facebook twitter instagram pinterest google+

Love Your Life

  • Home
  • About
  • Literature
    • Poem
    • Short Story
    • Essay
    • Photoshop
  • Travel Story
    • Korea
    • Kalimantan
    • Bali
    • Java
    • Coffee Shop
  • Vampire Academy
    • Spirit Bound
    • Blood Promise
    • Shadow Kiss

"Seribu candi dan seribu kisah. Untuk dikenang suatu hari nanti, disaat raga telah lelah, namun masih dengan jiwa yang tak pernah menyerah."

Setelah sekian lama #stayathome dan berkutat dengan tugas #workfromhome akhirnya aku baru punya waktu bercerita tentang travelling story dadakan ku di bulan Desember lalu. 

Setiap awal tahun aku selalu menuliskan wishlist - daftar tempat yang ingin kukunjungi, daftar benda yang ingin kumiliki, dan daftar hal yang ingin aku lakukan -  almost every year. Aku selalu mencoba menuliskan dengan penuh percaya diri bahwa jika Tuhan berkehendak semua pasti mungkin terjadi - meski pada saat itu aku tidak punya dana atau tahu akan memperoleh biayanya dari mana - aku tetap percaya dan berusaha.

Singkat cerita, Jogja telah berada di wishlistku sejak lama, dan tahun demi tahun berganti, hanyalah menjadi lima huruf nama tempat yang sepertinya masih belum waktunya untuk terrealisasi. Saat itu 2019 sudah dipenghujung waktu, pertengahan Desember, dan akan berganti masa menjadi twenty-twenty. Yang berarti, no time and money for travelling.

Dan kemudian ajakan berangkat tak terduga datang dari Bos-ku tercinta, berangkat yuk ke Jogja, lusa! Kebetulah Bu-Bos punya sudara di Jogja, ini berarti, tempat tinggal gratis disana. Sangat meringankan biaya travelling, bukan? Terlebih jalan-jalan ini bersama Bu-Bos, Pak-Bos, dan sohib sekaligus rekan kerja, yang berarti, biaya bisa dibagi berempat, yang artinya, bakal lebih murah.

Uang tiket bagaimana? Akhirnya keluarlah kartu As yang selama ini kusimpan, Traveloka Pay later! Ini bukan iklan, tapi yah memang, fitur yang satu ini sangat membantu untuk broke traveller seperti diriku ini. Haha!

Berbekal cicilan 4 kali bayar, aku pun berhasil mendapatkan tiket PP Banjarmasin-Jogja yang kala itu lumayan tidak murah, sudah berada diangka 1 juta sekian untuk sekali perjalanan. Tapi tak mengapa, kata Bu-Bos, kalau nggak dikagetin, nggak akan berangkat-berangkat kita.

Dan ya, akhirnya kami berangkat menuju Jogjakarta. 
Dan aku, tanpa persiapan yang matang memulai petualanganku disana.


Kalibiru, Kulon Progo

Saat menginjakkan kakiku untuk pertama kalinya di Jogja, hatiku berbisik, Tuhan benar-benar sayang padaku dan begitu Maha Kuasa, sehingga meskipun tanpa rencana pun, ia bisa membuatku tiba disini, di sebuah kota bernama Jogja!

Kebetulan kami mendarat di bandara baru di Kulon Progo, Bandara Udara International Yogyakarta. Bisa dibilang sangat baru malah, sehingga kami turun melalui pintu darurat. Jarak tempuh dari bandara ke Jogja kurang lebih satu setengah jam, jadi agar tidak membuang waktu, kami akhirnya memutuskan langsung wisata ke Kalibiru di Kulon Progo.

Jalanan naik turun mengikuti dataran pegunungan yang asri, sejuk, dan hijau sejauh mata ini menatap. Sungguh, aku sangat bahagia kala itu!

Saat kami sampai di Kalibiru, jam sudah menunjukkan hari mulai menuju senja, yang artinya banyak spot yang akan tutup, kecuali spot terbaru mereka, Teras Kaca. Teras Kaca akan meanwarkan pemandangan lampu kota dari atas ketinggian Kalibiru, jadi mereka buka hingga malam. Akhirnya dengan menaiki Jeep terbuka, dengan biaya 400rb bolak balik,  kami pun menuju teras kaca, dan tentunya untukku yang agak takut ketinggian, ini menjadi perjalanan yang sangat amat ekstrim. Seandainya boleh dan bisa, aku lebih memilih jalan kaki, ketimbang naik Jeep dengan kemiringan segitiga curam siku-siku. Sebelum sampai di kalibiru, kami mampir di salah satu spot yang masih buka, cukup untuk kami berfoto-foto ria di atas becak dan makan indomie kuah rebus plus telor matang dan teh panas. Nikmatnya!

Sebagai catatan, untuk berfoto di atas becak, ada biaya yang harus dibayar kepada pengelola, but its total worth it lah, ditambah mereka menyediakan fotografer khusus, dan kita bisa ambil seleuruh foto-foto kita dengan bayar paket disana langsung di trasfer melalui flashdisk saat itu juga. Jadi kalau kesana, jangan lupa membawa flashdisk yaa. Hehe.


Teras Kaca, Kalibiru, Kulon Progo

Sesampainya di Teras Kaca, hari sudah mulai senja, tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk berfoto sebanyak mungkin - dengan niatan modal untuk postingan Instagram selama sebulan. Berbagai gaya kami lakukan, dari gaya dasar, sampai gaya tingkat mahir, ala-ala Titanic. Mas pengelolanya bilang, Teras Kaca baru sehari dibuka, makanya belum banyak pengunjung yang tahu spot ini, jadi ngga perlu ngantri. Biasanya kalau di Kalibiru, apalagi musim liburan, untuk foto di salah satu spot, bisa mengantri sampai satu jam, wah senengnya kami, meskipun kami datang diiringi rintik hujan dan malam hampir berlabuh, semua spot foto sepi dan bisa kami nikmati sepuas kami. Dan malam pun tiba, teras kaca menawarkan pemandangan lampu kota dan jalan raya Kulon Progo menuju Jogja yang sangat indah. Sayangnya tidak bisa diabadikan dengan kamera handphone biasa, tidak terlalu tertangkap cahaya keindahannya, tapi pesona malam kala itu cukup terpotret di hati dan memori kami masing-masing.

Setelah kami puas di Kalibiru, kamipun melanjutkan perjalanan ke Jogja, mampir untuk makan, dan bersiap menyambut malam dan petualangan kami selanjutnya besok.

Bersambung.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku yang masih menatap segelas kopi itu
hingga dingin 
mengingat detakan jam dinding
yang terhitung
dan terbuang
dalam puing-puing
kenangan
- Miss Enoey

Menjamurnya tempat nongkrong di Banjarmasin, membuat masyarakat Banjarmasin semakin memiliki banyak pilihan untuk menghabiskan waktu dengan meminum kopi, mengobrol sejenak dan berbagi cerita dengan kawan lama, hingga hunting  foto di tempat-tempat yang 'instagramable'.

Salah satu tempat nongkrong yang baik rasa kopi dan suasana tempat yang menawarkan rasa nyaman, adalah Office Cofee yang terletak di Jalan Haryono MT No. 5 Banjarmasin. Menyuguhkan suasana ngopi yang santai, simple, casual, dan sangat photo-able sekali. Ada pojok buku yang menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berfoto atau sekedar menggunakan bukunya untuk item pelengkap foto kopi mereka.


Untuk harga kopi dan cake, standar coffee shop sekitar 30 ribuan ke atas. Sesuai dengan rasa yang ditawarkan untuk segelas kopi dan kehangatan dari tempatnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Wake up, Girls!
Time for the second day! 

Kami memulai tour hari kedua dengan tak sabar. Driver dari Tour and Travel kami sudah menunggu di lobi hotel. Dan tempat pertama yang akan kami kunjungi di hari pertama ini adalah Tanjung Benoa.

Pantai Tanjung Benoa adalah pantai dengan gelar surganya wahana air. Tempat dimana kita bisa bermain sepuasnya dengan berbagai macam pilihan permainan air. Dari banana boat sampai seawalker ada disini. Atau kalau kita ingin bermain dengan penyu, kita bisa mengunjungi Pulau Penyu di Tanjung Benoa ini.

Untuk ke Pantai Tanjung Benoa yang berlokasi di Kuta Selatan, kami melewati Tol Mandara yang merupakan jalan tol terapung pertama di Indonesia. Membentang sepanjang 12,7 kilometer melingkar-lingkar di atas laut bisa menjadi hal menarik untuk dilihat, terutama kalau kita menikmatinya dari jendela pesawat.

Tol Mandara


Di Tanjung Benoa, kami memilih wahana air yang disediakan oleh Watermark Bali. Bisa dibilang aku fall in love dengan nuansa yang ada di tempat ini. Dengan Gazebo di tengah-tengah pasir dan jalan-jalan yang dibuat dari papan kayu, terlihat sangat romantis dan sweet. Sepertinya akan sangat romantis jika mengadakan private wedding atau prawed disini.
Can you see a white private wedding here?

So romantic!

We are ready to play!


Don't forget to take alot of pics guys!



First, lets start with A banana boat!

There's always a first time for everything.
And honestly, I was really nervous to fly.

Time to Flying Fish!

Sea Rafting with Donut Boat!

I wish I could play Parasailing, 
but maybe that was not the right time for me.

Tanjung Benoa sky and sea.


Can you see the beauty of it?

May I have a white wedding here?






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Everything has beauty, but not everyone sees it. 
- Confucius

Indonesia memiliki begitu banyak keindahan alam yang tidak terhitung - baik dari yang sudah ditemukan, dalam proses akan ditemukan, maupun yang masih tersembunyi di balik semak, hutan, dan tebing tinggi entah di sudut Indonesia yang mana. 

Bali, merupakan sebuah pulau yang terkenal dengan keindahan eksotisnya, adalah bagian dari keindahan itu. Adalah sebuah tempat yang masih sampai detik ini, memukau kita dengan keindahan alam dan budayanya yang telah  lama kita kenal, menarik kita dengan pesonanya yang masih bisa memunculkan keindahan-keindahan baru yang mengundang kita untuk segera datang mampir menyapanya.


Ini adalah ceritaku mengunjunginya. Aku kembali setelah bertahun-tahun lalu aku pernah berjanji untuk kembali sebagai wanita yang berbeda. Bertahun-tahun lalu aku  datang kesini sebagai anak kecil yang hanya paham bahwa es krim lebih menarik dari pada pantai Kuta. Beberapa tahun  yang lalu aku datang kesini sebagai gadis yang masih belum paham manisnya  matahari senja. Kali ini aku berjanji untuk menikmatinya, sebaik yang aku bisa.

Bali, here is my story.

Berangkat dari kota bungas, Banjarbaru, Banjarmasin, menuju Surabaya. Berhubung tidak ada penerbangan langsung dari Banjarmasin - Denpasar - Banjarmasin, maka mau tidak mau pilihanku adalah transit atau naik bus setelah sampai di Surabaya. Untuk kali ini aku memilih transit, karena di dua perjalananku yang terdahulu aku menggunakan bus dan menikmati indahnya perjalanan dan serunya menggunakan feri penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

.: read my story ini Bali at 'Memories in Bali' (click here) :.

Cloudy sky means beautiful picture!

Untuk perjalanan Banjarmasin - Surabaya - Denpasar, aku menggunakan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 315 dan JT 914 dengan harga 600 ribu Yes! Tiket Promo? I love it! Penerbangan pertama, tepat waktu. Penerbangan kedua, agak delay dikarenakan air traffic yang padat di Bandara Internasional Juanda.

Langit sungguh berawan kala itu, dan jelas sekali aku merasa sangat beruntung. Foto langit dengan awan berbagai bentuk di langit akan terlihat dramatis dan artistik. Namun harap dicatat, bagi yang mungkin ingin mengabadikan moment terbangnya di atas pesawat, pastikan menghidupkan kamera kita setelah lepas landas (take off) dan jika menggunakan handphone, pastikan kita sudah menggantinya dengan mode penerbangan (airplane mode/ offline mode/ offline) karena jelas kita dilarang menggunakan handphone di dalam pesawat karena aktifitas telepon kita bisa mengganggu komunikasi sang pilot dengan menara pengawas. Jadi selalu taati peraturan untuk keselamatan bersama.

Tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, kami disambut gerbang khas Bali di bagian kedatangan domestik. Beberapa penumpang - termasuk saya - tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikannya dalam kamera yang sudah dijinjing dari kampoeng halaman masing-masing.

Kebetulan untuk perjalanan kali ini, aku menggunakan Tour and Travel di Bali. Kenapa? Awalnya sempat berencana untuk backpacker saja bersama adik tercintaku, namun karena Ibuku juga ikut, demi keyamanan beliau, aku memutuskan untuk menggunakan jasa Tour and Travel. Untuk rencana backpackernya bisa kutunda sampai adikku duduk di bangku kuliah saja. Hehehe.

Kami dijemput oleh seorang  driver bernama Bli Made dari Bali Promo Wisata Tour and Travel. Beliau dengan sabar menanti kami yang penerbangannya delay dan kedatangan kami terlambat hampir satu jam. Harusnya kami bisa langsung tour ke Kuta selatan dan menikmati matahari tenggelam di Pura Uluwatu. Namun karena kami ingin langsung beristirahat ke hotel dan kebetulan ada seorang kerabat yang ingi mengunjungi kami, kami pun memutuskan untuk memulai tour nya besok pagi. 

Kami check-in di Rivavi Hotel.  Hotel ini hanya berjarak sekitar 10 menit dari Pantai Kuta dengan berjalan kaki. Hotel ini cukup menyenangkan karena tenang, bersih, makanannya bercitarasa lokal dan enak, free wifi nya juga cepet, dan air panasnya jalan. 

Mendekati senja, aku dan adikku memutuskan untuk menikmati senja ke Kuta. Dan meskipun senja kala itu tertutup oleh awan. Namun senja di Kuta masih tetap manis.


Sweet twilght at Kuta Beach.

I'm sorry I have to jump!

Don't forget to take a million pictures!

... and this is the God's painting.

Setelah senja berlalu, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel dan sebentar mampir di sebuah coffee shop untuk membeli kopi pastinya. 

Waiting for the coffee at Coffee Bean Tea and Leaf

Dan begitulah malam pertamaku di Bali. Cukup puas dengan senja yang disuguhkan oleh Kuta. Tak sabar rasanya untuk kembali berpetualang. 
------------------------------------------------------------------------------------------------
This tour and travel presented by Bali Promo Wisata

So see you on my second day!
.: Click here to continue :.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

There is a time when you can't find a word to write. There is a time when you can't find a sentence to express the real thing in your mind. Then just keep it, and start to crop a part of your life in a photograph. ~ Enoey


Tempat ini mengingatkanku pada sebuah scene dalam film Twilight, saat Bella baru menyadari bahwa Edward  adalah vampire dan ternyata ia tetap mencintainya. Kemudian diantara batu-batu besar di hutan, Edward menatap Bella dengan romantisme vampire tingkat drakula, "So the lion fell in love with the lamb." (Jadi, sang singa jatuh cinta pada si domba)

Scene dalam film Twilight di hutan Forks

Lumayan mirip kan? Tinggal kurang lumut-lumut dan nuansa mendungnya saja. Untuk kabutnya, lumayan mirip, karena kebetulan saat kesana, asap tengah menyerbu tempat ini.

Bukit Batu, nama tempat ini, adalah salah satu objek wisata yang terletak agak jauh dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.  Tepatnya di desa Kasongan, Katingan, sekitar 50 Km dari kota Palangkaraya. Jenis batu yang biasa kita temui di sungai-sungai ini, anehnya berada di perbukitan yang jauh dari sungai. Entah apa  dan bagaimana ceritanya, namun tempat ini merupakan tempat pertapaan (balampah) dan bahkan sampai sekarang masih sering dilakukan. Orang-orang yang 'balampah' atau berhajat disana, sepertinya akan meninggalkan kain kuning di pohon-pohon yang tumbuh diantara batu-batu itu.

Kain kuning di pohon-pohon

Lucunya lagi, disana terdapat batu-batu yang memiliki banyak nama, bahkan ada sebuah batu jodoh disana. Beberapa orang percaya jika bisa mendapatkan batu kerikil dari batu tersebut setelah ia melakukan pertapaan dengan pasangannya, maka pasangannya itu adalah jodohnya yang tidak akan terpisahkan. Namun, menurut saya ini adalah mitos yang enak didengar sebagai bagian dari salah satu jenis sastra lama, bukan sesuatu hal yang logis dan dapat dipercaya.

Sandung, tempat menyimpan tulang belulang manusia
dalam adat ritual kematian Suku Dayak

Di Bukit Batu juga terdapat beberapa Sandung, yakni tempat menyimpan tulang-belulang yang telah diangkat dari kuburan dalam upacara Tiwah. 
Batu bertangkup

Bagi kami para pengunjung, Bukit Batu merupakan tempat yang menyenangkan untuk 'olahraga' dan 'bermain'. Naik-turun bukit, neympil di celah-celah batu, mewujudkan mitos-mitos yang ada disana. Salah satunya di batu betangkup ini, ada sebuh celah di tengah-tengahnya. Dikatakan bahwa jika kita bisa melewatinya sebanyak tiga kali, maka keinginan kita akan terwujud. Katanya begitu.

Salah satu temanku yang berusaha mewujudkan mitos

Cara mewujudkan mitos di tempat ini bermacam-macam. Ada yang mesti nyempil disela-sela batu dulu, ada yang naik ke atas batu yang ribetnya luar biasa. Tapi buat yang suka bergerak, tempat ini pastinya menyenangkan untuk dikunjungi.

Suasana Bukit Batu saat dikepung asap

Bagi penyuka fotografi, tempat ini sepertinya tempat yang cocok buat hunting foto with or without model. Saran mungkin untuk ambil foto, akan keren kalau modelnya pakai gaun kuning melambai-lambai. Hahaha.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

I'm not a Juliet, who can fall in love for the first time with a handsome strange guy in a mask ball.
I'm not a Cinderella, who can withstand with the pain, some torture, slavery, to get a prince who search his true love just by a glass slipper.
I'm not a Mermaid, who help her love to life but she is left by him for another woman and she became the froth in the sea.
I'm indubitably not a perfect woman who is pretty, smart, wise, understanding, and can do anything that you want. 
But I'm the one who will complete every your imperfection with my imperfection to make us perfect. -- a night poem by me 


Di tengah-tengah kesibukan yang melanda hari-hari kerja yang seringkali menjenuhkan otak, alam bisa menjadi obat penawar sejenak. Apalagi jika alam tersebut menghadirkan nuansa yang bisa mengundang kita untuk menjadi diri sendiri atau kembali menjadi anak kecil : berteriak, lompat, dan tertawa keras.

Salah satu lokasi yang bisa menjadi obat penawar itu ternyata seringkali bisa kita temukan tak jauh dari tempat kita bekerja, banting tulang demi sebongkah berlian. Haha. Adalah Danau Biru atau Blue Lake yang berlokasi di Pengaron, Kalimantan Selatan, lebih kurang 2 jam perjalanan dari Banjarmasin.

Danau ini merupakan danau bekas galian tambang batu bara, jadi sebenarnya tempat ini merupakan hasil dari kerusakan alam yang dibuat manusia namun diciptakan indah oleh Tuhan.


Seberapa besar pun kerusakkan yang telah diciptakan manusia di bumi ini, jika Tuhan berkehendak menjadikannya indah, maka ia akan terbentuk menjadi sebuah anugerah... dan seberapa besar pun manusia berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan melahirkan kerusakan itu, jika Tuhan berkehendak menghancurkannya, jangankan bernafas, lahir pun ia tidak. -- a morning poem by me


Warna air danau yang biru jernih benar-benar mengundang para pengunjunnya untuk langsun terjun dan merasakan segarnya air disana. Apalagi saat kita datang dalam keadaan musim kemarau seperti sekarang ini, air genangan itu sangatlah menggoda. Adanya ikan-ikan Seluang kecil yang berenang di dalamnya bisa dijadikan indikator kalau air tersebut aman untuk diceburin. 

Namun, jika kita mengunjungi danau ini di musim kemarau, debit air di danau tidak setinggi di musim penghujan dan tumbuhan ilalang kering kerontang, bahkan tidak terlalu banyak terlihat seperti pada beberapa gambar di atas yang diabadikan dimusim tidak-se-kemarau-sekarang.

Sampai di Danau Biru ini terasa sangat memuaskan dan sebanding dengan jalan yang harus dilalui - naik-turun-naik jalan berbatu dan berpasir yang sedikit 'horror'. Terakhir kesana, ada orang-orang yang memanfaatkan tempat ini sebagai lahan mencari penghasilan. Jadi, mereka mengenakan tarif masuk yang tidak menggunakan standar tertentu, alias bisa ditawar. Sebut saja mereka mawar-melati yang menunggu di depan tanjakan masuk dan meminta uang 'tiket' sekitar 20 ribu rupiah. Sebagai saran, dikasih saja daripada bikin kunjungan wisata ribet. Hehe.



Foto-foto dalam postingan ini no-filter alias original dari jepretan kamera Samsung Galaxy Note 2 tanpa filter apa pun, yang artinya, danaunya benaar-benar sebiru dan sejernih difoto tersebut.

Direction to Blue Lake, Pengaron:
Dari Banjarmasin, terus jalan ambil arah ke Martapura. Dari Martapura, terus saja menuju Binuang.  Sebelum Binuang, ada sebuah mesjid sebelah kiri bernama Mesjid Jami Simpang Empat, diseberang mesjid tersebut atau tepatnya di sebelah kanan terdapat jalan menuju Pengaron - ada papan nama petunjuk arah bertuliskan Pengaron di depannya. Masuk saja terus hingga menemukan simpang empat, belok kiri dan ikuti jalan menanjak ke daerah pertambangan. Terus saja ikuti jalan tersebut dan kita akan menemukan beberapa bekas galian tambang. Sebelum ke Danau Biru di atas, kita akan melewati sebuah Danau Biru besar. Tepat di sebuah jalan bercabang - kiri menurun dan kanan ke atas - ambil jalur sebelah kanan dan naik. Di sebuah jalan bercabang ambil cabang ke kanan dan naik. Disana kita akan menemukan sebuah warung dan area parkir liar. Dan kita sudah sampai di Danau Biru, Pengaron.



Direction to Blue Lake, Pengaron:
From Banjarmasin, go straight to Martapura.  From Martapura, continue further to Binuang. Before Binuang, there is a mosque on our left named Jami Simpang Empat Mosque. There is a road across the Mosque to Pengaron - or in our right side. There is a signboard in front of the street which is written 'Pengaron' on it. Go straigth on this road till we find an intersection. Turn left and follow the uphill road to the mining areas. Before we find the small Blue Lake in my pictures above, we will find the big one on our right. Just go straight till you find t-junction which is left to the downhill and left to the uphill. Choose the uphill or our right and then you will find other t-junction again. Turn left where we'll find another uphill road and then follow the uphill one and we'll find a stall and the park area and we are in Blue Lake, Pengaron.

See you again, Blue Lake!
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar

Annyeonghaseyo! Kabar gembira untuk kita semua, kulit mang.....ehh??!!!#@#%$#%jkg^!!!

Maaf, kesalahan tulis. Hehehe. Maksudnya ada info menarik nih buat yang pengen banget menangin holiday alias travel gratis ke Korea. Buat yang mungkin sedih karena Asian On Air Program sudah tidak ada lagi, jangan galau ya. Soalnya sekarang ini KTO memang lagi nyebar-nyebar kertas yang tulisannya "WIN TRIP TO KOREA!". Hohoho

Ada banyak sekali contest yang dibuat KTO, baik dari lucky draw alias undian, sampai dengan yang berbentuk kontes yang artinya harus menyingkirkan banyak pesaing. Kalau soal  lucky draw, kita memang mesti bisa nyogok dewa keberuntungan. hahaha. Karena yang ikut dari segala penjuru dunia. Tapi kalau kontes, paling enggak kita udah nyoba yang terbaik. Kalau dapet berarti kamu bisa memenangkan sebuah kontes dengan bakat kamu, kalau nggak dapet silakan dicoba lain kali, yang pentingkan pengalaman. ;)

Kali ini KTO melalui website Imagine Your Korea mengadakan kontes dengan banyak hadiah menarik. Kamu cukup membuat sebuah video tentang Korea, join di website-nya, dan tunggu hasilnya!
Adilnya, kontes ini tidak hanya berlaku untuk yang udah pernah pergi ke korea saja, tapi juga buat yang BELUM PERNAH dan PENGEN BANGET dan GILA BANGET buat ke KOREA!

Jadi, Apa kamu siap untuk berbagi cerita Korea-mu kepada dunia?

Bagi pandanganmu tentang pesona Korea melalui sebuah video. Video yang kamu buat dan upload harus bisa menjadi panduan luar biasa untuk orang-orang yang ingin mengenal lebih jauh tentang Korea.

Waktu Kontes
28 Oktober - 27 November 2014

Pengumuman Pemenang
5 Desember 2014

Pengiriman Hadiah
Hadiah akan dikirimkan setelah pengumuman kepada masing-masing pemenang.



Pemenang Pertama
Travel Voucher senilai $5000 (termasuk tiket pesawat dan akomodasi)
untuk 2 orang pemenang

Pemenang Kedua
Voucer menginap satu malam di kamar Superior Suite Room Hotel Shilla Seoul
untuk 3 orang pemenang

Pemenang Ketiga
iPhone 6 plus 16 GB
untuk 5 orang pemenang

Pemenang Keempat
Go Pro Hero4
untuk 10 orang pemenang

Pemenang Kelima
Pakaian yang pernah dipakai Bigbang untuk iklan
untuk 17 orang pemenang

Pemenang Keenam
Tongsis  Pod Bluetooth
untuk 50 orang pemenang

Untuk 1000 orang peng-upload pertama
Kalendar 2015 dari KTO

Bergabunglah dengan kontes video "My Special Korea" dengan salah satu tema berikut:


 


Buruan berkreasi dengan videomu dan segara gabung dengan kontesnya.Buat ikutan, langsung aja gabung di kontes ini!

KLIK DISINI UNTUK JOIN THE CONTEST


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

AUTHOR

AUTHOR
TWILIGHT HUNTER, AN AUTHOR & AN ORDINARY ACOUSTIC PERFORMER WHO'S CRAVING FOR BEAUTY PICTURES

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • pinterest
  • google+
  • instagram
  • bloglovin

Labels

  • BOOK
  • CATATAN KULIAH
  • CHICKEN SOUP
  • CONTEST
  • FASHION
  • MOVIE
  • MUSIC
  • REVIEW
  • TES POTENSI AKADEMIK
  • TRAVEL STORY
  • VAMPIRE ACADEMY

Total Pageviews

Powered by Blogger.
Facebook Twitter Instagram Pinterest Bloglovin

Created with by BeautyTemplates