facebook twitter instagram pinterest google+

Love Your Life

  • Home
  • About
  • Literature
    • Poem
    • Short Story
    • Essay
    • Photoshop
  • Travel Story
    • Korea
    • Kalimantan
    • Bali
    • Java
    • Coffee Shop
  • Vampire Academy
    • Spirit Bound
    • Blood Promise
    • Shadow Kiss
A fter read this book, suddenly I feel so dumb who made so many excuses for every man that run in my life. Yaah, begitulah, feeling so dumb. Meski sebenarnya sudah menyadarinya sejak lama, tetapi aku – sebagai seorang wanita – seringkali mengaburkan kenyataan dengan banyak alasan yang ku kira-kira (atau mungkin kukarang-karang) sendiri.
Buku ini seolah menjadi sebuah film yang berputar di otakku. Membuat ku ‘flashback’ ke masa lalu, dimana aku pertama kali mengenal ‘rasa tertarik terhadap laki-laki’. Tidak terhitung berapa banyak alasan yang kubuat untuk laki-laki yang aku suka, seolah-olah mereka sebenarnya menyukaiku, tapi ada banyak hal yang membuat mereka takut untuk serius terhadapku. Dan aku baru benar-benar sadar bahwa anggapan tersebut sangat-sangat –teramat sangat – konyol. Sebenarnya mereka tidak benar-benar tertarik padaku – He’s just not that into me.

Buku ini menjelaskan bagaimana seorang pria memperlakukanmu ketika mereka tidak tertarik padamu. Kita – wanita maksudnya – terkadang menganggap mereka memberikan sinyal-sinyal or tanda-tanda kalau mereka tertarik kepada kita. Misalnya, dengan lirikan, mengatakan ‘telepon aku’, ‘kita harus jalan bareng lagi nanti, n blah blah blah dan 2 minggu kemudian tidak ada kabar sama sekali dari dirinya. Sebenarnya TIDAK ADA TANDA-TANDA SAMA SEKALI. Kenyataanya mereka tidak tertarik pada kita, mereka hanya menolak kita dengan sopan.
Well, menurut buku ini, seorang laki-laki benar-benar menyukaimu jika dia :

1. Mengajakmu jalan keluar.
2. Menelpon duluan.
3. Mengajakmu kencan.
4. Ingin menikahimu.
5. Hanya bercinta denganmu.
6. Tidak ingin berpisah denganmu.
7. Selalu beredar di sekitarmu dan tidak begitu saja menghilang.
8. Masih sendiri, tidak berstatuskan milik orang lain.
9. bukan seorang egois yang brengsek, tidak suka menggertak, dan tidak gila.

Dan jika mereka tidak seperti apa yang digambarkan di atas, berarti dia tidak benar-benar tertarik padamu – He’s just not that into you.

Menurur Greg, seorang laki-laki bukanlah makhluk pemalu yang takut mengatakan suka terhadap cewek yang ia sayangi. Bahkan mereka tidak akan membiarkan orang yang meraka sayang merasa frustasi sehingga menjauhi mereka. Dan sesibuk apapun mereka – meski besok mereka harus bertemu dengan presiden Amerika sekalipun – mereka akan menghubungi orang yang mereka sayang. Jadi, tidak ada alasan mereka sedang sibuk sehingga tidak bisa menelponmu meski hanya satu menit. Hal tersebut hanya kebohongan belaka. Kebohongan yang menyembunyikan kenyataan kalau mereka sama sekali tidak ingin menelponmu dan malas berurusan denganmu. Bayangkan, satu hari kita memiliki waktu 24 jam atau 1.440 menit dan sangat tidak mungin jika dia sama sekali tidak memiliki waktu bahkan hanya untuk satu menit saja untuk menghubungimu. Wow!

Menurut Greg dan Lis, jangan pernah percaya dengan cerita seperti: cowok yang ditelpon, dihubungi, dan dikejar oleh cewek duluan akan jatuh cinta dengan cewek itu; cowok yang memperlakukan ceweknya seperti barang, tapi karena si cewek terus bertahan akan menjadikan cowok itu seorang suami dan ayah yang penyayang; seorang cowok yang sudah meniduri ceweknya selama berbulan-bulan dan tidak menelponnya lagi setelah itu dan kemudian menelponnya lagi akan memiliki kehidupan bahagia selamanya, seorang wanita yang tidur dengan laki-laki yang sudah beristri akan berakhir dengan dinikahinya dan mendapatkan pernikahan langgeng yang di berkahi. Semua cerita itu memang pernah ada, tapi mereka hanya pengecualian, dan pengecualian tidak terjadi pada setiap wanita di seluruh penjuru dunia. 

Dalam buku ini, Greg dan Liz berpesan untuk jangan membuang waktumu dengan seorang pria yang tidak tertarik padamu. Kau mungkin akan berpacaran dengannya untuk beberapa waktu, atau mungkin menikah dengannya padahal dia tidak siap untuk itu, dan kau tidak akan pernah bisa mendapatkan kebahagiaanmu disana. Karena kau sangat berharga dan sangat layak untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintaimu.

Buku ini benar-benar membuat kaum wanita, baik yang jomblowati maupun yang sudah punya suami, berpikir ulang tentang seorang laki-laki. Is He really into me or what?????

Tapi serius, kenyataan memang seringkali menyakitkan, dan manusiawi sekali ketika kita menghidari penyebab rasa sakit tersebut. Tapi bukan berarti kita menutup hati untuk mengetahui sebagian kecil dari pengalaman kehidupan. Terutama demi kebaikain kita dan masa depan kita sendiri. So, beri kesempatan untuk buku ini menceritakan bagaimana ketika seorang laki-laki tidak tertarik padamu. Bagaimana kita yang sudah seharusnya untuk berhenti membuat alasan-alasan yang membuat kita berharap banyak terhadap mereka, karena sangat mungkin mereka sebenarnya tidak berharap apa-apa dari kita.

Bagi yang rada males buat baca buku – terutama yang baru bisa di download adalah versi Englishnya – kamu bisa coba nonton filmnya yang diangkat dari buku ini dengan judul yang sama – He is Just not that Into You. Tidak sedetail buku, tetapi kita sudah cukup bisa menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan Greg dan Liz. 



Atau bisa beli buku versi bahasa Indonesianya yang memang udah lama terbit seharga Rp38.250.00 terbitan Gramedia Pustaka Utama, soft cover, dengan jumlah 190 halaman, di toko buku online atau Gramedia.

Selamat membaca, Sist!
“You are exceptional, but not the exception!!” – Greg and Liz
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Pengalaman menerjemahkan memang sangat menyenangkan.
Terlebih lagi Moonlight benar-benar memaksaku untuk membuka kamus.
Banyak kata-kata yang masih asing di lidah dan ingatanku.
Dan sumpah, penerjemahan mungkin akan sedikit mengurangi nilai artistik dalam kata-katanya. Tapi aku sungguh menikmatinya.
Semoga suatu saat aku bisa jadi seorang penerjemah buku bestseller.
Amin."

Prolog

Cahaya bulan membasahi kami, membasahi Lucas dan aku.

Keheningan meresap ke dalam hutan. Pohon-pohon raksasa mengelilingi kami. Desir daun-daun mereka membisikkan peringatan dihangatnya hembusan lembut angin di malam musim panas. Tapi kami tak menghiraukan semua itu. Kami hanya peduli pada satu hal yang lain.

Dia lebih tinggi dariku dan aku harus menekuk kepalaku ke belakang untuk menatap mata peraknya.

Kedua mata itu menghipnotis, menyuruhku untuk menenangkan jantungku yang berdetak kencang tapi malahan membuatnya semakin cepat.
Atau semua itu dikarenakan bibirnya yang begitu dekat yang mengirim jantungku pada ritme yang kacau balau.


Dia mengambil langkah mendekat dan aku semakin mundur, tetapi sebuah pohon menghentikanku untuk pergi sejauh yang aku pikirkan.


Apa aku sudah siap untuk semua ini? Apa aku sudah siap untuk sebuah ciuman yang akan mengubah seluruh hidupku? Aku tahu jika dia menciumku aku tidak akan pernah menjadi sama lagi. Bahwa kami tidak akan pernah bisa menjadi sama. Bahwa hubungan kami akan berubah – 

Pikiranku tergagap oleh luasnya arti dari sebuah kata sederhana. Berubah. Ini berarti banyak untukku sekarang –
sekarang aku mengerti

Lucas tiba-tiba berdiri begitu dekat. Aku tidak melihat pergerakannya. Dia sudah berada disana. Dia dapat bergerak begitu cepat. Lututku melemah dan aku bersyukur aku sedang bersandar pada pohon yang kokoh.

Dia mengangkat tangannya dan menekankan lengan bawahnya pada kulit kayu di atas kepalaku seolah dia juga membutuhkan semacam penopang juga. Tingkahnya itu bahkan membuatnya semakin dekat. Aku merasakan sambutan rasa panas dari tubuhnya yang menyentuh tubuhku. Dalam situasi normal dia bisa saja menarikku untuk meringkuk manja padanya.

Dia sangat tampan di bawah sinar bulan. Indah, sungguh. Rambut lurus tebalnya – sebuah urutan warna-warna: putih, hitam, dan perak, dengan tambahan sedikit cokelat dalam ukuran yang pas – menggantung hingga bahunya. Ada dorongan kenekatan dalam diriku untuk menyentuhnya, untuk menyentuh dirinya.

Tapi aku tahu setiap gerakan yang aku lakukan akan menjadi tanda untuknya, sebuah tanda bahwa aku sudah siap. Dan aku belum siap.

Aku tidak menginginkan tawarannya. Tidak malam ini. Mungkin tidak selamanya.

Apa yang sebenarnya aku takutkan? Itu hanya sebuah ciuman. Aku sudah pernah berciuman dengan lelaki lain. Aku pernah mencium Lucas.

Jadi mengapa pikiran tentang ciuman Lukas malam ini membuatku takut? Jawabannya sederhana: Aku tahu kalau ciuman itu akan mengikat kami berdua selamanya.

Jari-jarinya dengan lembut menyisir rambut dari alisku. Dia pernah sekali berkata padaku kalau rambut yang menjuntai seperti ini mengingatkannya pada seekor rubah. Dia memikirkan semua yang berhubungan dengan hutan. Sangat cocok untuknya dan kehidupan menyendirinya.

Mengapa dia begitu sabar? Mengapa dia tidak mendorong saja? Bukankah dia merasakannya juga? Tidakkah dia mengerti betapa pentingnya peristiwa ini jika –

Dia menurunkan kepalanya. Aku tidak bergerak. Aku hampir tidak bisa bernafas. Mengesampingkan semua rasa keberatanku, aku menginginkannya. Aku mengharapkannya. Tapi aku masih berjuang untuk melawannya.

Bibirnya menyentuh bibirku. Hampir.

“Kayla,” ia bergumam mengundang, dan desah nafasnya yang panas membelai pipiku. “Ini waktunya.”

Air mata menyengat kedua mataku. Aku menggelengkan kepala, menolak untuk mengakui kebenaran dalam kata-katanya. “Aku belum siap.” 

Aku mendengar sebuah ketidaksenangan, mengeram serak dari jauh. Dia menjadi kaku. Aku tahu dia mendengarnya juga. Dia menjauhiku dan melirik ke belakang bahunya. Saat itulah aku melihat: selusin serigala beristirahat untuk menyerang di batas tepi hutan yang terbuka.

Lukas berbalik menatapku, kekecewaan terpancar di kedua mata peraknya. “Kalau begitu pilih salah satu. Tapi kau tidak akan bisa melalui semua ini sendirian.”

Dia membalikkan badannya dan mulai melangkah menuju para serigala.
“Tunggu!” aku berteriak memanggilnya.
Tapi sudah sangat terlambat.

Dia mulai membuang pakaian-pakaiannya dengan gerakan yang semakin cepat disetiap kalinya. Lalu dia berlari . Dia melompat ke udara –

Segera setelah dia membentur tanah, dia telah berubah menjadi seekor serigala. Dia bertransformasi dalam sekali kedipan berkilau dari laki-laki menjadi seekor binatang buas. Dia juga indah, sama indahnya seperti ketika ia dalam bentuk manusianya.

Dia memalingkan kepalanya dan mengonggong ke arah bulan, sebuah pertanda dari perubahan, pembawa takdir.
Suara kesedihan yang mendalam itu menggema hingga ke dalam diriku, memanggilku. Susah payah aku menolak untuk menjawab tetapi keliaran yang terletak jauh di dalam diriku terlalu kuat, terlalu teguh menginginkan jalan ini.

Aku mulai berlari kearahnya ....

Sangat sulit dipercaya bahwa kurang dari dua minggu yang lalu, aku menertawakan dan mengejek tentang pikiran bahwa werewolf itu memang benar-benar ada.

Dan sekarang, aku, Kayla Madison, akan menjadi salah satunya.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Buku baru karya Stephenie Meyer udah terbit lagi. Mungkin buat menebus kekecewaan para 'Twilight Mania' atas tidak-jadi-terbitnya Midnight Sun. Sayangnya, nih buku masih belum terbit di Indonesia karena mungkin baru aja rilis di sono tanggal 5 Juni tadi. Yah, moga-moga aja, penerbit Indonesia dengan secepat kilat juga akan menerbitkannya di sini karena harga untuk buku aslinya lumayan mahal juga kalo ditambah ongkos kirimnya. Hehehe. Palagi kalo pake bahasa Inggris, rada susah buat ngehayatinnya *bagi diriku sieh ^ . ^ Novel ini merupakan bagian dari The Twilight Saga: The Official Guide, tapi novel yang dikatakan pendek ini sebenarnya cukup panjang juga. "The Short Second Life of Bree Tanner berisikan beberapa minggu keeksistensian newborn (vampir baru) sebelum pertarungan besar (antara The Cullens dan tentara vampir) di dalam cerita Eclipse," kata Meyer. "Ini bercerita tentang minggu terakhir sebelum Bree mati."

Di bawah judul, ada keterangan 'an eclipse novella'. Yang mungkin artinya jika dilihat dari kata 'novella'nya merupakan side story Eclipse yang bukan novel, tapi juga bukan merupakan novelet, jadi kmflik yang mucul tidak sebanyak novel, tapi cukup banyak dibandingkan cerpen.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Waktu buka-buka websitenya Richelle Mead, ternyata ada seri-seri cerita lainnya juga. Jadi penasaran,apa niy buku seseru Vampire Academy yah??? Tapi sayang kayaknya terbitan versi bahasa Indonesia nya gag nemu nih, belum terbit kali yah, masih nyangkut dipercetakkan draftnya *kayak Frostbite dan kawan-kawan juga.

Well, kalau lihat dari judulnya sih, kayaknya niy novel nggak jauh-jauh amat dari yang namanya cerita 'supranatural'.  Nih, menurutnya tante wiki:
A succubus (plural succubi) is a female demonic legendary creature who seduces men in their sleep. 
Widiw, dari pengertiannya aja udah 'hot' banget nih. Kayaknya ini bacaan buat orang dewasa *untungnya kayaknya aku dah masuk kategori ituh hahahahay. Jadi, si succubus ini  adalah setan yang mengambil bentuk wanita cantik untuk merayu laki-laki -terutama pendeta- dalam mimpi untuk melakukan hubungan seksual. Rada mirip vampir juga, mereka mengambil energi dari laki-laki untuk bertahan, sampai titik kelelahan atau kematian korban. 








Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

AUTHOR

AUTHOR
TWILIGHT HUNTER, AN AUTHOR & AN ORDINARY ACOUSTIC PERFORMER WHO'S CRAVING FOR BEAUTY PICTURES

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • pinterest
  • google+
  • instagram
  • bloglovin

Labels

  • BOOK
  • CATATAN KULIAH
  • CHICKEN SOUP
  • CONTEST
  • FASHION
  • MOVIE
  • MUSIC
  • REVIEW
  • TES POTENSI AKADEMIK
  • TRAVEL STORY
  • VAMPIRE ACADEMY

Total Pageviews

Powered by Blogger.
Facebook Twitter Instagram Pinterest Bloglovin

Created with by BeautyTemplates