Travelling : The Blue Lake, Pengaron || Danau Biru, Pengaron

Monday, October 12, 2015 3 komentar

I'm not a Juliet, who can fall in love for the first time with a handsome strange guy in a mask ball.
I'm not a Cinderella, who can withstand with the pain, some torture, slavery, to get a prince who search his true love just by a glass slipper.
I'm not a Mermaid, who help her love to life but she is left by him for another woman and she became the froth in the sea.
I'm indubitably not a perfect woman who is pretty, smart, wise, understanding, and can do anything that you want. 
But I'm the one who will complete every your imperfection with my imperfection to make us perfect. -- a night poem by me 


Di tengah-tengah kesibukan yang melanda hari-hari kerja yang seringkali menjenuhkan otak, alam bisa menjadi obat penawar sejenak. Apalagi jika alam tersebut menghadirkan nuansa yang bisa mengundang kita untuk menjadi diri sendiri atau kembali menjadi anak kecil : berteriak, lompat, dan tertawa keras.

Salah satu lokasi yang bisa menjadi obat penawar itu ternyata seringkali bisa kita temukan tak jauh dari tempat kita bekerja, banting tulang demi sebongkah berlian. Haha. Adalah Danau Biru atau Blue Lake yang berlokasi di Pengaron, Kalimantan Selatan, lebih kurang 2 jam perjalanan dari Banjarmasin.

Danau ini merupakan danau bekas galian tambang batu bara, jadi sebenarnya tempat ini merupakan hasil dari kerusakan alam yang dibuat manusia namun diciptakan indah oleh Tuhan.


Seberapa besar pun kerusakkan yang telah diciptakan manusia di bumi ini, jika Tuhan berkehendak menjadikannya indah, maka ia akan terbentuk menjadi sebuah anugerah... dan seberapa besar pun manusia berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan melahirkan kerusakan itu, jika Tuhan berkehendak menghancurkannya, jangankan bernafas, lahir pun ia tidak. -- a morning poem by me


Warna air danau yang biru jernih benar-benar mengundang para pengunjunnya untuk langsun terjun dan merasakan segarnya air disana. Apalagi saat kita datang dalam keadaan musim kemarau seperti sekarang ini, air genangan itu sangatlah menggoda. Adanya ikan-ikan Seluang kecil yang berenang di dalamnya bisa dijadikan indikator kalau air tersebut aman untuk diceburin. 

Namun, jika kita mengunjungi danau ini di musim kemarau, debit air di danau tidak setinggi di musim penghujan dan tumbuhan ilalang kering kerontang, bahkan tidak terlalu banyak terlihat seperti pada beberapa gambar di atas yang diabadikan dimusim tidak-se-kemarau-sekarang.

Sampai di Danau Biru ini terasa sangat memuaskan dan sebanding dengan jalan yang harus dilalui - naik-turun-naik jalan berbatu dan berpasir yang sedikit 'horror'. Terakhir kesana, ada orang-orang yang memanfaatkan tempat ini sebagai lahan mencari penghasilan. Jadi, mereka mengenakan tarif masuk yang tidak menggunakan standar tertentu, alias bisa ditawar. Sebut saja mereka mawar-melati yang menunggu di depan tanjakan masuk dan meminta uang 'tiket' sekitar 20 ribu rupiah. Sebagai saran, dikasih saja daripada bikin kunjungan wisata ribet. Hehe.



Foto-foto dalam postingan ini no-filter alias original dari jepretan kamera Samsung Galaxy Note 2 tanpa filter apa pun, yang artinya, danaunya benaar-benar sebiru dan sejernih difoto tersebut.

Direction to Blue Lake, Pengaron:
Dari Banjarmasin, terus jalan ambil arah ke Martapura. Dari Martapura, terus saja menuju Binuang.  Sebelum Binuang, ada sebuah mesjid sebelah kiri bernama Mesjid Jami Simpang Empat, diseberang mesjid tersebut atau tepatnya di sebelah kanan terdapat jalan menuju Pengaron - ada papan nama petunjuk arah bertuliskan Pengaron di depannya. Masuk saja terus hingga menemukan simpang empat, belok kiri dan ikuti jalan menanjak ke daerah pertambangan. Terus saja ikuti jalan tersebut dan kita akan menemukan beberapa bekas galian tambang. Sebelum ke Danau Biru di atas, kita akan melewati sebuah Danau Biru besar. Tepat di sebuah jalan bercabang - kiri menurun dan kanan ke atas - ambil jalur sebelah kanan dan naik. Di sebuah jalan bercabang ambil cabang ke kanan dan naik. Disana kita akan menemukan sebuah warung dan area parkir liar. Dan kita sudah sampai di Danau Biru, Pengaron.



Direction to Blue Lake, Pengaron:
From Banjarmasin, go straight to Martapura.  From Martapura, continue further to Binuang. Before Binuang, there is a mosque on our left named Jami Simpang Empat Mosque. There is a road across the Mosque to Pengaron - or in our right side. There is a signboard in front of the street which is written 'Pengaron' on it. Go straigth on this road till we find an intersection. Turn left and follow the uphill road to the mining areas. Before we find the small Blue Lake in my pictures above, we will find the big one on our right. Just go straight till you find t-junction which is left to the downhill and left to the uphill. Choose the uphill or our right and then you will find other t-junction again. Turn left where we'll find another uphill road and then follow the uphill one and we'll find a stall and the park area and we are in Blue Lake, Pengaron.

See you again, Blue Lake!

3 comments:

  1. kayaknya kalsel punya banyak versi danau biru, ada juga di Gambut dan Amuntai. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Gambutku,
      Kalau di Gambut itu yang Tambak Padi ya? Kalau Amuntai ada dimana ya? mohon infonya.

      Terima kasih

      Delete

 

Please, Keep in Touch!

©Copyright 2011 Love Your Life | TNB