facebook twitter instagram pinterest google+

Love Your Life

  • Home
  • About
  • Literature
    • Poem
    • Short Story
    • Essay
    • Photoshop
  • Travel Story
    • Korea
    • Kalimantan
    • Bali
    • Java
    • Coffee Shop
  • Vampire Academy
    • Spirit Bound
    • Blood Promise
    • Shadow Kiss

Seringkali cinta diibaratkan dengan kapal dan dermaga, dimana pernikahan berarti kala sang kapal menautkan sauh dan berhenti di dermaga itu. Tapi bukan kah setelah itu sang kapal akan kembali berlayar?

Kadang cinta pun diibaratkan sungai yang berujung kepada laut sebagai jodohnya. Lika liku aliran sungai menjadi saksi bisu perjuangan sang tirta untuk memenuhi janjinya kepada laut. Namun apa yang akan terjadi jika air itu singgah di sebuah danau dan terjebak disana selamanya?

Dan di sebuah tempat di belahan dunia yang lain, hati disimbolkan serupa gembok dan kuncinya. Saat hati telah dikunci dan kuncinya dilemparkan entah kemana, gembok itu akan selamanya berada disana. Tetapi semakin lama gembok itu akan menua dan berkarat berkat hujan empat musim yang menari di sekitarnya dan bukankah gembok itu akan rapuh dan lepas dengan sendirinya?

Jadi, perumpamaan apa lagi yang bisa ku patrikan disini jika semua perumpamaan itu tidak bisa sesempurna esensi cinta yang sesungguhnya? 

- sebuah pertanyaan malam ini oleh Noor Sa'adah (Enoey)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dan rintik hujan yang memburu,
atas nama yg lahir di dalamnya,
menumpulkan pikirku,
untuk memilikinya lebih lama. 

- puisi di malam yang dingin oleh Noor Sa'adah (Enoey)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Saat ombak membawa pecahan karang ke pantai,
atau kepiting yang tersesat diantara anggrek laut.

Membawa rindu yang tak pernah usai,
tentang langit ungu tua,
di senja sebuah kota.

Hari-hari yang tidak pernah ada,
Diciptakan dalam semalam,
Tiga puluh empat jam yang sama dengan tiga puluh empat tahun

Riak riak air
Diantara pasir
Saat ombak membawa pecahan karang ke pantai,
dan kepiting yang menemukan jalan pulang.

- Sebuah puisi setelah pantai oleh Noor Sa'adah (Enoey)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Mimpi indah sering kali terbunuh oleh kenyataan.
Dan realita sering kali mati rasa oleh impian.

Penyiksaan yang saling dilakukan tanpa sengaja serta kasih sayang yang tertuang dalam sepi.

Berharap menjadi orang lain saat orang lain itu berharap menjadi orang lain yang sebenarnya juga ingin menjadi orang lain.

Begitu dan begitu. Terus dan terus. Serupa lingkaran yang berdiameter jutaan kali lebih besar dari Matahari. Maka suatu saat akan kembali ke kita pada saat kita telah lupa.

Saat itu, kamu dan dia, kamu dan aku, aku dan dia, dia dan dia, kita dan kamu, kamu dan kami, kami dan mereka, sudah tak lagi bisa bercerita.

Karena mimpi telah tiada.
Dan realita telah menua.

Hingga ada satu titik dimana kita meminta atau bahkan mungkin memohon dengan sangat,
kepada sang waktu,
untuk sekedar berhenti sejenak,
Membekukan sementara, mimpi-mimpi yang masih muda dan belum terbunuh oleh realita. 

- sebuah puisi sebelum tidur oleh Noor Sa'adah (Enoey)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Seringkali kulihat langit memeluk awan di batas kota
Menahannya untuk menaungi pohon cemara

Seringkali kutemukan awan berbisik
dan bertanya ada apa dengan dunia dan kita

Dan seringkali pula kutemukan diriku sendiri, melompat-lompat,
berharap menjadi sebuah kapal terbang untuk mencuri dengar kisah-kisah yang mereka tonton dalam diam

Bisakah mereka menyapaku?
Menyanyikan lagu-lagu lama dengan lirik yang baru.
Kala rasa yang kesepian menanti kabar yang hati sisipkan diantara bulir-bulir awan kelabu

Dan aku menunggu kedatangan hujan, untuk membiarkan kabar itu jatuh di pangkuanku 

- selamat siang dari Noor Sa'adah (Enoey)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Seringkali kita membenci hari,
merutukinya hingga ia muram dan menangis

Seringkali kita mencaci hari,
Melabelinya sebagai hari sial, hari buruk, hari tak tau diri

Seringkali kita lelah dengan hari,
Dengan panasnya, aromanya, sepaket dengan masalah yang mampir bersamanya

Padahal andai kita mau bangun lebih pagi,
Hari selalu mempersembahkan pagi terbaik yang tidak pernah sama di setiap kalinya 

- sebuah puisi hari ini oleh Noor Sa'adah (Enoey)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

AUTHOR

AUTHOR
TWILIGHT HUNTER, AN AUTHOR & AN ORDINARY ACOUSTIC PERFORMER WHO'S CRAVING FOR BEAUTY PICTURES

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • pinterest
  • google+
  • instagram
  • bloglovin

Labels

  • BOOK
  • CATATAN KULIAH
  • CHICKEN SOUP
  • CONTEST
  • FASHION
  • MOVIE
  • MUSIC
  • REVIEW
  • TES POTENSI AKADEMIK
  • TRAVEL STORY
  • VAMPIRE ACADEMY

Total Pageviews

Powered by Blogger.
Facebook Twitter Instagram Pinterest Bloglovin

Created with by BeautyTemplates