirku. Memutuskan agar tidak terlihat idiot lagi, aku terus minum sampai aku akhirnya bisa minum Vodka itu tanpa batuk atau meludah. Semakin banyak aku minum, semakin nyaring dan semakin bergerak cerita yang kusampaikan. Lenganku mulai terasa geli dan bagian dari diriku tahu kalau semua ini mungkin ide yang buruk. Ok, diriku sepenuhnya menyadarinya. Akhirnya, orang-orang mulai pergi. Aku tidak tahu jam berapa sekarang, tapi kurasa ini  sudah tengah malam. Mungkin lewat dari itu. Aku berdiri tegak, menyadari kalau tenryata lebih susah dari yang aku harapkan. Dunia terasa bergoyang dan perutku terasa tidak bahagia menjadi bagian dari diriku. Seseorang memegangi tanganku dan membantuku berdiri seimbang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tenang,” kata Sydney. “Jangan dipaksakan.” Perlahan, dengan hati-hati, dia menuntunku menuju rumah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tuhan,” aku mendesah. “Apakah mereka menggunakan benda itu untuk bahan bakar roket?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tidak ada yang menyuruhmu meminumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Hey, jangan berkhotbah. Lagipula, aku harus bersikap sopan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tentu,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kami berhasil masuk ke dalam dan kemudian menaiki tangga menuju kamar Olena yang disiapkan untukku menjadi pekerjaan yang tidak mungkin. Setiap langkah terasa nyeri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mereka semua mengetahui tentang hubunganku dengan Dimitri,” kataku, berpikir apakah aku mengatakannya dengan suara yang tenang. “Tapi aku tidak pernah mengatakan pada mereka kalau kamu bersama.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau tidak perlu mengatakannya. Semuanya sudah tertulis di wajahmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Mereka bereaksi seolah aku adalah jandanya atau sejenisnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Kau mungkin terlihat seperti itu.” Kami mencapai kamarku dan dia menolongku duduk di ranjang. “Tidak banyak dari orang-orang disini yang menikah. Jika kau pernah bersama seseorang dengan cukup lama, mereka akan menganggap hal tersebut hampir sama dengan menikah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menarik nafas lelah dan menatap tanpa fokus terhadap sesuatu. “Aku sangat merindukannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku turut berduka cita,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Akankah perasaan ini bisa membaik?” Pertanyaan ini terlihat membuatnya terkejut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Aku ... aku tidak tahu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa kau pernah jatuh cinta?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia menggelengkan kepalanya, “Tidak.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku tidak yakin apakah hal itu membuatnya beruntung atau tidak. Aku tidak yakin apakah semua hari yang cerah yang aku miliki bersama Dimitri setimpal dengan rasa sakit yang aku rasakan sekarang. Sesaat kemudian, aku tahu kebenarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Tentu saja setimpal.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Huh?” tanya Sydney.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku sadar telah mengatakan pikiranku dengan nyaring. “Tidak apa-apa. Hanya berbicara pada diriku sendiri. Aku sepertinya harus tidur.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Apa kau perlu sesuatu yang lain? Apa kau sakit?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku menilai rasa mual di perutku. “Tidak, tapi terima kasih.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;“Ok.” Dan dengan sikap acuhnya yang biasa, dia pergi, mematikan lampu dan menutup pintu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku pikir aku akan pingsan setelah itu. Jujur, aku ingin begitu. Hatiku telah terbuka terlalu banyak dengan menceritakan Dimitri malam ini dan aku ingin rasa sakitnya pergi. Aku ingin kegelapan dan lupa. Malahan, mungkin karena aku telah kebal dengan hukuman, hatiku memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan ini dan merobek-robeknya sehingga jelas terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku pergi mengunjungi Lissa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;(Diterjemahkan langsung dari buku Vampire Academy #4: Blood Promise karya Richelle Mead)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-7732426639449903944?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/7732426639449903944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/7732426639449903944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/7732426639449903944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/08/blood-promise-bahasa-indonesia-chapter.html' title='Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 9)'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mpjtBV9UFdg/TjoOwBw6WDI/AAAAAAAAAmY/Dxd-EtOwmr4/s72-c/Blood+Promise+%25234.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-609786412076731841</id><published>2011-07-21T14:12:00.000+08:00</published><updated>2011-07-21T14:12:55.177+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='watch'/><title type='text'>Hear My Voice!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/4FZuXBslKpU/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4FZuXBslKpU&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/4FZuXBslKpU&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  I &lt;/span&gt;ni adalah suaraku dan sepupuku.Ketika lagi ngga ada kerjaan. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2613205912526743652-609786412076731841?l=duestinae89.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://duestinae89.blogspot.com/feeds/609786412076731841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/07/hear-my-voice.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/609786412076731841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2613205912526743652/posts/default/609786412076731841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://duestinae89.blogspot.com/2011/07/hear-my-voice.html' title='Hear My Voice!'/><author><name>Enoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17419933354942747453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-MG39hoyeoLY/TrpArBx9zUI/AAAAAAAAAqs/D-NbrGdB0FA/s220/Enoey%2Bwhite.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2613205912526743652.post-8739231375116684070</id><published>2011-07-21T14:04:00.000+08:00</published><updated>2011-07-21T14:04:44.616+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blood promise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='&apos;book&apos;'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vampire academy'/><title type='text'>Blood Promise ~ Bahasa Indonesia (Chapter 8)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H--QvI5HAtk/Tie19vis-_I/AAAAAAAAAmM/SXA5k8tm7jM/s1600/Blood+Promise+%25234.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-H--QvI5HAtk/Tie19vis-_I/AAAAAAAAAmM/SXA5k8tm7jM/s320/Blood+Promise+%25234.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="stylekoran"&gt;  &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;R &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;EAKSI DIANTARA ANGGOTA KELUARGA DIMITRI campur aduk. Sebagian menangis. Sebagian mematung. Dan sebagian lagi – khususnya Yeva dan Viktoria – dengan tenang menerimanya dan tetap menjaga agar emosi mereka tidak nampak di wajah mereka, sama seperti yang selalu Dimitri lakukan. Itu membuatku sedih sebanyak air mata yang kukeluarkan; karena sangat mengingatkanku pada Dimitri. Diantara mereka semua, Sonya yang hamil – yang datang di menit-menit   pertama setelah berita itu pecah –memiliki reaksi fisik yang paling terlihat. Dia berlari tersedu-sedu ke kamarnya dan tidak keluar lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Namun tidak perlu waktu lama bagi Yeva dan Olena untuk memunculkan aksi mereka. Mereka berbicara dalam bahasa Rusia dengan cepat, jelas sedang merencanakan sesuatu. Beberapa kali menelepon dan Viktoria bertugas untuk mencari apa yang disuruh. Tidak satupun yang terlihat membutuhkan aku, jadi aku lebih banyak berkeliling rumah dan mencoba untuk tidak ikut campur kegiatan mereka. Aku menemukan diriku sendiri tengah mempelajari rak buku yang kulihat sebelumnya, menjalankan tanganku sepanjang punggung buku kulit itu, Judulnya dalam tulisan Cyrillic, tapi itu tidak masalah. Menyentuh buku-buku itu dan membayangkan Dimitri pernah memeluknya dan membacanya membuatku merasa semakin dekat dengannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sedang mencari bacaan ringan?” Sydney berjalan mendekat dan berdiri di sampingku. Dia tidak berada disini sebelumnya tapi pasti sudah mendengar beritanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sangat ringan, mengingat aku tidak mengerti satupun dari buku-buku ini,” jawabku. Aku menunjuk dengan isyarat  ke arah anggota keluarga yang sibuk. “Apa yang terjadi disini?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Mereka sedang merencanakan pemakaman Dimitri,” Sydney menjelaskan. “Atau sebenarnya acara mengenang dirinya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku tidak setuju, “Tapi ia tidak mati –“&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Shh.” Sydney memotong kata-kataku dengan isyarat tajam dan melirik khawatir ke arah yang lain yang sedang buru-buru bekerja. “Jangan katakan itu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tapi itu benar,” aku mendesis balik.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia menganggukan kepalanya. “Tidak bagi mereka. Di luar sini ... di desa ini ... tidak ada kata dalam keadaan di tengah-tengahnya. Kau hidup atau kau mati. Mereka tidak akan mengakuinya sebagai salah satu dari ... makhluk itu.” Dia tidak bisa menyembunyikan rasa jijik yang keluar dari suaranya. “Untuk semua maksud dan tujuan, dia telah meninggal bagi mereka. Mereka akan berkabung dan merelakannya. Begitu juga harusnya dirimu.”  Aku tidak menyerangnya karena sikap kasarnya karena aku tahu dia tidak bermaksud begitu. Begitulah cara ia menyempaikannya. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Masalahnya adalah, dalam keadaan di tengah-tengah itu sangat jelas bagiku, dan tidak mungkin bagiku untuk melupakannya. Belum.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Rose ...” Sydney memulai setelah beberapa detik jeda dalam keheningan. Dia tidak menatap mataku. “Maaf.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Maksudmu, untuk Dimitri?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Ya ... aku tidak tahu. Aku tidak pernah benar-benar bersikap baik padamu. Maksudku, aku tidak bersikap kalau aku merasa nyaman berada disekitar jenismu, tapi kalian semua masih ... sebenarnya, bukan manusia, jelas sekali. Tapi ... aku tidak tahu.  Kalian masih punya perasaan; kalian masih mencintai dan terluka. Dan ketika kita datang kesini, kau membawa berita mengerikan itu di dalam dirimu, dan aku bahkan tidak membuatnya lebih mudah untukmu. Jadi aku minta maaf untuk semua itu. dan aku minta maaf karena memikirkan hal buruk tentangmu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Awalnya, kupikir dia sedang membicarakan tentang pemikiran kalau aku adalah iblis, tapi kemudian aku mengerti. Selama ini ia telah berpikir kalau aku benar-benar datang kesini untuk menjadi pelacur-darah dan sekarang percaya kalau menyampaikan berita kepada keluarga Dimitri adalah satu-satunya tujuanku. Aku tidak mencoba untuk membenarkannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Terimakasih, kau tidak bisa mengetahuinya. Dan sejujurnya, jika aku berada di posisimu ... entahlah. Aku rasa aku akan melakukan hal yang sama.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak,” katanya. “Kau tidak akan melakukanya. Kau selalu baik kepada orang lain.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku memberinya tatapan tidak masuk akal. “Pernahkah kau bepergian dengan orang lain di beberapa hari terakhir ini? Di kampung halamanku, aku punya reputasi tidak selalu bisa bersikap baik. Aku punya pendirian dan aku tahu itu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia tersenyum. “Ya, kau punya. Tapi kau juga mengatakan hal yang sebenarnya kepada orang-orang ketika kau harus melakukannya. Mengatakan kepada keluarga Belikov apa yang telah kau lakukan ... entahlah, itu tentu sangat berat. Dan apa pun yang kau katakan, kau bisa bersikap sopan dan menjauh agar membuat semua orang merasa nyaman. Hampir sepanjang hari.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku sedikit kaget. Begitukah aku terlihat? Perempuan jalang yang terburu-buru dan mencoba untuk berpikir tentang perilakuku dengannya beberapa hari yang lalu. Aku sudah sering saling bertahan dan menyerang dengannya, tapi diantara sikapku sejak kami bertemu, aku harusnya bersikap ramah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Terimakasih,” kataku, tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apa kau sudah melihat Abe? Ketika kau berkelilng kota?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak,” kataku, menyadari kalau aku sudah terlupa dengan kabar penyelamat misteriusku itu. “Haruskah aku melakukannya?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kupikir dia akan menemukanmu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Siapa dia? Mengapa ia menyelamatkan kita ketika kau mengatakan padanya kalau aku sedang terluka?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Sydney ragu-ragu dan kupikir aku akan berusaha diam untuk tidak menanyakan hal Alkemis beberapa saat. Kemudian, setelah melirik sekeliling dengan khawatir, dia berkata dalam suara rendah, “Abe bukan bangsawan, tapi dia beanr-benar pria penting. Dia juga bukan orang Rusia,  tapi dia sering di negara ini, selalu dalam kodisi bisnis – baik legal maupun ilegal, kurasa. Teman-temannya adalah kalangan penting kaum Moroi dan terkadang dia terlihat mengontrol para Alkemis juga. Aku tahu dia terlibat dalam proses pembuatan tato kami ... tapi bisnisnya lebih dalam dari pada itu. Kami punya nama panggilan di belakang punggungnya ... Zmey.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Zma apa?” aku jarang mendengar kata itu. Terdengar seperti ‘zz’ mungkin. Jelas sekali belum pernah kudengar sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dia memberiku senyum kecil di sela-sela kebingunganku. “Zmey dalam bahasa Rusia berarti ‘ular’. Tapi bukan sembarang ular.” Matanya manatap tajam saat ia mempertimbangkan penjelasan yang lebih baik. “Seringkali nama itu digunakan dalam banyak cerita mitos. Terkadang pahlawan ular raksasa yang berperang. Juga ada beberapa cerita tentang para penyihir dengan darah ular yang mereka panggil. Ular dari kebun  surga? Yang membuat Hawa jatuh? Juga disebut Zmey.” &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku merinding. Ok, cerita itu sedikit gila, tapi terlihat pas dengan tempat ini. Para alkemis sepertinya memiliki ikatan dengan para pemimpin dan pemilik kekuasaan, dan Abe rupanya memegang pengaruh besar pada mereka.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Apakah Abe yang memintamu untuk mengikutiku ke Baia? Alasan para Alkemis yang membuatmu sampai kesini?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lagi, dia terdiam, kemudian mengangguk. “Ya ... ketika aku menelepon di malam kita ketika berada di St. Petersburg,  aku bilang kalau ada yang sedang melakukan pencarian. Abe memberi perintah melalui para Alkemis agar aku mendampingimu hingga dia bisa bertemu dengan kita disini. Dia sepertinya sedang mencarimu untuk kepentingan seseorang.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Aku membeku. Ketakutanku berubah menjadi nyata. Orang-orang mencariku. Tapi siapa? Jika Lissa yang menyuruh pencarian itu, aku pastilah bisa merasakannya ketika aku mengunjungi pikirannya. Aku juga merasa kalau ini bukan tindakan Adrian, tidak dari cara dia memperlihatkan rasa putus asanya dan ketidaktahuannya tentang dimana aku berada. Ditambah lagi, dia terlihat menerima alasanku dalam pencarian ini. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Jadi siapa yang sedang mencariku? Dan untuk alasan apa? Orang yang bernama Abe ini terdengar seperti orang yang memiliki kedudukan tinggi – sekalipun ia adalah seseorang yang terlibat dalam bisnis yang curang – seseorang yang mungkin memiliki hubungan dekat dengan sang ratu atau orang lain yang sama hampir sama pentingnya. Diakah yang memerintahkan untuk menemukanku dan membawaku kembali? Atau – mempertimbangkan seberapa besarnya kebencian sang ratu padaku – apakah dia diperintahkan untuk memastikan kalau aku tidak kembali? Apakah aku sedang berurusan dengan seorang pembunuh bayaran? Jelas sekali Sydney terlihat menghargainya dengan campuran aneh antara ketakutan dan rasa hormat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Mungkin aku tidak ingin bertemu dengannya,” kataku.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Menurutku dia tidak akan menyakitimu. Maksudku, jika dia ingin melakukannya, dia pasti sudah melakukannya. Tapi berhati-hatilah. Dia selalu memainkan beberapa permainan dalam sekali waktu. Dan dia punya cukup perjanjian rahasia untuk menandingi para Alkemis.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi kau tidak mempercayainya?” Dia memberiku seringai menyedihkan saat ia berbalik menjauh. “Kau lupa: aku tidak mempercayai satu pun dari kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Ketika Sydney menghilang, aku memutuskan untuk pergi keluar, jauh dari penderitaan dan kegiatan di dalam rumah. Aku duduk di tangga paling atas di serambi belakang, melihat Paul bermain. Dia sedang membangun sebuah benteng untuk beberapa mainan tokoh aksinya. Ketika rasa sensitif terhadap kesedihan di dalam keluarganya merebak, sangat sulit baginya untuk bisa memahami “kematian” dari satu-satunya paman yang baru ia temui beberapa kali. Berita itu tidak berarti banyak baginya, tidak seperti kami. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Dengan waktu yang cukup banyak dalam genggamanku di sepanjang sisa hari ini, aku memutuskan untuk melakukan pemeriksaan cepat ke dalam kepala Lissa. Selain diriku sendiri, aku penasaran tentang bagaimana keadaannya dengan Avery Lazar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Ketika perasaan lisa sedang baik, dia masih memiliki rasa kuatir karena membawa Avery bersamanya untuk makan siang. Namun sebelum semua kekhawatiran itu berlanjut, dia secara terkejut merasa senang melihat Avery yang bisa berbaur dengan sempurna, memesona Adrian dan Christian.  Tak dapat disangkal, Adrian selalu tertarik dengan wanita cantik manapun. Christian lebih sulit untuk luluh, tapi dia bahkan terlihat mulai menyukai Avery – mungkin karena Avery terus saja menggoda Adrian. Siapapun yang bisa membuat lelucon atas Adrian memiliki peringkat tinggi dalam daftar Christian. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi, jelaskan,” kata Avery, memainkan makanan di garpunya. “Kau hanya, apa, berkeliling di akademi ini seharian? Apa kau mencoba untuk mengulang pengalaman masa SMA mu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak mengulang,” jawab Adrian angkuh. “Aku jelas dulu sudah menguasai sekolahku. Kata-kataku adalah titah dan diriku begitu dikagumi – semua itu bukanlah hal yang mengejutkan.” Disampingnya, Christian tersedak makanannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi ... kau sedang mencoba untuk menghidupkan kembali masa-masa berjayamu itu.  Semua itu sudah hilang berlalu sejak hal itu terjadi, kan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Tidak seperti itu,” kata Adrian. “Aku seperti anggur yang bagus. Semakin enak seiring bertambahnya usia. Yang terbaik yang akan datang.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sepertinya hal itu akan semakin tua setelah beberapa lama,” kata Avery, sepertinya tidak terpengaruh dengan pemaksaan  pengibaratan anggur. “Aku jelas sekali bosan, dan bahkan menghabiskan sebagian waktuku membantu ayahku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Adrian tidur hampir sepanjang waktu,” catat Lissa, mencoba untuk tetap menunjukkan wajah datarnya. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Jadi dia sebenarnya tidak perlu khawatir untuk menemukan sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Hey, aku menghabiskan banyak dari porsi waktuku yang berarti untuk membantumu berlatih misteri dari kekuatan roh.” Adrian mengingatkannya. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery memajukan tubuhnya, penasaran memenuhi wajah cantiknya. “Jadi itu benar-benar nyata? Aku pernah mendengar beberapa cerita tentang roh ... tentang bagaimana kalian bisa menyembuhkan orang?” &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kata-kata itu mempengaruhi Lisa untuk merespon. Dia tidak yakin kalau dia pernah menggunakan sihirnya sebagai  bahan pembicaraan terbuka sekarang. “Diantara hal-hal lain. Kami masih mencobanya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Adrian lebih bernafsu untuk membahasnya dibandingkan Lissa – mungkin dengan harapan untuk menarik perhatian Avery – dan memberikan ringkasan cepat dari kemampuan sihir, seperti aura dan kompulsi. “Dan,” dia menambahkan, “Aku bisa mengunjungi orang-orang dalam mimpi mereka.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Christian mengangkat tangan. “Berhenti. Aku bisa merasakan akan ada komentar tentang bagaimana wanita-wanita sudah bermimpi tentang dirimu. Aku baru makan, kau tau!”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku tidak berencana untuk mengatakanh al itu,” kata Adrian. Tapi dia terlihat seolah dia berharap kalau dialah yang pertama kali memikirkan ide candaan itu. Aku tidak bisa menahan rasa geliku. Adrian selalu terlihat kurang ajar dan bermulut usil di depan umum ... dan kemudian, dalam mimpiku, dia menunjukkan sisi serius dan suka khawatir. Dia lebih rumit dari pada yang dipikirkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery menatap lantai. “Teman. Dulunya kupikir menggunakan sihir udara itu keren. Kurasa sekarang tidak lagi.” Tiba-tiba angin sepoi-sepoi meniup rambut belakangnya, membuatnya terlihat seperti ketika dia sedang berpose untuk pemotretan pakaian renang. Dia memberikan senyuman mempesona.  Yang kurang hanyalah fotografernya saja. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Suara bel membuat mereka semua berdiri. Cristian menyadari kalau ia telah meninggalkan PR nya di kelas lain dan bergegas pergi untuk mengambilnya – setelah memberikan ciuman perpisahan kepada Lissa tentu saja. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Kepergian Adrian juga hampir sama cepatnya. “Para guru akan mulai memberikan pandangan kotor padaku jika aku berada disekitar sini ketika kelas dimulai.” Dia memberikan Lissa dan Avery salam membungkuk kecil. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Sampai jumpa di lain waktu, gadis-gadis.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery, yanng tidak peduli tentang bagaimana pikiran para guru, berjalan dengan Lissa ke kelasnya selanjutnya. Wajah gadis yang lebih tua terlihat berpikir. “Jadi ... kau benar-benar bersama Christian?” Jika Avery melihat separuh hal yang sudah kulihar antara Christian dan Lissa lakukan melalui ikatan kami, pasti tidak akan ada pertanyaan. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa tertawa. “Ya, kenapa?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery ragu-ragu, kesal dengan rasa penasaran Lissa. “Sebenarnya ... aku mendengar kalau kau ada hubungan dengan Adrian.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa hampir berhenti berjalan. “Dimana kau mendengar hal itu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Di istana. Sang ratu bilang betapa bahagiannya dia karena kalian berdua menjadi pasangan dan bagaimana kalian selalu bersama.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa mengerang. “Itu karena kapanpun aku pergi ke istana, dia mengundang Adrian juga dan kemudian mengirim kami berdua untuk melakukan hal-hal untuk dirinya. Itu terjadi karena kami tidak punya pilihan ... nah, maksudku jangan salah paham padaku. Aku tidak keberatan menghabiskan waktu dengannya, tapi alasan mengapa kami selalu bersama adalah karena Tatiana yang mengaturnya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Meskipun begitu Ratu terlihat begitu menyukaimu. Dia membicarakanmu sepanjang waktu, tentang betapa banyak potensi yang kau miliki dan betapa bangganya ia padamu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Kurasa dia bangga karena bisa memanipulasi diriku. Pergi kesana itu menyakitkan. Dia jelas juga mengabaikan kenyataan kalau aku berpacaran dengan Christian atau selalu mengambil kesempatan kapanpun untuk bisa masuk menghina Christian.” Ratu Tatiana, sama seperti yang lain, tidak bisa memaafkan orang tua Christian yang secara sukarela berubah menjadi Strigoi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Maaf,” kata Avery, terlihat seolah dia sangat merasa bersalah. “Aku tidak bermaksud membawa tema pembicaraan yang buruk seperti itu. Aku hanya ingin tahu apakan Adrian belum punya pacar atau tidak, hanya itu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Lissa tidak marah pada Avery. Kemarahannya sudah berubah untuk sang ratu, saat bagaimana ia mengira kalau setiap orang akan bertindak seperti yang ia inginkan dan berdansa saat ia memerintahkannya. Dunia Moroi memang dipimpin oleh seorang raja atau seorang ratu sejak pertama kali, dan terkadang, Lissa berpikir kala sudah saatnya untuk berubah. Mereka memerlukan sebuah sistem dimana setiap orang memiliki kesamaan hak untu bicara – bangsawan atau bukan bangsawan. Bahkan para dhampir. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Semakin banyak dia memikirkan hal ini, semakin bertambah pula dia merasa emosinya memaku  dirinya, kemarahan dan rasa frustasi membara, yang sebenarnya lebih terlihat seperti diriku daripada dirinya. Rasa ini membuat Lissa terkadang ingin berteriak, berjalan ke arah Tatiana dan mengatakan padanya kalau perjanjian batal. Tidak ada kampus manapun yang sepadan dengan semua ini. Bahkan mungkin dia akan mengatakan pada Tatiana kalau ingilah waktunya untuk revolusi, saatnya untuk menggulingkan keterbelakangan Moroi – Lissa berkedip, heran melihat dirinya sendiri yang gemetar. Darimana datangnya emosi itu? Kemarahan pada Tatiana adalah satu hal, tapi  semua ini ...? Dia belum pernah kehilangan kontrol dalam masalah amarahnya sejak pertama kali menggunakan roh. Dengan menarik nafas yang dalam, dia mencoba untuk menggunakan beberapa teknik yang sudah ia pelajari  untuk menenangkan dirinya sehingga Avery tidak akan mengetahui tentang kegilaannya yang hampir muncul.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Aku hanya tidak suka orang-orang yang membicarakanku, hanya itu,” kata Lissa akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery tidak terlihat menyadari perubahan emosi Lissa. “Nah, jika ini membuatmu merasa lebih baik, tidak semua orang berpikir hal itu tentang dirimu. Aku pernah bertemu seorang gadis ... Mia? Ya, itulah namanya. Hanya bukan bangsawan.” Nada suara berbeda dalam ucapan Avery menunjukkan kalau ia memiliki pandangan yang sama dengan sebagian besar bangsawan lain terhadap Moroi ‘biasa’.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Dia menertawakan kabar tentang kebersamaan kau dan Adrian. Katanya hal itu sangat konyol.” Lissa hampir tersenyum karena itu. Mia pernah menjadi saingan Lissa dan merupakan seorang cewek sombong egois. Tapi setelah Strigoi membunuh ibunya, Mia berubah menjadi galak, patuh, yang membuatku dan Lissa merasa sangat senang. Mia tinggal di istana dengan ayahnya, diam-diam berlatih bertarung sehingga dia bisa melawan Strigoi suatu saat nanti. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Oh,” kata Avery tiba-tiba. “Itu Simon. Aku harus pergi.” Lissa menatap keseberang aula dan melihat pengawal Avery yang keras itu. Simon mungkin tidak seperti saudara laki-laki Avery, Reed, tapi dia masih memiliki kesamaan dalam hal wajah yang kaku dan masam ketika pertamakali Lissa bertemu dengannya. Meskipun begitu, Avery terlihat baik-baik saja bersama dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Baiklah,” jawab Lissa. “Aku akan menemuimu nanti.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Oh tentu saja,” jawab Avery lalu mulai berbalik.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Oh, dan Avery?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery melirik Lissa, “Ya?”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; “Adrian masih sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Avery hanya menjawab dengan seringaian cepat sebelum dia menyusul untuk bergabung bersama Simon. Kembali ke keluarga Belikov di Baia, acara mengenang akan dimulai. Para tetangga dan teman-teman, semua dhampir, perlahan berdatangan, kebanyakan membawa makanan. Ini adalah pengalaman pertamaku berada dalam komunitas dhampir, meskipun tidak terlihat semisterius yang pernah digambarkan Sydney. Dapur berubah menjadi ruang perjamuan, dengan setiap permukaan meja pajangan dan meja besar ditutupi oleh makanan. Beberapa makanan yang aku kenal, dan ada banyak makanan penutup – kue-kue kering ditutupi kacang dan membeku yang menyebarkan aroma baru keluar dari panggangan. Beberapa makanan belum pernah aku lihat sebelumnya dan tidak yakin kalau aku ingin melihatnya lagi.  Khususnya ada semangkuk kol berlumpur yang membuatku untuk menolaknya. Tapi sebelum kami makan, setiap orang pergi keluar dan berkumpul dalam lingkaran di halaman belakang. Ini adalah tempat satu-satunya yang bisa menampung orang sebanyak ini. Seorang pendeta kemudian datang, seorang manusia. Membuatku terkejut sedikit, tapi aku seharusnya bertindak wajar ketika tinggal di kota manusia, dhampir akan mendatangi gereja manusia. Dan bagi sebagian besar manusia, dhampir terlihat sama seperti mereka, jadi pendeta itu tidak ragu kalau dia sedang melakukan pelayanan ke rumah seperti biasa. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; Segeli
