Puisi : Kisah sebuah kapal (dan beberapa pertanyaan)

Saturday, September 10, 2016 0 komentar

Seringkali cinta diibaratkan dengan kapal dan dermaga, dimana pernikahan berarti kala sang kapal menautkan sauh dan berhenti di dermaga itu. Tapi bukan kah setelah itu sang kapal akan kembali berlayar?

Kadang cinta pun diibaratkan sungai yang berujung kepada laut sebagai jodohnya. Lika liku aliran sungai menjadi saksi bisu perjuangan sang tirta untuk memenuhi janjinya kepada laut. Namun apa yang akan terjadi jika air itu singgah di sebuah danau dan terjebak disana selamanya?

Dan di sebuah tempat di belahan dunia yang lain, hati disimbolkan serupa gembok dan kuncinya. Saat hati telah dikunci dan kuncinya dilemparkan entah kemana, gembok itu akan selamanya berada disana. Tetapi semakin lama gembok itu akan menua dan berkarat berkat hujan empat musim yang menari di sekitarnya dan bukankah gembok itu akan rapuh dan lepas dengan sendirinya?

Jadi, perumpamaan apa lagi yang bisa ku patrikan disini jika semua perumpamaan itu tidak bisa sesempurna esensi cinta yang sesungguhnya? 

- sebuah pertanyaan malam ini oleh Noor Sa'adah (Enoey)

0 komentar:

Post a Comment

 

Blog archive

Please, Keep in Touch!

©Copyright 2011 Love Your Life | TNB