facebook twitter instagram pinterest google+

Love Your Life

  • Home
  • About
  • Literature
    • Poem
    • Short Story
    • Essay
    • Photoshop
  • Travel Story
    • Korea
    • Kalimantan
    • Bali
    • Java
    • Coffee Shop
  • Vampire Academy
    • Spirit Bound
    • Blood Promise
    • Shadow Kiss

Annyeonghaseyo! Kabar gembira untuk kita semua, kulit mang.....ehh??!!!#@#%$#%jkg^!!!

Maaf, kesalahan tulis. Hehehe. Maksudnya ada info menarik nih buat yang pengen banget menangin holiday alias travel gratis ke Korea. Buat yang mungkin sedih karena Asian On Air Program sudah tidak ada lagi, jangan galau ya. Soalnya sekarang ini KTO memang lagi nyebar-nyebar kertas yang tulisannya "WIN TRIP TO KOREA!". Hohoho

Ada banyak sekali contest yang dibuat KTO, baik dari lucky draw alias undian, sampai dengan yang berbentuk kontes yang artinya harus menyingkirkan banyak pesaing. Kalau soal  lucky draw, kita memang mesti bisa nyogok dewa keberuntungan. hahaha. Karena yang ikut dari segala penjuru dunia. Tapi kalau kontes, paling enggak kita udah nyoba yang terbaik. Kalau dapet berarti kamu bisa memenangkan sebuah kontes dengan bakat kamu, kalau nggak dapet silakan dicoba lain kali, yang pentingkan pengalaman. ;)

Kali ini KTO melalui website Imagine Your Korea mengadakan kontes dengan banyak hadiah menarik. Kamu cukup membuat sebuah video tentang Korea, join di website-nya, dan tunggu hasilnya!
Adilnya, kontes ini tidak hanya berlaku untuk yang udah pernah pergi ke korea saja, tapi juga buat yang BELUM PERNAH dan PENGEN BANGET dan GILA BANGET buat ke KOREA!

Jadi, Apa kamu siap untuk berbagi cerita Korea-mu kepada dunia?

Bagi pandanganmu tentang pesona Korea melalui sebuah video. Video yang kamu buat dan upload harus bisa menjadi panduan luar biasa untuk orang-orang yang ingin mengenal lebih jauh tentang Korea.

Waktu Kontes
28 Oktober - 27 November 2014

Pengumuman Pemenang
5 Desember 2014

Pengiriman Hadiah
Hadiah akan dikirimkan setelah pengumuman kepada masing-masing pemenang.



Pemenang Pertama
Travel Voucher senilai $5000 (termasuk tiket pesawat dan akomodasi)
untuk 2 orang pemenang

Pemenang Kedua
Voucer menginap satu malam di kamar Superior Suite Room Hotel Shilla Seoul
untuk 3 orang pemenang

Pemenang Ketiga
iPhone 6 plus 16 GB
untuk 5 orang pemenang

Pemenang Keempat
Go Pro Hero4
untuk 10 orang pemenang

Pemenang Kelima
Pakaian yang pernah dipakai Bigbang untuk iklan
untuk 17 orang pemenang

Pemenang Keenam
Tongsis  Pod Bluetooth
untuk 50 orang pemenang

Untuk 1000 orang peng-upload pertama
Kalendar 2015 dari KTO

Bergabunglah dengan kontes video "My Special Korea" dengan salah satu tema berikut:


 


Buruan berkreasi dengan videomu dan segara gabung dengan kontesnya.Buat ikutan, langsung aja gabung di kontes ini!

KLIK DISINI UNTUK JOIN THE CONTEST


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ketika merpati mengharapkan sang angsa.
Ketika kelopak sakura merindukan tanah basah. 
Ketika mentari mendamba rembulan. 
Dan ketika sabana bercumbu dengan ilalang. 
Aku masih mencintaimu serupa gembok yang memagut kunci mesra. 

Sebuah Puisi tentang Cinta 

Cinta itu ibarat udara di bumi ini, adalah sebuah energi potensial yang tidak akan pernah habis kecuali saat seluruh kehidupan di bumi ini berakhir. Bagaimanapun kondisinya, siapapun pelakunya, dimanapun dramanya terlukis, berapapun angka yang tertulis di kalender, cinta akan tetap lahir dan mati dan terlahir kembali. 

Namun, masih banyak orang yang mempertanyakan cinta. Saat seorang istri dan suami bertemu di persidangan, saat seorang pacar yang dicintai memilih pasangan baru, saat seorang mantan harus menangis pasrah di pelaminan orang yang dicintainya. Ada apa dengan 'cinta'? 

Sebenarnya pertanyaan yang tepat bukan terletak pada sang 'cinta', tapi si 'kita' yang memang sebenarnya belum menemukan orang yang tepat. Bisa jadi, orang yang selama ini menjadi pasangan, pacar, suami, istri, adalah teman seperjalanan, namun kita pada dasarnya belum menemukan sang kekasih jiwa. Dan pada akhirnya, saat telah menjalani jalan yang sama, berdua, bergerak seirama, ada kalanya teman seperjalanan itu merasa letih, atau malah ingin berlari lebih cepat saat kita ingin istirahat sejenak. Pada saat itulah terkadang kita memilih persimpangan yang berbeda, atau malah berjalan dengan teman yang berbeda. 

Akan beda ceritanya jika kita memilih berjalan dengan seorang kekasih - yang sesungguhnya - dari awal. Saat sang Romeo terpuruk, Juliet akan berhenti berjalan dan mengusap bahunya mesra. Saat Ratna ingin beristirahat, Galih akan membimbingnya untuk berteduh di bawah payung akasia. Saat Engtay ingin berlari, maka Sampek pun akan mendampingi dengan irama langkah yang sama sambil terus membisikkan puisi-puisi cinta ke telinganya. 

Dan kita pun bisa melihat, ada rantai terputus antara teman seperjalan itu dengan sang kekasih pujaan. Berjalan dengan seorang teman terkadang memang akan sampai ke tujuan dengan entah membawa rasa yang masih sama atau hanya karena tidak enak untuk pergi atau mencari yang lain. Sebuah rutinitas yang absurd namun mengikat atas dasar untung rugi. Untung karena tidak perlu repot lagi mencari. Untung karena di mata makhluk lain kita sudah lengkap dan terlengkapi. Rugi jika harus pergi meninggalkan jutaan milyar detik yang sudah dihabiskan bersama teman tersebut. Rugi jika harus kehilangan banyak hal yang kata orang - kelompok manusia yang hanya menilai kita dari luar, dari apa yang mereka lihat - hampir mendekati kesempurnaan. 

Sebuah perbedaan akan terjadi saat kita memilih berjalan berpagut mesra dengan kekasih. Berhenti bersama dan berlari bersama. Kerinduan akan selalu menjadi vitamin harian. Kecemburuan akan menjadi penghangat badan. Dan kata cinta tidak akan lagi disamakan dengan bahasa lebay kosong tak bermakna. Dia akan menjadi kebutuhan pokok yang tidak akan pernah habis sampai kita dan sang kekasih menua bersama. 

Maka pertanyaan-pertanyaan baru pun timbul. Apakah teman seperjalanan tersebut tidak bisa menjadi kekasih? Setelah mungkin sekian lama berjalan bersama dan ternyata mulai mencari sosok teman baru yang lebih bisa didambakan? Dan bagaimana dengan sekarang yang masih berjalan sendiri? Dengan tuntutan batas usia wajar berdiri di pelaminan? Haruskah secepatnya mencari kekasih itu? Atau wujud kekasih tersebut akan muncul setelah adanya ikatan? Bisakah dengan sosok kita yang sekarang, saat mungkin orang-orang disekeliling kita sudah memiliki pasangan, kita akan menemukannya tersembunyi di balik reruntuhan zaman? 

Jawabannya sebenarnya klise dan sederhana. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Artinya, teman seperjalanan tersebut bisa saja bertransformasi menjadi kekasih hati, jika dia dan kita sama-sama memutuskan, bertindak, dan merasakan apa yang seorang kekasih lakukan dan dapatkan. Jika ingin dia menjadi kekasih, maka kita pun harus bertindak dan berucap sewajarnya seorang kekasih. 

Dan saat kita masih menari sendiri, yang kata orang membuang waktu untuk menanti hal yang tidak ada. Yang kata orang melewatkan apa yang sebenarnya berharga, melepaskan tangan-tangan yang telah terulur ke arah kita, pahami saja bahwa itu adalah kata orang, yang sama sekali tidak ada pengaruhnya untuk hidup kita. Percaya saja bahwa kesendirian itu adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita mempersiapkan diri menjadi orang yang pantas untuk kekasih kita kelak. Kesempatan kita untuk belajar dari pengalaman-pengalaman orang-orang di sekitar kita. Akan ada masanya dimana kita akan bertemu dengan sosok kekasih sebenarnya, yang sungguh-sungguh akan membimbing kita, yang meraih pundak kita untuk dipeluk, dan memberikan bahunya untuk disandarkan. Dan pada saat itu tiba, kita akan mengerti, apa alasan Tuhan menyimpan dia untuk kita.

Namsan Tower : Lock Your Love

Dan disinilah aku berdiri, menggagumi anggunnya kota Seoul dari atas gunung Namsan, menari bersama semilir angin musim gugur yang bersenandung mesra, menyanyikan lagu cinta di salah satu tempat paling romantis di Seoul, sendirian. 

Well, sebenarnya aku tidak sepenuhnya sendirian. Aku bersama temanku dari program AOA 2013, Tin Iglesias, memutuskan untuk menggunakan waktu bebas di hari terakhir kami di negeri gingseng ini dengan mengunjungi N-Seoul Tower sebelum sang burung besi membawa kami pulang.

Sekitar pukul setengah 7 pagi kami mepersenjatai diri dengan sarapan di hotel dan mulai memutuskan untuk berangkat menggunakan alat transportasi apa. Sebenarnya aku  berbarap mantanku,  Kim So Hyun datang dan menjemput kami dengan mobilnya. Hahahahaha

Berdasarkan pengalaman teman-teman di AOA, mereka menyarankan kami menggunakan bus atau taksi. Bus memang lebih  murah, tapi karena kami benar-benar harus berkompetisi dengan sang waktu, maka kami memutuskan menggunakan taksi. Cable Car tereliminasi secara otomatis dari kotak saran karena jam buka mereka adalah jam 8 pagi yang artinya, kami masih kepagian.

Jantungku sedikit berdebar, karena lagi-lagi ini adalah pengalaman pertamaku menaiki taksi di negeri asing. Sebuah taksi berwarna biru  berhenti di depan kami, dan seorang ahjussi - paman - berambut putih duduk dikursi sopir bertanya dalam bahasa Korea yang membuat kami bertatapan mata. Kami sama-sama belum mahir berbahasa Korea - yang membuatku bertekad untuk menguasai bahasa ini sebelum aku kembali lagi ke kota ulzzang ini - tapi kami yakin kalau ahjussi ini sedang bertanya tujuan kami - pastinya, memangnya pak sopir akan bertanya apa lagi sebelum berangkat, id Kakao Talk???. 

"Namsan Tower," ucapku namun ahjussi ini masih terlihat bingung, dan aku menyesal tidak menyimpan gambar  N-Seoul Tower di handphone-ku. "N - Seoul Tower," kataku lagi dengan logat di korea-koreakan. Dan ahjussi akhirnya mengerti. Ia pun mengetikkan  nama 'N 서울타워' (N - Seoul Tower) di perangkat GPS touch screen di taksi itu,  dan sebuah petunjuk jalan muncul  beserta suara pemandu wanita  berbahasa Korea.

Entah mengapa, meskipun terasa asing, perasan aman mengalir di dalam taksi ini. Padahal kami berdua sama-sama tidak mengenal wilayahnya maupun jalan-jalannya. Kami berekendara dalam hening, mengamati lalu lintas Seoul yang belum terlalu ramai di pagi hari. Mungkin sekedar menikmati Seoul di hari terakhir kami di kota cantik nan modern ini.

Kami sampai disebuah pintu masuk, dengan N-Seoul Tower berdiri gagah di dekatnya.  Namun taksi tidak diperbolehkan masuk dan mengantar kami sampai kesana. Pilihan kami adalah berjalan kaki atau menaiki shuttle bus yang bolak-balik mengantarkan pengunjung hingga ke puncak bukit.

Untungnya sang penjaga pintu masuk ke wilayah N-Seoul Tower, fasih berbahasa Inggris - plus cakep dan masih muda hahaha. Dia menjelaskan kepada kami untuk menaiki bus dengan nomor bus tertentu dan memberikan selebaran informasi tentang peraturan baru pemerintah yang menutup jalan ke tower untuk angkutan umum agar udara disekitar tempat tersebut bebas dari polusi dan nyaman untuk dijadikan tempat bersantai, jalan sehat, ataupun lari-lari kecil.

Kami pun menaiki bus dengan ongkos sekitar ₩550 per orang dan duduk di bus yang hampir kosong itu. Jalanannya menanjak, tapi pemandangannya semakin indah. Dan sampailah kami di tempat yang hampir selalu muncul di drama romantis Korea.

Udara pagi begitu segar dan hanya beberapa orang yang terlihat. Petugas kebersihan dengan rajin merapikan sisa-sisa keseruan malam tadi, mungkin. Subhanallah, rasanya air mata tanpa permisi ikutan melongok menikmati keindahan Seoul dari sini. Aku ada disini, ditempat yang aku dambakan selama ini.

Restoran, cafee, Teddy Bear museum dan Cable Car masih belum buka memang, tapi sorakan riang kami tetap bergema di langit pagi Seoul kala itu saat melihat jutaan atau bahkan mungkin milyaran anak kunci terpasang di sepanjang pagar dan pohon-pohon buatan.

Ada sebuah mitos mengatakan kalau kita memasang sebuah gembok dengan nama kita dan pasangan disana dan melemparkan kuncinya jauh entah kemana, maka cinta kita akan bertahan selamanya. Meskipun sebenarnya banyak juga pasangan yang pada akhirnya berpisah meskipun sudah memasang puluhan kunci disini. Seperti puisi yang kutulis sebelumnya, bahwa cinta itu adalah rasa yang lahir dan berkembang bersama sang kekasih, bukan yang terkunci melalui mitos. Tapi ini pilihan.

Aku hanya mengambil pulpen dan menuliskan namaku, adikku, dan sahabat-sahabatku di sebuah kursi dan papan nama. 
 
Semoga, saat aku kembali kesana, tulisan ini masih ada.
 
 
Coba tebak, yang mana tulisanku?
 
Boleh dibawa pulang?
Kami juga mengunjungi museum Teddy Bear yang sayang sekali pada saat itu belum buka karena masih pagi. Tapi ada beberapa boneka beruang lucu di pintu depan museum yang bisa diajak berfoto bersama. 

Untungnya toko souvenir di depan museum sudah buka. Aku membeli sebuah gantungan handphone teddy bear untuk adikku dan sebuah passport case bergambar sang ratu. Yang sekarang kusesali, mengapa tidak membeli lebih banyak, padahal gantungannya imut sekali.

Sebelum pulang, kami duduk santai di bawah pohon rindang tempat lokasi Gu Jun-pyo menunggu Jan Di *hahahaha. Dan disanalah, di kursi berbeda, duduk seorang pria muda  nan tampan sedang membaca buku sambil mendengarkan entah apa dari earphone-nya sendirian. Hembusan angin meniup rambutnya pelan, seolah bergerak slow motion seperti di drama-drama romantis biasanya. Kami ingin menyapanya, sekedar basa-basi minta difotokan, dan ....

Tidak terjadi apa-apa. Ternyata mewujudkan kisah cinta spontan dan romantis itu memang hanya bisa terjadi di dunia fiksi saja. Dan keberanian memang diperlukan  dalam memulai segala hal. Tanpa keberanian, kita akan takut memulai, dan ketika takut, kita akan memilih untuk tidak melakukan apapun sama sekali, dan ketika tidak ada apapun yang dilakukan, maka tidak akan terjadi hal-hal yang menakjubkan dalam hidup kita. Itu pelajaran yang bisa kuambil dari kisah  cintaku yang tidak ada di Korea. Haha.

Sebelum pulang, aku berpamitan pada N-Seoul Tower. Kubisikkan padanya, kalau aku akan kembali lagi, dan jika saat itu tiba, aku akan membagikan kisah cintaku yang luar biasa untuknya.

Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk membeli beberapa banana uyu alias susu pisang. Sumpah, enak banget. Andai aku bisa membawa lebih banyak. :(
Sang Ahjussi yang baik hati.
Kami pulang dengan taksi lagi, yang lumayan lama kami tunggu. Aku sendiri sudah gelisah karena tepat jam 1 tim AOA akan diantar ke bandara untuk pulang. Untungnya kami mendapatkan taksi dan kali ini sang ahjussi - meskipun lagi-lagi tidak fasih  berbahasa Inggris - sangat ramah dan mencoba berkomunikasi dengan kami. Awalnya kami cukup kebingungan, karena sang ahjussi tidak kenal dengan hotel tempat kami menginap - atau tidak paham dengan nama hotel yang kami sebutkan. Untungnya, kami membawa sebuah kartu nama yang diberikan Key - guide tour kami yang cantik dan baik hati - untuk jaga-jaga jika kondisi semacam ini terjadi. Ahjussi pun menelepon nomor telepon di kartu tersebut dengan bahasa Korea yang panjang dan cepat dan akhirnya menemukan lokasi hotel kami. Alhamdulillah ketemu ahjussi yang baik hati. :)

Dan sampailah kami ke hotel dengan selamat, dan bersiap untuk kembali ke negara masing-masing. Sedih memang, tapi kami berjanji kalau kami akan kembali lagi kesini dan jika saat itu terjadi, aku ingin sekali pergi ke  N-Seoul Tower pada malam hari. Aku ingin menikmati berlian-berlian yang berkilauan dari cahaya lampu Seoul sambil duduk di dalam cable car bersama seseorang yang kucintai. ;)
Dengan uang koin ₩500, kita bisa menikmati pemandangan Seoul melalui
teropong ini. 

Sekilas tentang N-Seoul Tower

Seoul Tower dibuka untuk umum pada 15 Oktober 1980 dan sejak itu menjadi salah satu tujuan wisata utama di Seoul. N-Seoul Tower setinggi 236,7 m berdiri gagah di atas puncak gunung Namsan yang menyuguhkan panorama keindahan kota Seoul dan sekitarnya dari atas. Pemandanganya sangat indah dengan fasilitas modern dan  menyenangkan sehingga N-Seoul Tower bisa jadi menjadi salah satu menara terbaik di Asia.

Tiga puluh tahun kemudian, dengan jumlah pengunjung yang sudah tidak terhitung, nama Seoul Tower berganti menjadi N-Seoul Tower. Huruf  'N' pada nama tersebut diambil dari kata 'New' yang berarti simbol penampilan baru dari Seoul Tower yang memerlukan dana sekitar 15 miliar won untuk membuatnya secantik sekarang. Dengan sistem pencahayaan terbaru, koordinator N-Seoul Tower bisa mendekorasi menara sesuai dengan musim atau even tertentu.

Panduan N-Seoul Tower


1. N TOWER T5 : Restauran berputar 'N Grill'
Berlokasi di lantai paling atas menara, N Grill merupakan sebuah restauran yang unik karena bisa berputar 360° setiap 1 jam 40 menit. Dimanapun kita duduk, kita bisa melihat pemandangan Seoul dari semua arah. Restauran ini sangat popular dengan makan malam romantisnya beserta pemandangan malam yang spektakuler sehingga  biasanya setiap weekend, kursi di restauran ini sudah habis dipesan lebih dulu.

Tempat duduk yang paling populer adalah tempat duduk pasangan yang menghadap jendela. Masih ingat scene drama My Love Who Came From Another Star, saat Do Ming Jun mengajak Cheon Song Yi makan malam romantis sebelum dia menghilang? Disinilah tempatnya. :D 

Untuk memesan sebuah meja disini, sebaiknya kita sudah menelepon untuk memesan, paling tidak dua minggu lebih awal dan untuk makan disini, kita memang harus menyedikan dana yang lumayan. Sekitar ₩55.000 - ₩75.000  permenu dengan tambahan pajak 10%. Namun dengan kemewahan, keunikan, dan romantisme yang ditawarkan, sepertinya harga tersebut masuk akal, apalagi jika Anda adalah seorang pria yang akan melamar kekasihnya.

2. N TOWER T3 : Digital Observatory, Shocking Edge, dan Digital High-powered Telescope
Difasilitasi dengan teleskop berteknologi canggih pastinya bisa membuat pengunjung melihat Seoul dengan lebih indah. Ditambah lagi dengan tulisan nama kota dan nama jalan disetiap jendela kaca, membuat para pengunjung semakin penasaran untuk mencoba mencari kota-kota tersebut melalui teleskop super canggih ini.

3. N TOWER T2: Analogue Observatory, Sky Restrooms, dan Toko Suvenir.
Analogue  Observatory adalah area santai sambil ngemil dan menikmati pemandangan dari jendela kaca dengan setiap panel jendela yang memiliki panduan berbagai tempat menarik di Seoul yang dapat dilihat melalui teleskop. Hal unik lain di N Seoul Tower adakah toiletnya, sky restroom. Dari namanya saja kita sudah bisa membayangkan keunikan apalagi yang ditawarkan menara ini. Mungkin karena temanya adalah menikmati Seoul dan Seoul akan mendatangi kita disini, maka kita bahkan bisa melihat pemandangan Seoul dari toiletnya! Luar biasa :D 

Di lantai ini kita juga bisa berbelanja di toko souvenir yang disediakan. Sekedar mencari oleh-oleh khas dari Seoul, secara spesifik, khas N-Seoul Tower. :)

4. N TOWER T1: Restauran Korea Hacook
Meskipun restauran ini tidak berputar seperti N Grill, Hancook pun merupakan sebuah tempat yang keren untuk makan. Restauran bergaya Korea ini menawarkan set makan siang lengkap serta full-course set menu.
Menu: 
Full-course set menu ₩32,000 (sekitar Rp356.000)
Lunch set menu ₩22,000 (sekitar Rp245.000)
Buffet for Children untuk usia 7-12 tahun ₩9.900 (sekitar Rp111.000)
untuk usia 3-6 tahun ₩6,800 (sekitar Rp76.000)
*belum termasuk pajak
Jalan menanjak dengan berjalan kaki dari area parkir Bus ke N Seoul Tower.

Papan tanda di lantai kayu, klasik!

 Pohon kunci, ada yang ingin mencoba menghitung jumlah anak kuncinya?

 Menikmati Seoul dari atas sambil ngemil, mengapa tidak?

Beberapa pilihan cara untuk ke N Seoul Tower

(1) Cable Car 
Akses dengan taksi atau mobil pribadi memang dilarang, jadi pilihannya jalan kaki sekalian olahraga, naik bus, atau menggunakan cable car.

Dari stasiun Myeongdong, cukup perlu waktu 10 menit dengan jalan kaki ke  peron Cable Car. Menaiki Cable Car, kita akan disuguhkan pemandangan Seoul yang cantik berserta pengalaman menarik. 

Sayangnya, karena kami datang terlalu pagi, jadi Cable Car masih belum buka. Haha. Transportasi ini tersedia dari jam 10 pagi sampai jam 10.30 malam dengan biaya ₩6.300 untuk perjalanan bolak-balik dan ₩4.800 untuk sekali jalan saja.

(2) Bus
Kita juga bisa menggunakan bus berwarna kuning di stasiun Chungmuro atau stasiun di Universitas Dongguk yang akan membawa kits langsung ke area parkir N Seoul Tower. 

Dalam kasusku, aku naik taksi dari Marigold Hotel dengan biaya sekitar ₩10.000 kemudian naik bus dari area bawah gunung ke atas. Hoho. Namun meskipun mungkin tidak seseru menggunakan Cable Car, pemandangan menanjak dari dalam bus tetap memukau kok. Untuk turun lagi, kita bisa menggunakan bus yang sama yang akan datang setiap 6 menit dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam. dengan biaya hanya ₩550. Wow.

Intinya, kalau kamu ke Seoul, pastikan kamu mengosongkan sebagian waktumu untuk menikmati kota ini dari N Seoul Tower!

This opportunity is given in Asian On Air Program 2013 by Korea Tourism Organization and Korean Air. Thanks a lot for helping me to reach my dream. I love Korea, I love my life.

Sumber: pengalaman pribadi & VisitKorea.or.kr

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Mau ke Korea gratis?? Beli segera tiket di website resmi Korean Air dan menangkan tiket ke Korea!!
Menangkan pula berbagai hadiah menarik seperti Mont Blanc Business Card Holder untuk tiga pemenang. B787 Aircraft Model untuk 3 pemenang. dan Boneka Pilot Teddy Bear yang unyu banget untuk 5 pemenang. Buruan!
Periodenya hanya sampai 10 April 2014!
Be the lucky one!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

"Kebahagiaan itu tidak dicari tapi dibuat oleh diri kita sendiri"

Jika resep cepat tua adalah suka marah, cepat stres, dan selalu merasa dirinya adalah orang yang paling menderita di dunia, maka resep awet muda adalah perbanyak senyum, santai menghadapi segala sesuatu, menghargai hidup, dan selalu merasa bahagia.  Cara untuk bahagia sendiri ada banyak, namun sebenarnya, yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak adalah diri kita sendiri.

Hal ini terlintas dalam pikiranku saat aku menginjakan kaki kesebuah tempat bernama Everland. Salah satu kreativitas manusia untuk membuat sebuah kebahagian yang terkadang bagi sebagian orang susah di dapat. Memperhitungkan bahwa terkadang orang dewasa sekarang lebih ribet buat dibikin bahagia ketimbang anak kecil, sebuah taman hiburan bisa menjadi salah satu solusi untuk memproduksi lebih banyak hormon endorfin.

Bayangkan saja, jika seorang anak kecil akan berlonjak kegirangan dan nggak bisa tidur saking bahagianya hanya karena dibelikan sepeda, orang dewasa tetap saja ada yang masih merasa sengsara meski sudah punya *Pad, *Pod, *Phone dan mobil pribadi. Alasannya? Ada yang sengsara karena baru putus cinta trus mantan udah punya cewek baru sedangkan diri sendiri lebih nestapa dari pada sendal jepit yang punya pasangan. *haha. Sengsara karena seminggu lagi ujian jadi galau karena enggak sempat lagi buat belajar trus pilihannya antara nyontek atau pasrah pada keyakinan bakal ikut remedial. Nyokap ngebatalin rencana jalan-jalan ke Italy dan membuatnya tetap menjadi rencana untuk 5 tahun nanti padahal udah sering bolak-balik Eropa. Kerjaan numpuk di kantor dan mesti ada acara lembur-lemburan, padahal ada temen yang mau traktir nonton Kapal Vanderwick yang udah tenggelam. Come on! Life is short! Make it useful and meaningful with happines in every second of yours!

Jadi, menurut saya pribadi, memiliki sebuah taman bermain di tempat kita tinggal menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Bisa dijadikan salah satu pengurang strees masyarakatnya. Sayangnya tidak semua kota punya taman bermain. :(

Di taman bermain, orang dewasa bisa kembali menjadi anak-anak, meski cuma sesaat, bisa teriak, bisa loncat-loncat. Jadi maaf-maaf saja buat adik-adik kecil, ponakan, dan temen-temen usia 17 tahun ke bawah kalau lagi ngeliat ada om-om atau tante-tante lagi teriak kenceng saat naik suatu wahana di taman bermain. Maklum saja, lagi buang stres. haha. Dan buat orang-orang dewasa yang sekarang lagi mumet dan nggak pernah naik wahana, cobalah sejenak beristirahat dari kemumetan itu, ganti suasana hati dan mata, naik aja wahana-wahana yang bikin otak kita mikir buat stop-in itu wahana sampai-sampai lupa sama si mumet. hihi.

Berbagi pengalaman menjelajahi Everland, taman bermain terbesar ke-13 di dunia dan ke-5 se-Asia Pasifik yang berlokasi di Yongin, provinsi Gyeonggi-do , Korea Selatan, agak membingungkan harus di mulai dari mana. Rasanya tidak cukup satu hari untuk menikmatinya dan tidak cukup satu posting-an untuk mengungkapkannya. Tapi satu hal yang perlu saya katakan, tak lengkap kalau pergi ke Seoul tanpa mampir dulu ke Everland.

Bersama dengan peserta AOA dan our pretty tour Guide : 
Kay, Bryan, Becky, Me, Tin, Jos, and Mba Amel. :)

Everland merupakan taman bermain terbesar di Korea Selatan yang terdiri dari banyak wahana dengan beragam tema, kebun binatangm dan sebuah wate park terkenal, Caribbean Bay. Everland sendiri dioperasikan oleh Samsung everland karena termasuk dalam Samsung Group. 

Tempat ini sangat sangat luas, sampai kami bingung harus memulai dari mana. Berbekal sebuah tiket yang bisa digunakan untuk wahana apa saja yang ada di Everland, kami pun berpencar ke tempat yang sesuai dengan hati kami. Berhubung waktu yang kami punya sangat-sangat singkat,  sepertinya tak banyak wahana yang bisa dinaiki, ditambah lagi karena kami datang pada hari Minggu, saat pengunjung tengah padat dengan antrian rata-rata 1- 2 jam per wahana. WOW.  Jadi sebagai saran bagi yang memang ingin menikmati Everland, jangan datang hari Minggu dan usahakan datang lebih awal. :)

The almighy ticket of Everland *dan tanganku. huehehe

Aku dan Tin akhirnya memutuskan untuk berkeliling saja, karena mengantri selama satu jam sama dengan membuang banyak kesempatan untuk melihat-lihat dan mengambil banyak foto. Tapi kami berjanji di bawah pohon Mapple yang berwarna Orange *ciee sok romantis, kalau kami akan kembali lagi kesini dan pada saat itu kami akan main sepuasnya. 

Waiting for someone, I think.

Kebetulan kami datang ke Everland pada bulan Oktober, sehingga tema Everland didominasi oleh Halloween. Jack labu dan Dementor bertebaran dimana-mana. Bahkan ada beberapa setan menyeramkan, Marie Antoinette yang cantik dengan leher berdarah-darah, pangeran-pangeran yang sepertinya telah mati di medan perang, berkeliaran di Horror Village, salah satu wahana di Everland.

Horror everywhere

Everland memiliki 5 tema besar yaitu Global Fair, American Adventure, Magic Land, European Adventure, Zoo Topia plus Carribean Bay untuk waterparknya.

Sky Cruise

Dengan menggunakan Sky Cruise, kami menuju Rose Garden dan Four Season Garden  untuk melihat tamannya. Dan aku menyadari bahwa diantara Rose Garden dan Four Season Garden, ada Renaissance, tempat dimana Jang Geun Suk shooting untuk film "My Pet".

Renaissance attractions, tempat shooting My Pet a.k.a 너는 펫

 Tempat dimana Jang Geun Suk lari-lari main ar mancur yang tiba-tiba nongol di "My Pet"

Bisa dibilang, Everland ini sering dipakai buat shooting drama dan film Korea.Di Everland juga banyak restauran. Kebetulan kami makan siang di Venetia Restaurant, sebuah restauran yang menyajikan berbagai makanan seperti German style pork katsu, Bulgogi pilaf, Handmade burger pizza, dan banyak lagi. Karena aku muslim, maka pilhanku jatuh pada Handmade burger pizza, karena isinya sayuran dan seafood. :)


Venetia Restaurant 

Me with the big pizza

Bisa dibilang waktu beberapa jam itu tidak cukup untuk bisa menikmati seluruh isi Everland. Namun, bisa berada di tempat ini adalah salah satu hal yang peling menyenangkan yang terjadi padaku di tahun 2013. ^^

Everland berlokasi di Pogok-eup, Cheoin-gu, Yongin-si, Gyeonggi-doi ini memiliki tiketnya dengan beberapa tipe. Untuk tiket satu hari penuh atau one-day ticket seharga 44.000 won untuk orang dewasa dan 34.000 won untuk anak kecil. Untuk  tiket sore atau afternoon ticket seharga 36.000 won untuk dewasa dan 27.000 won untuk anak kecil. Untuk tiket dua hari atau two-day ticket seharga 70.000won untuk orang dewasa dan 54.000won untuk anak kecil. Untuk tiket malam tergantung season nya. Misalnya untuk tiket d malam musim dingin atau Winter-night ticket seharga 20.000won untuk orang dewasa dan 16.000won untuk anak kecil.

Petunjuk jalan: 
"Menggunakan Subway kemudian Bus"
1)Stasiun Gangnam (Seoul Subway Line 2 atau Sinbundang Line), Exit 5 atau 10.
Naik bus No 5002 ke Everland. (Lama perjalanan: 50 menit)

2) Stasiun Gangbyeon (Seoul Subway Line 2), Exit 1.
Naik bus No 5800 ke Everland. (Lama perjalanan: 50 menit)

3) Stasiun Sadang (Seoul Subway Lines 2, 4), Exit 2 atau 3.
Naik bus No 1500-2 ke Everland. (Lama perjalanan: 80 menit).

"City Bus "
Dari Yongin atau Suwon, naik bus 66 atau 66-4 ke Everland.

Dari terminal Yongin Bus. Naik bus No 5002 atau 5800 di pemberhentian bus di depan Hotel Cinema.

Thanks a lot for KTO and Korean Air in Asian On Air Program 2013 that can make it happen. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"I f I can replay the time and have one gift to ask,
I wil ask to wide awake for the entire day.
so I can treasure every moment that I miss out."

Hal pertama yang menari dipikiranku saat menatap kamar hotelku yang bernomor 701 ini adalah "keren". Aku pernah membaca komik Jepang, yang ceritanya tentang sepasang kekasih menyewa sebuah kamar hotel yang tepat di atas tempat tidurnya terdapat sebuah cermin besar. Tidak pernah terbayangkan kalau aku akan tidur di kamar seperti di dalam komik tersebut, di bawah cermin sebesar itu, sendirian.



Hotel The Designers ini berlokasi di Samseong-dong, Gangnam-gu, Gangnam - Coex, Seoul. Hotel ini dekat dengan Pusat Pameran dan Pertemuan Coex, Taman Seolleung, dan COEX Mall. Tidak jauh dari tempat ini juga terdapat Bongeunsa dan Stadion Bisbol Jamsil.Didesain secara khusus oleh beberapa desainer interior sehingga konon setiap kamar memiliki desain yang berbeda.

Sesuai dengan namanya, tiap kamar didesain dengan unik, dengan kaca besar di atas tempat tidur atau bahkan pohon di samping bantalmu. Fasilitas di dalamnya cukup memuaskan dan bisa dibilang hampir mampu mengurungku untuk tetap berada di dalam kamar -- seandainya saja ini bukan Seoul dan aku punya waktu lebih dari 5 hari aku pasti akan menghabiskan satu hari penuh untuk mengurung diri di kamar ini, untuk bertapa mungkin hehe. Fasilitas yang kudapat antara lain bathup, shower, toilet yang agak membuatku merinding -- akan kuceritakan nanti -- free wifi, sebuah laptop yang langsung terkoneksi dengan internet, televisi LCD -- yang menunya agak membuat syok -- kulkas kecil, pemanas air beserta teh tanpa gula yang membuatku ketagihan, dan hairdryer -- yang menunjukkan kalau orang Korea memang benar-benar peduli pada penampilan.




Tentang toilet yang membuatku agak merinding, bukan karena ada sesuatu yang mengerikan di dalamnya -- semacam hantu perempuan yang tiba-tiba nongol dari dalam closet. Hahaha. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya, "Apakah Anda pernah menonton film 'Hello Stranger'?" Film yang menceritakan tentang dua orang Thailand yang tidak saling mengenal dan bertemu di Seoul saat berwisata? Ada sebuah scene dalam film tersebut yang sepertinya hampir mirip kejadiannya denganku. Toilet ini sebenarnya bukan masalah seandainya benda ini memiliki keterangan dalam bahasa Inggris. Sayangnya, aku masih dalam tahap belajar membaca hangul dan memahami maksudnya, dihadapakan pada kenyataan pahit saat berada di satu situasi darurat saat tengah sakit perut tapi harus berpikir terlebih dahulu selama beberapa menit untuk memahami apa saja kegunaan tombol-tombol di toilet itu. Alhasil, aku melakukan semacam eksperimen kecil terhadap tombol-tombol tersebut dengan memencetnya dan berlari keluar sesudahnya, sambil mengintip apa yang sedang terjadi. Hahaha. Kampungan memang, tapi paling tidak aku bisa memahami karakter Dang di Hello Stranger yang kaget saat pertama kali menggunakan toilet tersebut.




Dan tentang televisi yang membuatku syok bukan karena aku bisa menonton drama Lee Min Ho 'The Heirs' secara langsung. Atau karena semua layar di TV menggunakan tulisan hangul dan aku tidak mengerti bagaimana caranya mengubahnya. Tapi karena aku -- setelah menekan banyak tombol -- menemukan menu untuk program acara yang sebenarnya baik-baik saja sampai aku menemukan salah satu menu 18+. Penasaran, kupencet saja menu itu dan alhasil jeretan pilihan film dewasa berjejer siap untuk kupelototi. Untungnya -- haha -- untuk menonton film-film itu diperlukan password yang aku tidak tahu. Jadi aku memutuskan untuk tidur dan bersiap untuk petualanganku besok harinya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

AUTHOR

AUTHOR
TWILIGHT HUNTER, AN AUTHOR & AN ORDINARY ACOUSTIC PERFORMER WHO'S CRAVING FOR BEAUTY PICTURES

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • pinterest
  • google+
  • instagram
  • bloglovin

Labels

  • BOOK
  • CATATAN KULIAH
  • CHICKEN SOUP
  • CONTEST
  • FASHION
  • MOVIE
  • MUSIC
  • REVIEW
  • TES POTENSI AKADEMIK
  • TRAVEL STORY
  • VAMPIRE ACADEMY

Total Pageviews

Powered by Blogger.
Facebook Twitter Instagram Pinterest Bloglovin

Created with by BeautyTemplates