facebook twitter instagram pinterest google+

Love Your Life

  • Home
  • About
  • Literature
    • Poem
    • Short Story
    • Essay
    • Photoshop
  • Travel Story
    • Korea
    • Kalimantan
    • Bali
    • Java
    • Coffee Shop
  • Vampire Academy
    • Spirit Bound
    • Blood Promise
    • Shadow Kiss

Wake up, Girls!
Time for the second day! 

Kami memulai tour hari kedua dengan tak sabar. Driver dari Tour and Travel kami sudah menunggu di lobi hotel. Dan tempat pertama yang akan kami kunjungi di hari pertama ini adalah Tanjung Benoa.

Pantai Tanjung Benoa adalah pantai dengan gelar surganya wahana air. Tempat dimana kita bisa bermain sepuasnya dengan berbagai macam pilihan permainan air. Dari banana boat sampai seawalker ada disini. Atau kalau kita ingin bermain dengan penyu, kita bisa mengunjungi Pulau Penyu di Tanjung Benoa ini.

Untuk ke Pantai Tanjung Benoa yang berlokasi di Kuta Selatan, kami melewati Tol Mandara yang merupakan jalan tol terapung pertama di Indonesia. Membentang sepanjang 12,7 kilometer melingkar-lingkar di atas laut bisa menjadi hal menarik untuk dilihat, terutama kalau kita menikmatinya dari jendela pesawat.

Tol Mandara


Di Tanjung Benoa, kami memilih wahana air yang disediakan oleh Watermark Bali. Bisa dibilang aku fall in love dengan nuansa yang ada di tempat ini. Dengan Gazebo di tengah-tengah pasir dan jalan-jalan yang dibuat dari papan kayu, terlihat sangat romantis dan sweet. Sepertinya akan sangat romantis jika mengadakan private wedding atau prawed disini.
Can you see a white private wedding here?

So romantic!

We are ready to play!


Don't forget to take alot of pics guys!



First, lets start with A banana boat!

There's always a first time for everything.
And honestly, I was really nervous to fly.

Time to Flying Fish!

Sea Rafting with Donut Boat!

I wish I could play Parasailing, 
but maybe that was not the right time for me.

Tanjung Benoa sky and sea.


Can you see the beauty of it?

May I have a white wedding here?






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Everything has beauty, but not everyone sees it. 
- Confucius

Indonesia memiliki begitu banyak keindahan alam yang tidak terhitung - baik dari yang sudah ditemukan, dalam proses akan ditemukan, maupun yang masih tersembunyi di balik semak, hutan, dan tebing tinggi entah di sudut Indonesia yang mana. 

Bali, merupakan sebuah pulau yang terkenal dengan keindahan eksotisnya, adalah bagian dari keindahan itu. Adalah sebuah tempat yang masih sampai detik ini, memukau kita dengan keindahan alam dan budayanya yang telah  lama kita kenal, menarik kita dengan pesonanya yang masih bisa memunculkan keindahan-keindahan baru yang mengundang kita untuk segera datang mampir menyapanya.


Ini adalah ceritaku mengunjunginya. Aku kembali setelah bertahun-tahun lalu aku pernah berjanji untuk kembali sebagai wanita yang berbeda. Bertahun-tahun lalu aku  datang kesini sebagai anak kecil yang hanya paham bahwa es krim lebih menarik dari pada pantai Kuta. Beberapa tahun  yang lalu aku datang kesini sebagai gadis yang masih belum paham manisnya  matahari senja. Kali ini aku berjanji untuk menikmatinya, sebaik yang aku bisa.

Bali, here is my story.

Berangkat dari kota bungas, Banjarbaru, Banjarmasin, menuju Surabaya. Berhubung tidak ada penerbangan langsung dari Banjarmasin - Denpasar - Banjarmasin, maka mau tidak mau pilihanku adalah transit atau naik bus setelah sampai di Surabaya. Untuk kali ini aku memilih transit, karena di dua perjalananku yang terdahulu aku menggunakan bus dan menikmati indahnya perjalanan dan serunya menggunakan feri penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

.: read my story ini Bali at 'Memories in Bali' (click here) :.

Cloudy sky means beautiful picture!

Untuk perjalanan Banjarmasin - Surabaya - Denpasar, aku menggunakan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 315 dan JT 914 dengan harga 600 ribu Yes! Tiket Promo? I love it! Penerbangan pertama, tepat waktu. Penerbangan kedua, agak delay dikarenakan air traffic yang padat di Bandara Internasional Juanda.

Langit sungguh berawan kala itu, dan jelas sekali aku merasa sangat beruntung. Foto langit dengan awan berbagai bentuk di langit akan terlihat dramatis dan artistik. Namun harap dicatat, bagi yang mungkin ingin mengabadikan moment terbangnya di atas pesawat, pastikan menghidupkan kamera kita setelah lepas landas (take off) dan jika menggunakan handphone, pastikan kita sudah menggantinya dengan mode penerbangan (airplane mode/ offline mode/ offline) karena jelas kita dilarang menggunakan handphone di dalam pesawat karena aktifitas telepon kita bisa mengganggu komunikasi sang pilot dengan menara pengawas. Jadi selalu taati peraturan untuk keselamatan bersama.

Tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, kami disambut gerbang khas Bali di bagian kedatangan domestik. Beberapa penumpang - termasuk saya - tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikannya dalam kamera yang sudah dijinjing dari kampoeng halaman masing-masing.

Kebetulan untuk perjalanan kali ini, aku menggunakan Tour and Travel di Bali. Kenapa? Awalnya sempat berencana untuk backpacker saja bersama adik tercintaku, namun karena Ibuku juga ikut, demi keyamanan beliau, aku memutuskan untuk menggunakan jasa Tour and Travel. Untuk rencana backpackernya bisa kutunda sampai adikku duduk di bangku kuliah saja. Hehehe.

Kami dijemput oleh seorang  driver bernama Bli Made dari Bali Promo Wisata Tour and Travel. Beliau dengan sabar menanti kami yang penerbangannya delay dan kedatangan kami terlambat hampir satu jam. Harusnya kami bisa langsung tour ke Kuta selatan dan menikmati matahari tenggelam di Pura Uluwatu. Namun karena kami ingin langsung beristirahat ke hotel dan kebetulan ada seorang kerabat yang ingi mengunjungi kami, kami pun memutuskan untuk memulai tour nya besok pagi. 

Kami check-in di Rivavi Hotel.  Hotel ini hanya berjarak sekitar 10 menit dari Pantai Kuta dengan berjalan kaki. Hotel ini cukup menyenangkan karena tenang, bersih, makanannya bercitarasa lokal dan enak, free wifi nya juga cepet, dan air panasnya jalan. 

Mendekati senja, aku dan adikku memutuskan untuk menikmati senja ke Kuta. Dan meskipun senja kala itu tertutup oleh awan. Namun senja di Kuta masih tetap manis.


Sweet twilght at Kuta Beach.

I'm sorry I have to jump!

Don't forget to take a million pictures!

... and this is the God's painting.

Setelah senja berlalu, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel dan sebentar mampir di sebuah coffee shop untuk membeli kopi pastinya. 

Waiting for the coffee at Coffee Bean Tea and Leaf

Dan begitulah malam pertamaku di Bali. Cukup puas dengan senja yang disuguhkan oleh Kuta. Tak sabar rasanya untuk kembali berpetualang. 
------------------------------------------------------------------------------------------------
This tour and travel presented by Bali Promo Wisata

So see you on my second day!
.: Click here to continue :.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"M y mom tells me a story,
that Heaven is really beautiful,
a place that we never seen before,
a place that only give happiness and peace.
Maybe, God gives us one micrometer of heaven into this world.
And I think, one of that little piece is Bali...

I've never traveled out of my country before - although I really want it and I have passport that I never used - So, I will tell you a story about my wonderful-local-travelling days in one of beautiful islands in the world, in Indonesia, Bali.

As a romantic person, Kuta beach occupies the first position on my wishlist - the wishlist of places where I must go. So, when finally my class decided to tour to Bali, I was the first one who put my own name in the registration paper.

Even though it was not my first time I went to bali, my heart was pounding as if it wants to burst - it makes sense since my last experience in Bali when I was five years old. The only thing that I can remember was eating ice cream wherever I go. Romantic memories?? I do not even understand the meaning of 'romantic' at the time.Haha X)

Back to the story. My friends and I flight at 6 a.m. from Banjarmasin - our hometown - to Surabaya. Then, we took a big tour bus that lead us to Bali. We prefer to take the bus because the cost is cheaper. Another reason was because we want to enjoy the scenery on the road. After going through so many challenges, like starving, vomiting friends, fainting, and almost grazed a truck, we finally reached Ketapang-Gilimanuk port - a port that connects Java island and Bali island with a large ferry boat.

Currently, the moon was hanging in the night sky and we all sat on the deck of the ferry, withstand the cold of the sea breeze and sleepiness. It's just that sleep isn't in our vocabularly if it means we have lost a lot of amazing memories, like a beautiful night on the sea.

The ferry docked at dawn, when the sun is preparing to reveal its mane. We quickly headed for the Sanur Beach, and prepare to meet the day's sun.




As soon as we enjoy the new born sun, we headed to a simple but very comfortable hotel. We just need a few times before getting back to explore the island of the Gods.




Unconsciously, we have demonstrated stomachs. However, a plate of Sate Lilit and a cup of tea can relieved our hungry and angry stomachs. Enough to fill our energy to explore Bali.

For two days in a row, we explored some of bali island, and of course it wasn't enough. Starting to felt the cool morning air in Bedugul, when the dew is still hanging in the air. The shades of beautiful and peaceful of Bedugul, as if it bit us in the magical serenity.




We also boarded a speed boat whose floor has been replaced with glass, allowed us to be able to see the underwater scenery as we headed to Tanjung Benoa, The Turtle breeding places.




We also went to a unique place where five of worship places of five different religions stand in one area. There are Agung Ibnu Batutah mosque, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Catholic Church, Buddha Guna vihara, GKPB Jemaat Bukit Dua Protestant church, and Jagatnatha temple. They are standing like a symbol of inter-religious harmony. Bring the peace and love among us.



During that short-two days, we visited silversmith and bought some souvenirs, cheap shopped at Sukawati market, played Banana Boat and parasailing in Tanjung Benoa, and for the last, we spent the evening at Kuta Beach - my favorite moment.



Spent the evening with walk around on barefoot in the soft sand. Jogged chasing waves that never tired to dance. Until we finally sat down and bowled together, staring at the sun that slowly sucked into the sea.

And just for me, I felt happines and incredible God's blessings, as if I had just reunited with my long-lost-soulmate, Kuta.

And to recall that sweet memories, I made a slide show for my old friends, wherever they go now, for my friends who I really want to shared, for my new friends who really want to know a little piece of Bali, and for me to always remember and feel that peacefulness again.



I wrote this post to join Asian On-Air Program 2013 event. If you want to participate, you can write your own travel story and become a friend with Korean Air Southeast Asia facebook. I knew that others write some overseas tour story, but maybe this is a chance for me to introduce my own country. So please, enjoy the story.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

AUTHOR

AUTHOR
TWILIGHT HUNTER, AN AUTHOR & AN ORDINARY ACOUSTIC PERFORMER WHO'S CRAVING FOR BEAUTY PICTURES

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • pinterest
  • google+
  • instagram
  • bloglovin

Labels

  • BOOK
  • CATATAN KULIAH
  • CHICKEN SOUP
  • CONTEST
  • FASHION
  • MOVIE
  • MUSIC
  • REVIEW
  • TES POTENSI AKADEMIK
  • TRAVEL STORY
  • VAMPIRE ACADEMY

Total Pageviews

Powered by Blogger.
Facebook Twitter Instagram Pinterest Bloglovin

Created with by BeautyTemplates