Catatan Kuliah Sosiolinguistik: Alih Kode dan Campur Kode

Thursday, October 8, 2009 1 komentar

,,KODE,,

Istilah netral yang mengacu pada bahasa atau variasi bahasa.
Istilah ini dapat dipakai untuk mengacu pada sistem apapun yang digunakan dua orang atau lebih untuk berkomunikasi.
Sosiolinguistik tertarik pada faktor pemilihan kode tertentu untuk kesempatan tertentu.
,,PILIH KODE,,

Meliputi: Diglosia, alih kode, dan campur kode.
Latar: situasi bilingual dan multilingual.
Tak mudah menyatakan dengan tepat mengapa seseorang menggunakan kode X pada satu saat dan kode Y di saat lain, dan di saat lain lagi mencampur X dan Y jadi kode Z baru.
,,DIGLOSIA,,

Sebutan untuk keadaan masyarakat yang memakai 2 variasi dari satu bahasa yang sama, dan setiap variasi punya peranan tertentu.
Situasi kebahasaan ini relatif stabil, gramatikanya kompleks, terkodifikasi dengan baik, dipelajari dan digunakan secara formal, tidak di ranah publik.
,,DIGLOSIA (Ferguson),,

Kriteria fungsi sangat penting dalam hal ini.
Dalam masyarakat diaglosis ada 2 variasi dari satu bahasa: variasi tinggi (T) dan variasi rendah (R).
Distribusi fungsional dialek T dan R sangat situasional.
,,ALIH KODE (Code Switching),,

Appel: gejala peralihan pemakaian bahasa karena perubahan situasi. Terjadi antarbahasa.
Hymes: bisa terjadi antar ragam atau gaya dalam satu bahasa. Mis. Dari ragam baku ke nonbaku, dsb.
,,SEBAB ALIH KODE,,

FISHMAN: Keragaman bahasa terjadi atas dasar "siapa bicara dengan bahasa apa kepada siapa, kapan, di mana, dan untuk apa."
Alih kode pun demikian. Secara umum disebabkan: (1) Perubahan partisipan, (2) Perubahan situasi, dan (3) perubahan topik.
,,PARTISIPAN & ALIH KODE ,,

Alih kode bisa menguntungkan.
Alih kode karena penutur ingin mengimbangi lawan bicara.
Kehadiran orang ketiga dengan bahasa yang beda dengan partisipan 1 dan 2 bisa sebabkan alih kode.
Status orang ke-3 bisa sebabkan alih kode.
,,SITUASI & ALIH KODE ,,

Situasi formal ke nonformal atau sebaliknya.
Kehadiran orang lain yang beda bahasa.
Situasi rileks ke serius atau sebaliknya.
,,TOPIK & ALIH KODE ,,

Topik sukar ke topik gampang.
Topik ilmiah ke non-ilmiah.
Topik sederhana ke topik kompleks.
,,ALIH KODE: SEBAB LAIN ,,

Ingin dianggap terpelajar.
Ingin menjauhkan/mendekatkan jarak.
Menghindari bentuk kasar/halus dalam bahasa.
Mengutip kata-kata orang lain.
Menyembunyikan identitas.
Pengaruh media komunikasi.
,,ALIH VS CAMPUR KODE ,,

Persamaan: menggunakan dua bahasa atau varian bahasa dalam satu masyarakat tutur.
Perbedaan: Pada AK
à ragam bahasa masih memiliki fungsi otonomi masing-masing, dilakukan dg sadar karena sebab tertentu. Pada CK
à kode dasar punya otonomi, kode lain hanya serpihan yang tak otonom.

Thelander (Chaer, 152): ukuran klausa à bila dalam peristiwa tutur terjadi peralihan dari satu klausa dari satu bahasa ke klausa bahasa lain, ini Alih Kode. Bila klausa itu hibrid, terdiri frase atas frase campuran, tak mendukung fungsi dasar, ini Campur Kode.


Fasold (Chaer, 152): Kriteria Gramatika. Sulit dipahami tetapi tak jauh beda idenya denga ide Thelander.
,,CAMPUR KODE (Code Mixing),,

Percampuran kode dua bahasa secara cepat, dalam satu kalimat, secara sadar ataupun tidak disadari.

Mis.: Oke kita makanan sama-sama (Banjar)

,,INTERFERENSI ,,

Perubahan sistem bahasa (B1) karena persentuhan dengan unsur bahasa lain (B2) yang dilakukan penutur bilingual.
Kemampuan penutur bilingual: kemampuan sejajar dan kemampuan majemuk.
,,INTERFERENSI (Fokus Sosiolinguistik) ,,

Interferensi sistemik: interferensi yang tampak dalam perubahan sistem bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan sistem lainnya).
Di satu sisi dianggap pengacauan, di sisi lain mediasi pengembangan.
,,INTERFERENSI Vs CAMPUR KODE ,,

Interferensi: penyimpangan sistem bahasa yang dianggap salah oleh para puris.
Campur kode: penyimpangan bahasa karena kesengajaan.
,,INTERFERENSI (BA – BIND – BD) ,,

BI dan BD: resiprokal, bolak-balik.
BI dan BA: Bind selalu jadi penerima, tak pernah jadi pemberi (Soewito dalam Chaer, hlm. 167)
,,INTERFERENSI à INTEGRASI ,,

Integrasi: unsur bahasa lainyang dianggap bagian bahasa sendiri, dan tidak dianggap lagi sebagai pinjaman atau serapan dari bahasa lain. Perlu waktu lama.
Apakah setiap unsur pinjaman via interferensi pasti terintegrasi?
,,IMPLIKASI INTERFERENSI à INTEGRASI ,,

Bahasa penerima tak mengalami apa-apa, tak terpengaruh.
Bahasa penerima mengalami perubahan sistem (baik secara fonologis, morfologis, dan sintaksis.

1 comment:

  1. ,,,viola,,, i'll miss u sosiolinguistik,,, hope my boyfriend get 'A' for this case,,,

    ReplyDelete

 

Blog archive

Please, Keep in Touch!

©Copyright 2011 Love Your Life | TNB